Alwi Farhan Tembus 32 Besar Usai Kalahkan Yoo Tae Bin

Skor akhir 21-18, 19-21, 21-15 untuk kemenangan Alwi Farhan. Tunggal putra Indonesia itu menuntaskan perlawanan sengit wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, pada babak 64 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis...

Alwi Farhan Tembus 32 Besar Usai Kalahkan Yoo Tae Bin

Skor akhir 21-18, 19-21, 21-15 untuk kemenangan Alwi Farhan. Tunggal putra Indonesia itu menuntaskan perlawanan sengit wakil Korea Selatan, Yoo Tae Bin, pada babak 64 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Senin (17/8/2026) siang WIB. Duel berdurasi 74 menit itu berakhir dengan dramatis ketika Alwi menutup gim penentu lewat smash forehand silang yang tak mampu dijangkau lawan.

Gim Pertama: Alwi Mencuri Interval, Yoo Terus Memburu

Menit ke-8 pertandingan, Alwi yang tampil dengan pola menyerang sejak servis pertama langsung menunjukkan intensitas tinggi. Ia mengambil inisiatif dengan rally panjang, memaksa Yoo bertahan di sisi belakang lapangan. Penguasaan lapangan pada gim pertama tercatat 58 persen milik Alwi, dan ia memanfaatkannya dengan serangan forehand yang konsisten ke sudut-sudut lapangan.

Interval gim pertama ditutup dengan keunggulan 11-8. Yoo Tae Bin, pemain bertipe defensif dengan pertahanan kokoh, berulang kali mencoba membalikkan keadaan lewat netting dan lob akurat. Namun Alwi menjawab setiap percobaan itu dengan drive cepat dan drop shot menipu. Pada menit ke-21, Alwi melepas smash dengan kecepatan tercatat 396 km/jam yang membuat penonton di Indira Gandhi Arena bergemuruh. Ia menutup gim pertama 21-18 setelah Yoo gagal mengembalikan pukulan netting mati Alwi. Sepanjang gim ini, Alwi mencatat 9 smash winner berbanding 4 milik lawan.

Gim Kedua: Yoo Tae Bin Membalas dengan Kesabaran

Yoo Tae Bin bukan pemain yang mudah menyerah. Masuk gim kedua, ia mengubah ritme dengan memperlambat tempo: lebih banyak lob tinggi, pukulan backhand defensif, dan netting pendek yang memaksa Alwi mengangkat bola. Strategi itu mulai bekerja. Pada menit ke-33, Yoo berbalik memimpin 11-9 saat interval, dan penguasaan lapangan berpindah ke pihak Korea Selatan dengan angka 54 persen.

Alwi sempat bangkit dan menyamakan kedudukan 15-15, bahkan memegang game point lebih dulu di angka 19-18. Namun dua kesalahan sendiri yang tidak perlu — pukulan keluar dan netting yang menyangkut di net — membuat Yoo merebut dua poin beruntun dan menutup gim kedua dengan skor 21-19. Statistik mencatat Alwi melakukan 7 unforced error di gim ini, jauh lebih banyak dibanding 3 pada gim pembuka. Kedudukan pun imbang 1-1, dan segalanya ditentukan di gim ketiga.

Gim Penentu: Mental Baja di Titik Kritis

Gim ketiga berjalan dengan tensi luar biasa. Menit ke-57, terjadi rally terpanjang pertandingan dengan 38 pukulan yang berakhir setelah Yoo melakukan pukulan ke net. Poin itu mengantarkan Alwi ke interval dengan keunggulan 11-5. Pada titik ini, stamina lawan mulai menurun dan Alwi memanfaatkan celah dengan meninggalkan pola rally panjang, mengganti serangan ke smash-smash keras dan pukulan silang pendek.

Sepanjang gim penentu, Alwi memproduksi 12 smash winner — jumlah terbanyak dalam satu gim sepanjang laga. Yoo Tae Bin mencoba bangkit dari 15-19 dengan dua poin beruntun, tetapi Alwi menutup perlawanan itu dengan dua pukulan tajam: smash forehand dan drive backhand lintas lapangan. Skor 21-15 menuntaskan laga, dan Alwi mengangkat tangan tanda kemenangan di tengah sorak sorai pendukung Indonesia.

“Ini kemenangan yang dibangun dari kesabaran. Alwi tidak panik ketika gim kedua lepas, dan justru naik level di gim penentu. Kami tahu Yoo Tae Bin punya pertahanan bagus, jadi kuncinya adalah konsisten menekan tanpa membuat kesalahan sendiri,” ujar pelatih tunggal putra PBSI usai pertandingan.

Analisis Statistik dan Modal ke Babak 32 Besar

Jika dihitung keseluruhan, Alwi unggul telak dalam berbagai indikator penyerangan. Total smash winner ia koleksi 27, hampir dua kali lipat milik Yoo Tae Bin yang hanya 14. Dari sisi ketenangan, Yoo mencatat 24 unforced error berbanding 19 milik Alwi — selisih yang justru menjadi pembeda di gim-gim krusial. Penguasaan lapangan keseluruhan juga berpihak pada Alwi dengan 55 persen, sejalan dengan agresivitasnya yang meningkat di setiap akhir gim.

Kemenangan ini juga mengukuhkan tren positif Alwi di ajang Kejuaraan Dunia. Ia tercatat hanya kehilangan satu gim dalam dua laga pertamanya di turnamen, sebuah sinyal bahwa kondisi fisik dan variasi permainannya sedang berada di titik terbaik. Catatan bersih tanpa kartu kuning atau masalah kedisiplinan di lapangan juga menjadi nilai plus tersendiri bagi performanya.

Jalan Berikutnya di New Delhi

Dengan hasil ini, Alwi Farhan resmi melaju ke babak 32 besar dan akan berhadapan dengan lawan yang baru ditentukan dari pertandingan sektor lain. Pertaruhannya jelas: setiap laga berikutnya akan semakin berat, dan lawan-lawan dengan postur menyerang seperti dirinya mulai bermunculan di peta persaingan. Namun modal yang ia tunjukkan di Indira Gandhi Arena — ketenangan, variasi pukulan, dan kemampuan membaca pertahanan lawan — adalah fondasi yang membuat peluangnya di New Delhi terbuka lebar. Laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi sang tunggal putra Indonesia.

Skor akhir 2-1 untuk Alwi Farhan. Langkah berikutnya menunggu di babak 32 besar, dan seluruh mata tertuju pada pebulutangkis muda kebanggaan Indonesia itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User