Andy Burnham Resmi Menjabat Perdana Menteri Inggris
London memasuki babak baru dalam sejarah politiknya pada Senin, 20 Juli 2026 ketika Andy Burnham secara resmi mengambil alih jabatan sebagai pemimpin pemerintahan Inggris. Prosesi pergantian kekuasaan...
London memasuki babak baru dalam sejarah politiknya pada Senin, 20 Juli 2026 ketika Andy Burnham secara resmi mengambil alih jabatan sebagai pemimpin pemerintahan Inggris. Prosesi pergantian kekuasaan berlangsung di Istana Buckingham melalui audiensi langsung dengan Raja Charles III. Mantan Wali Kota Manchester itu datang ke istana tidak lama setelah pendahulunya, Keir Starmer, menyampaikan pengunduran diri secara formal. Dalam tradisi ketatanegaraan Britania, raja kemudian meminta Burnham untuk membentuk pemerintahan baru. Rangkaian peristiwa itu menandai lahirnya perdana menteri ketujuh dalam satu dekade terakhir, sebuah periode yang diwarnai ketidakstabilan politik sejak referendum keluar dari Uni Eropa pada 2016.
Suasana di depan pintu hitam legendaris Downing Street Nomor 10 pada hari itu dipenuhi pendukung, staf, dan awak media. Burnham tiba dengan gaya khasnya yang santai namun tegas, tampil tanpa naskah dan tanpa podium. Ia menyampaikan pidato perdana yang menekankan kejujuran, perubahan besar, dan kebutuhan mendesak untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap politik. Ia mengakui bahwa para politisi dalam generasinya harus meningkatkan kualitas kerja karena banyak pemilih merasa kecewa dan lelah dengan janji yang tidak terwujud. Pesan tersebut langsung menjadi sorotan nasional karena disampaikan dengan nada reflektif dan janji perbaikan menyeluruh.
Perjalanan Panjang Dari Parlemen Menuju Balai Kota Manchester
Karier politik Burnham bukanlah kisah instan. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota parlemen untuk daerah Leigh pada Juni 2001 dan bertahan selama enam belas tahun di Westminster. Pada masa pemerintahan Partai Buruh di bawah Tony Blair dan Gordon Brown, ia dipercaya memegang sejumlah jabatan penting, mulai dari Kepala Sekretaris Departemen Keuangan, Menteri Kebudayaan, Media dan Olahraga, hingga Menteri Kesehatan. Pengalaman di tiga pos strategis itu membentuk reputasinya sebagai administrator yang memahami birokrasi negara dan isu layanan publik.
Ketika Partai Buruh berada di oposisi, Burnham tetap menjadi figur sentral dengan menempati posisi menteri bayangan untuk kesehatan, pendidikan, hingga dalam negeri. Ia dua kali ikut dalam kontestasi kepemimpinan partai dan kemudian memilih jalur berbeda dengan meninggalkan parlemen nasional untuk memimpin daerah. Pada Mei 2017 ia terpilih sebagai Wali Kota Manchester Raya dan berhasil mempertahankan jabatan tersebut pada pemilihan 2021 dan 2024. Selama sembilan tahun memimpin kawasan metropolitan utara itu, ia dikenal memperjuangkan desentralisasi kekuasaan, mengembalikan jaringan bus ke kendali publik, mendorong investasi, dan menjadikan Manchester sebagai salah satu kawasan kota dengan pertumbuhan tercepat di Inggris.
Jalan kembali ke pusat kekuasaan terbuka pada Juni 2026 ketika ia memenangkan pemilihan sela parlemen untuk daerah Makerfield. Hanya sebulan kemudian, tepatnya pada 16 Juli 2026, ia terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh menggantikan Starmer yang mengundurkan diri pada 22 Juni setelah tekanan internal dan hasil buruk pada pemilihan lokal Mei. Karena sistem parlementer Inggris memungkinkan partai berkuasa mengganti pemimpinnya tanpa pemilihan umum, kemenangan Burnham di internal partai secara otomatis membawanya ke kursi perdana menteri. Pemilihan umum berikutnya sendiri diperkirakan baru akan digelar sekitar tiga tahun lagi.
Pidato Perdana Tanpa Podium dan Janji Pemutus Kebuntuan
Keputusan Burnham untuk berpidato tanpa mimbar menjadi simbol yang banyak dibahas. Dalam beberapa tahun terakhir, momen pidato darurat di depan podium justru identik dengan pergantian perdana menteri yang terlalu cepat. Dengan tampil tanpa catatan, ia ingin menegaskan tekad membawa stabilitas. Ia menyebut pemerintahannya sebagai pemutus sirkuit bagi Inggris yang akan menghadirkan perubahan terbesar dalam 40 tahun terakhir. Ia juga berjanji akan mengumumkan rencana sepuluh tahun untuk masa depan negara pada akhir tahun ini, mencakup pembangunan ekonomi baru dengan menempatkan kebutuhan pokok kehidupan kembali di bawah kendali publik.
Isu yang paling menonjol dalam pidato tersebut adalah komitmen untuk mengakhiri tunawisma jalanan. Ia menyatakan instruksi pertamanya setelah memasuki Downing Street adalah memerintahkan jajaran kementerian untuk menuntaskan persoalan tersebut. Kantor perdana menteri kemudian merilis keterangan resmi mengenai tambahan dana sebesar 340 juta pound selama lima tahun ke depan yang diambil dari anggaran departemen perumahan. Selain itu, ia menjanjikan bantuan langsung untuk biaya hidup mulai diumumkan pada Selasa berikutnya, pembangunan rumah susun dewan dalam jumlah besar, reformasi sistem pendidikan agar kaum muda lebih mudah masuk dunia kerja, serta komitmen mempertahankan belanja pertahanan dengan tetap mematuhi aturan fiskal mengenai pengeluaran dan utang negara.
Susunan Kabinet Baru Penuh Kejutan Politik
Pada hari pertama masa jabatannya, Burnham langsung menyusun tim inti pemerintahan. Langkah yang paling mengejutkan Westminster adalah penunjukan John Healey sebagai menteri keuangan. Keputusan itu berada di luar prediksi banyak pengamat karena Healey sebelumnya lebih dikenal di bidang pertahanan. Sementara itu, Rachel Reeves yang menjabat menteri keuangan di era Starmer memastikan diri mundur dan menolak tawaran jabatan lain di kabinet baru. Pergantian di pos bendahara negara itu menandai arah ekonomi berbeda yang ingin ditempuh Burnham dengan penekanan pada kendali publik dan perlindungan daya beli.
Untuk posisi diplomatik tertinggi, mantan menteri energi Ed Miliband dipromosikan menjadi menteri luar negeri. Penunjukan ini dipandang sebagai upaya memperkuat agenda iklim dan hubungan internasional. Di bidang dalam negeri, Shabana Mahmood dipercaya kembali menjabat sebagai menteri dalam negeri untuk menjaga keberlanjutan kebijakan keamanan dan imigrasi. Sekutu dekat Burnham, Louise Haigh, yang memimpin persiapan transisi menuju Downing Street, diberi peran ganda sebagai kepala Kantor Kabinet sekaligus wakil utama perdana menteri. Penunjukan pejabat di tingkat bawah kabinet dijadwalkan berlanjut pada hari berikutnya untuk melengkapi struktur pemerintahan.
Tantangan Ekonomi dan Sorotan Diplomasi Global
Burnham mewarisi tantangan yang tidak ringan dan mirip dengan yang dihadapi pendahulunya. Biaya hidup yang terus menanjak, pertumbuhan ekonomi yang lambat, serta hubungan yang dinamis dengan Amerika Serikat menjadi ujian awal. Ia juga harus mengelola dampak jangka panjang keputusan keluar dari Uni Eropa yang menyusutkan skala ekonomi dan memicu kekecewaan terhadap kelas penguasa. Starmer sendiri dalam pidato perpisahannya menyatakan telah membawa partai dari kekalahan telak 2019 menuju kemenangan telak 2024 dan merasa meninggalkan Inggris yang lebih kuat dan adil, meski popularitas pribadinya merosot karena dinilai belum menghadirkan perubahan nyata dan sempat terseret kontroversi penunjukan duta besar untuk Washington.
Dari sisi luar negeri, perhatian tertuju pada sinyal kebijakan energi Burnham terkait kemungkinan pelonggaran larangan pengeboran minyak dan gas baru di Laut Utara. Isu tersebut bahkan mendapat pujian terbuka dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui media sosial. Pada hari pertama menjabat, Burnham langsung melakukan pembicaraan telepon dengan Trump untuk menegaskan komitmen pertahanan dan keamanan, termasuk pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz demi rantai pasok global dan penurunan biaya bagi keluarga. Ia juga berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan mengundangnya berkunjung ke London sambil menegaskan dukungan penuh yang tidak berubah terhadap Kyiv, termasuk tekanan terhadap Rusia. Komitmen serupa disampaikan dalam percakapan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Gelombang ucapan selamat datang dari para pemimpin Eropa, antara lain dari Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin yang berharap memperkuat hubungan London, Dublin, dan Uni Eropa, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz yang mengundang Burnham melakukan kunjungan resmi pertama ke Berlin. Dengan latar kelahiran di kawasan utara Inggris yang identik dengan kelas pekerja, gaya komunikasi yang membumi, aktivitas sebagai penggiat musik indie Manchester, serta popularitas tinggi dalam berbagai jajak pendapat, Burnham kini memikul ekspektasi besar untuk mengubah ketidakstabilan menjadi era pemerintahan yang bertahan lama dan membawa perbaikan nyata bagi warga biasa.
Comments (0)