Anthony Susanto Menang Lagi di UTR PTT World Tennis Championship 2026
Skor akhir 6-4, 7-6(5) untuk Anthony Susanto. Petenis peringkat satu Indonesia itu memastikan kemenangan keduanya secara beruntun di UTR PTT Men's World Tennis Championship 2026 usai menumbangkan waki...
Skor akhir 6-4, 7-6(5) untuk Anthony Susanto. Petenis peringkat satu Indonesia itu memastikan kemenangan keduanya secara beruntun di UTR PTT Men's World Tennis Championship 2026 usai menumbangkan wakil Jepang, Kaito Nakamura, pada Rabu (19/8/2026) di lapangan keras utama kompleks tenis Kuala Lumpur. Duel yang berlangsung selama 1 jam 52 menit itu sekaligus mengunci posisi Susanto di puncak klasemen Grup B dengan rekor 2-0, sekaligus mengamankan tiketnya lebih awal ke babak gugur.
Susanto tampil dengan agresivitas tinggi sejak menit pertama. Ia mengandalkan akurasi servis pertama dan forehand silang untuk membangun tekanan, sementara Nakamura mencoba bertahan lewat pengembalian dalam dan dropshot. Statistik akhir mencatatkan Susanto unggul 9-5 dalam jumlah ace, memenangkan 68 persen poin di servis pertama berbanding 61 persen milik lawan, serta melepaskan 28 winner dengan hanya 16 unforced errors. Nakamura, sebaliknya, hanya mampu mengemas 19 winner dengan 24 unforced errors — selisih yang menjadi cerita utama laga ini.
Babak Pertama: Break di Game Kesembilan
Set pertama berlangsung ketat dan kedua petenis saling menjaga servis hingga skor 4-4. Susanto lebih banyak menguasai tempo lewat forehand silang, tetapi Nakamura disiplin menahan serangan dari baseline. Menit ke-41, tepatnya pada game kesembilan, peluang break pertama akhirnya terbuka setelah dua pengembalian Nakamura keluar garis. Susanto memanfaatkan break point keduanya lewat drive volley di dekat net untuk unggul 5-4, lalu menutup set 6-4 dengan ace pada poin set. Penonton Indonesia di tribun langsung bersorak menyambut servis yang belum tergoyahkan sepanjang set.
Nakamura sebenarnya unggul dalam jumlah poin panjang yang dimenangkan di baseline pada paruh awal set, tetapi ia kehilangan fokus saat poin-poin kritis. Catatan pertandingan menunjukkan petenis Jepang itu hanya memenangkan 38 persen poin pengembalian pada set pertama, angka yang membuatnya nyaris tanpa peluang break menghadapi servis pertama Susanto yang konsisten.
Babak Kedua: Drama Tiebreak dan Mental Baja
Memasuki set kedua, Nakamura mengubah pola dengan lebih sering maju ke net. Strategi itu sempat membuahkan hasil ketika ia mencuri break di game ketiga untuk unggul 3-1. Susanto tidak panik; ia langsung membalas dengan break di game keenam setelah rangkaian forehand winner menyusuri garis, termasuk satu pukulan yang sempat ditinjau melalui Hawk-Eye dan dinyatakan masuk. Skor kembali imbang 3-3, dan kedua petenis kembali beradu servis hingga 6-6 tanpa break tambahan.
Di tiebreak, Susanto sempat tertinggal 2-4, tetapi tiga poin beruntun lewat servis pertama yang tak terjangkau mengubah arah permainan. Nakamura sempat menyamakan 5-5 sebelum dua pengembalian panjangnya memastikan kemenangan tiebreak 7-5 untuk Susanto. Petenis Indonesia itu menutup pertandingan dengan smash pada poin terakhir dan langsung berlutut merayakan kemenangan straight set keduanya di turnamen ini.
Analisis Statistik: Serve Jadi Pembeda
Data pertandingan menegaskan servis sebagai senjata utama Susanto. Ia memenangkan 84 persen poin di servis pertama dan 58 persen di servis kedua, sementara Nakamura hanya mencatatkan 76 persen dan 47 persen pada kategori serupa. Serve tercepat Susanto tercatat 214 km/jam, dan ia memenangkan 41 persen poin pengembalian berbanding 31 persen milik lawannya. Secara keseluruhan, Susanto mengumpulkan 102 total poin berbanding 89 poin Nakamura sepanjang laga yang berdurasi rata-rata 4 menit 12 detik per game.
Yang tak kalah menarik, Susanto menyelamatkan empat dari lima break point yang dihadapi, sementara ia mengonversi tiga dari delapan peluang break yang ia ciptakan. Efisiensi di poin kritis inilah yang membedakan petenis peringkat satu Indonesia itu dari lawan-lawannya di Grup B sejauh ini.
Reaksi Pelatih dan Langkah Berikutnya
Pelatih kepala tim Indonesia, Budi Santoso, tak menutupi kebanggaannya atas performa anak asuhnya.
"Anthony bermain dengan rencana yang sangat matang. Ia disiplin pada game-game awal, sabar menunggu peluang break, dan saat tekanan datang di tiebreak ia justru tampil lebih tenang. Ini kemenangan paling lengkap dari dua laga sejauh ini," ujar Budi.
Susanto sendiri menegaskan fokusnya tetap pada proses. "Saya hanya fokus pada servis dan pola permainan. Kemenangan kedua ini penting untuk kepercayaan diri, apalagi lawan di babak berikutnya dipastikan lebih berat," kata Susanto seusai laga.
Sebelumnya, Susanto membuka turnamen dengan kemenangan 6-2, 6-4 atas unggulan kelima. Dengan total dua kemenangan straight set, ia kini memuncaki Grup B tanpa kehilangan satu set pun dan menambah koleksi poin UTR yang krusial untuk menjaga posisinya di papan atas peringkat dunia. Jadwal semifinal akan diumumkan setelah seluruh laga grup tuntas, dan Susanto dipastikan tampil dengan modal mental yang sedang berada di puncak kepercayaan diri.
Comments (0)