Akademi Persib Bandung Juara All-Stars U-18 lewat Kemenangan Dramatis atas Putri Garut
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Akademi Persib Bandung atas Putri Garut dalam partai puncak kategori U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 menjadi penutup yang sempurna bagi turnamen yang m...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Akademi Persib Bandung atas Putri Garut dalam partai puncak kategori U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 menjadi penutup yang sempurna bagi turnamen yang menyajikan bakat-bakat muda terbaik Jawa Barat. Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-89 melalui sepakan first-time Rizka Amalia dari dalam kotak penalti, memanfaatkan umpan tarik terukur Sari Nurmala di sisi kanan. Stadion yang dipadati lebih dari 3.500 penonton itu pun meledak, memastikan Akademi Persib Bandung menggondol trofi setelah sempat tertinggal lebih dulu.
Laga yang dipimpin wasit Dian Permatasari ini mempertemukan dua tim dengan rekor impresif sepanjang musim. Akademi Persib Bandung melaju ke final dengan status juara grup A, tak terkalahkan dengan 24 gol dalam enam laga dan hanya kebobolan tiga. Sementara Putri Garut, sang wakil dari timur, mengukir clean sheet di empat laga terakhir mereka, menunjukkan kedewasaan organisasi pertahanan yang jarang dimiliki tim selevel usia ini.
Babak Pertama: Kejutan dari Sisi Timur
Sejak peluit tanda mulai dibunyikan, Putri Garut langsung mengejutkan dengan formasi 4-3-3 agresif yang menekan tinggi. Strategi ini sukses membungkam pergerakan gelandang serang utama Akademi Persib, Nadia Fitrianti, yang kerap menjadi kreator serangan. Hasilnya, penguasaan bola Akademi Persib yang biasanya dominan, hanya mencatatkan 49 persen pada 30 menit awal—data ini tercatat oleh tim analisis pertandingan.
Fisik para pemain Putri Garut terlihat lebih prima dalam duel lini tengah. Menit ke-18, sebuah eksekusi tendangan bebas dari jarak 23 meter yang dilepaskan oleh Mega Wulandari gagal diantisipasi kiper Syifa Khairunnisa. Bola meluncur deras ke sudut kiri bawah gawang, skor 0-1 untuk Putri Garut. Sepanjang paruh pertama, tercatat shots on target Putri Garut mencapai tiga, berbanding hanya satu dari Akademi Persib yang via sundulan Rizka Amalia di menit 39 masih bisa ditangkap kiper Lilis Setiani.
Tekanan tanpa bola yang rapi dari lini depan Putri Garut memaksa bek tengah Akademi Persib, Putri Awalia dan Dea Octaviani, beberapa kali melakukan sapuan tanpa arah. Kartu kuning pertama laga ini diberikan kepada Siti Julaeha dari Putri Garut pada menit 41 setelah protes keras kepada wasit.
Babak Kedua: Rotasi dan Momentum Purwakarta
Tak ingin pulang dengan kekalahan, pelatih Akademi Persib Bandung, Dudi Setiadi, melakukan dua perubahan sekaligus di menit ke-55 dengan memasukkan Indah Permatasari dan Yuni Safitri sebagai tandem baru di lini serang. Rotasi ini langsung meningkatkan intensitas serangan. Selisih penguasaan bola pun berbalik 180 derajat; Akademi Persib mencatatkan 58 persen penguasaan bola pada 25 menit kedua dan menembak enam kali ke arah gawang.
Gol penyeimbang hadir di menit ke-66 melalui set-piece. Umpan sudut Nadia Fitrianti melambung akurat ke tiang jauh dan disambut sundulan terarah Putri Awalia yang naik membantu serangan. Skor 1-1. Kapten Akademi Persib, Sari Nurmala, yang bermain sebagai bek kanan, menjelma ancaman konstan dengan tusukan-tusukan dinamis dari sisi sayap.
Putri Garut merespons dengan menurunkan dua bek dan mengubah pola menjadi 5-4-1 untuk mempertahankan hasil. Strategi parkir bus ala pelatih Dadang Hidayat ini hampir berhasil jika bukan karena inisiatif individu Sari Nurmala pada menit 89. Setelah melewati dua pemain, ia melepaskan tarikan bola mendatar yang diselesaikan dengan dingin oleh Rizka Amalia di tiang dekat—assist kedelapan Sari sepanjang turnamen ini.
Pemain Terbaik dan Statistik Kunci
Gelar pemain terbaik laga final diberikan kepada Sari Nurmala, yang selain satu assist, juga mencatatkan 87 persen akurasi operan, tiga dribel sukses, dan empat tekel bersih. Sementara di kubu Putri Garut, bomber Mega Wulandari tetap menunjukkan ketajamannya dengan satu gol dan tiga tembakan tepat sasaran, menambah koleksinya menjadi 11 gol dalam 8 laga—mengukuhkannya sebagai top scorer turnamen.
Sepanjang 90 menit, Akademi Persib melepaskan total 12 tembakan (6 on target), sedangkan Putri Garut 9 tembakan (4 on target). Pelanggaran total mencapai 24 kali, dengan masing-masing tim menerima satu kartu kuning. Pertandingan yang berlangsung bersih tanpa intervensi VAR ini mencatatkan offside hanya satu kali, melibatkan pemain Putri Garut pada menit 74 yang menggagalkan kans emas dari serangan balik.
Formasi starting XI Akademi Persib: Syifa (GK), Sari, Putri, Dea, Dinda, Nadia (C), Fitri, Rani, Lingga, Rizka, Astri. Sementara Putri Garut: Lilis (GK), Pipit, Rina, Siti, Yani, Yuli, Mega, Tuti, Neng, Ai, Euis. Pelatih Dudi Setiadi memakai formasi 4-2-3-1 yang fleksibel bergerak menjadi 3-4-3 ketika menyerang, sementara Dadang Hidayat awalnya 4-3-3 lalu berubah ke 5-4-1 di akhir pertandingan.
"Saya sangat bangga dengan bagaimana tim merespons setelah tertinggal. Putri Garut bermain luar biasa, tetapi kami telah mempersiapkan skenario bangkit dan alhamdulillah Sari dan Rizka tampil sebagai pembeda," ujar Dudi Setiadi seusai pertandingan.
Kemenangan ini sekaligus menjadi penegas dominasi Akademi Persib Bandung di level kelompok umur, setelah sebelumnya mereka juga menyabet gelar di kompetisi U-16 regional. Untuk Putri Garut, pencapaian finis sebagai runner-up tetap menjadi sejarah tersendiri yang patut dirayakan, sekaligus pembuktian bahwa persepakbolaan putri di daerah terus menghasilkan talenta yang mampu bersaing di panggung nasional.
Comments (0)