Aksi Zubimendi Warnai Kemenangan Arsenal atas Everton di Liga Inggris
LONDON — Skor akhir 2-1 menghiasi papan skor Emirates Stadium setelah Arsenal menjalani duel sengit melawan Everton dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Minggu (15/3/2026). Martin Zubimendi menjad...
LONDON — Skor akhir 2-1 menghiasi papan skor Emirates Stadium setelah Arsenal menjalani duel sengit melawan Everton dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Minggu (15/3/2026). Martin Zubimendi menjadi tokoh utama setelah golnya di menit ke-78 memastikan tiga poin bagi tuan rumah, sekaligus membayar kepercayaan pelatih yang kembali menempatkannya sebagai jangkar lini tengah.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Hasil
The Gunners membuka laga dengan formasi 4-3-3 fluid, sementara The Toffees merespons lewat blok pertahanan 4-5-1 yang rapat. Sejak peluit awal, penguasaan bola mutlak milik Arsenal dengan angka 64 persen di babak pertama. Namun, pertahanan disiplin Everton membuat peluang emas sulit tercipta. Martin Zubimendi sudah menunjukkan kelasnya sebagai pengatur tempo — 47 umpan sukses dari 52 percobaan — tetapi lini depan Arsenal kerap terperangkap offside.
Kejutan datang di menit ke-19. Sebuah serangan balik cepat Everton yang dimotori Dwight McNeil berhasil memecah kebuntuan. Umpan silang datar dari sisi kiri disambar Dominic Calvert-Lewin dengan tandukan keras yang tak mampu dijangkau David Raya. Skor 0-1. Stadion sempat senyap, namun anak asuh Mikel Arteta tidak panik. Mereka terus menekan, dan Zubimendi nyaris menyamakan kedudukan melalui tendangan voli dari luar kotak penalti di menit ke-31, sayang bola membentur mistar.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan tipis tim tamu. Statistik tembakan tepat sasaran berbicara 3-2 untuk Arsenal, namun Everton lebih efektif. Arteta butuh perubahan di paruh kedua.
Martin Zubimendi: Kunci Kebangkitan
Arsenal keluar dari ruang ganti dengan intensitas lebih tinggi. Masuknya Gabriel Martinelli menambah daya gedor di sepertiga akhir. Gol penyama akhirnya lahir pada menit ke-54. Sebuah skema sepak pojok pendek dieksekusi sempurna: Bukayo Saka mengirim umpan ke mulut gawang, dan William Saliba menanduk bola ke sudut kiri bawah. Kedudukan 1-1.
Namun panggung sesungguhnya milik Zubimendi. Sepanjang babak kedua, pemain internasional Spanyol itu mencatat akurasi umpan 92 persen, 3 tekel bersih, dan 2 intersep penting yang memutus aliran serangan balik lawan. Perannya sebagai poros ganda bersama Declan Rice membuat Everton sulit mengembangkan permainan.
Aksi krusialnya terjadi di menit ke-78. Dari sirkulasi bola sekitar 20 meter dari gawang, Zubimendi tiba-tiba melepaskan tendangan melengkung kaki kanan yang mengarah ke tiang jauh. Bola bersarang di pojok kiri atas gawang Jordan Pickford tanpa bisa dijangkau. Emirates bergemuruh. Gol itu adalah buah dari kerja kerasnya yang tidak kenal lelah: ia berlari 11,2 kilometer dalam pertandingan ini, tertinggi di antara pemain Arsenal.
Statistik Utama dan Analisis Taktik
Secara keseluruhan, Arsenal unggul penguasaan bola dengan 61,7 persen dan mencatat 8 tembakan tepat sasaran berbanding 3 milik Everton. Pelanggaran terbilang minim — hanya dua kartu kuning untuk tim tamu akibat tekel keras di menit ke-62 dan ke-84. VAR sempat meninjau insiden potensi penalti di menit ke-72 saat Martinelli terjatuh di kotak terlarang, namun wasit memutuskan tidak ada kontak signifikan.
Dari sisi taktik, penempatan Zubimendi sebagai gelandang jangkar yang sedikit lebih maju di babak kedua merupakan langkah brilian Arteta. Sang pemain tidak hanya berfungsi sebagai pemutus serangan, tetapi juga menjadi kreator kedalaman. Data mencatat 3 umpan kunci dan 1 dribel sukses darinya, angka yang tak biasa untuk gelandang bertahan. Duetnya dengan Rice semakin padu: Rice berkonsentrasi sebagai ball-winner, sementara Zubimendi mengambil tanggung jawab transisi ofensif.
Everton sendiri kembali gagal mencuri poin di kandang tradisional. Formasi defensif Jordan Pickford yang melakukan 6 penyelamatan tetap tak mampu membendung gelombang serangan Arsenal. Calvert-Lewin hanya mencatat 1 tembakan sepanjang laga selain golnya, menggambarkan betapa terisolasinya lini depan tim tamu.
Komentar Pelatih dan Jalan Selanjutnya
"Saya tahu Martin memiliki kemampuan mencetak gol dari lini kedua, dan malam ini dia membuktikan itu. Lebih dari sekadar gol, kontribusinya dalam menjaga keseimbangan permainan sangat penting. Kami memiliki salah satu gelandang paling lengkap di liga saat ini,"
Kemenangan ini menjaga posisi Arsenal di zona Liga Champions, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang. Sementara bagi Everton, kekalahan ini membuat mereka semakin dekat dengan zona degradasi, dan manajemen harus segera mencari solusi untuk meningkatkan produktivitas serangan. Pertandingan berikutnya menanti; Arsenal akan melawat ke markas rival sekota, sementara Everton harus menyambut tim papan tengah dengan optimisme baru.
Comments (0)