Amri/Nita Tembus Semifinal, Dua Ganda Indonesia Gugur di BWF 2026

Skor akhir 21-18, 17-21, 21-16. Tiga angka itulah yang mengantar ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, menembus semifinal BWF World Championships 2026. Kemenangan tiga gim yang ...

Aug 24, 2026 - 08:51
0 0
Amri/Nita Tembus Semifinal, Dua Ganda Indonesia Gugur di BWF 2026

Skor akhir 21-18, 17-21, 21-16. Tiga angka itulah yang mengantar ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, menembus semifinal BWF World Championships 2026. Kemenangan tiga gim yang baru tuntas pada menit ke-63 ini sekaligus menjadi penyelamat kebanggaan Merah Putih di tengah kabar kurang baik dari sektor ganda putri. Dua wakil Indonesia, Ana/Trias dan Rachel/Febi, harus mengakhiri langkah mereka lebih awal di hari yang sama.

Amri/Nita tampil konsisten sepanjang turnamen dengan tiga kemenangan beruntun. Catatan mereka pun mentereng: 38 smash on target, 12 poin langsung dari penguasaan area depan net, dan rasio kemenangan 78 persen pada reli panjang di atas 15 pukulan. Duo asuhan pelatih nasional itu menurunkan komposisi starter yang sama sejak babak pertama, sinyal kepercayaan penuh pada racikan strategi mereka.

Amri/Nita: Comeback Ganas di Gim Penentu

Menit ke-12 gim pertama menjadi penanda kualitas Nita. Dari posisi depan net, ia melepaskan assist sempurna yang disambar Amri menjadi smash keras ke sisi kosong pertahanan lawan. Pola formasi 1-1 di depan net itu menjadi senjata andalan mereka sepanjang gim pembuka, cukup untuk memenangi set dengan 21-18 meski lawan sempat menyamakan kedudukan di 18-18 sebelum tiga poin beruntun Amri menutup laga.

Gim kedua menjadi titik terlemah. Kehilangan konsentrasi di momen krusial membuat Amri/Nita tertinggal sejak menit ke-31 dan menyerah 17-21. Sempat muncul kekhawatiran, namun di gim penentu Amri/Nita membalikkan keadaan. Rentetan enam poin beruntun di pertengahan gim ketiga menjadi pembeda, dipicu perubahan formasi menjadi 0-2 di lini belakang untuk meredam agresivitas lawan.

Penampilan Nita di area depan net layak diberi nilai tertinggi. Ia memenangi duel-duel pendek, membaca arah drop shot lawan, dan memaksa lawan melakukan banyak kesalahan sendiri. Pelatih pun tak pelit memuji.

Kami percaya pada kerja keras mereka. Gim ketiga adalah bukti kedewasaan Amri/Nita dalam mengelola tekanan di panggung dunia, dan saya harap itu berlanjut di semifinal.

Ana/Trias: Keunggulan Awal Tak Cukup

Kabar kurang menyenangkan datang dari Ana/Trias yang kalah di babak perempat final. Unggulan kelima Indonesia itu sempat menguasai gim pertama dengan penguasaan tempo yang baik, namun lawan berbalik menekan lewat serangan cepat dari sisi forehand. Skor akhir 21-16, 18-21, 14-21 menandaskan kegagalan mereka merebut tiket semifinal.

Yang paling menyakitkan, Ana/Trias unggul 14-10 di gim penentu sebelum kehilangan sepuluh poin beruntun. Keputusan menyerang yang terlalu terburu-buru, plus dua kesalahan servis di momen genting, membuat mereka kehilangan kendali. Shots on target Ana/Trias hanya 21, jauh di bawah rata-rata penampilan mereka di babak sebelumnya. Tidak ada kartu kuning dalam laga itu, tetapi tekanan mental jelas terlihat dari bahasa tubuh keduanya.

Rachel/Febi: Dikandaskan Unggulan dalam Dua Gim

Nasib serupa dialami Rachel/Febi yang tersingkir lebih cepat. Menghadapi unggulan kedua, mereka kesulitan sejak awal dan harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 15-21, 12-21 hanya dalam 38 menit. Selisih 15 poin itu menggambarkan dominasi lawan yang nyaris tanpa cela di dua gim.

Formasi bertahan yang dicoba Rachel/Febi tak mampu membendung variasi serangan lawan. Persentase pengembalian servis mereka hanya 61 persen, sementara lawan mencetak 19 poin dari smash langsung. Satu-satunya momen perlawanan datang di tengah gim kedua ketika Rachel memenangi lima poin beruntun, tetapi keunggulan itu segera tergerus. Satu keputusan hakim garis sempat memicu tantangan review teknologi, dan layar besar memperlihatkan shuttle diputus masuk.

Semifinal: Panggung Pembuktian Amri/Nita

Dengan tersisihnya Ana/Trias dan Rachel/Febi, Amri/Nita menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di nomor ganda campuran. Mereka dijadwalkan tampil di semifinal dengan modal percaya diri tinggi, terlebih performa di gim penentu perempat final menunjukkan kapasitas mereka menang di bawah tekanan. Kans itu terbuka lebar mengingat konsistensi permainan mereka sepanjang pekan ini.

Tekanan kini ada di pundak Amri/Nita. Melawan unggulan atas, mereka butuh disiplin penuh di sepanjang reli, menjaga keunggulan saat memimpin, dan tidak mengulangi kehilangan fokus seperti di gim kedua kemarin. Satu tiket semifinal dari sektor ganda campuran tetap menjaga peluang Indonesia meraih medali di BWF World Championships 2026.

Semua mata kini tertuju pada Amri/Nita — akankah mereka menuntaskan misi membawa pulang medali ke Tanah Air? Jawabannya akan ditentukan di atas lapangan, pukulan demi pukulan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User