Air Mata Irianto dan Mahkota Raja Piala Presiden 2026 Milik Persebaya

Skor akhir 3-1 untuk Persebaya Surabaya atas Persija Jakarta pada final Piala Presiden 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu malam, ditutup dengan pemandangan emosional: sang kapten, Rachmat ...

Aug 07, 2026 - 18:49
0 0
Air Mata Irianto dan Mahkota Raja Piala Presiden 2026 Milik Persebaya

Skor akhir 3-1 untuk Persebaya Surabaya atas Persija Jakarta pada final Piala Presiden 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu malam, ditutup dengan pemandangan emosional: sang kapten, Rachmat Irianto, menangis di pelukan rekan-rekannya sesaat setelah peluit panjang berbunyi. Air mata itu bukan sekadar kelegaan — itu penanda bahwa Persebaya resmi menjadi tim tersukses dalam sejarah turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia ini.

Gol-gol Bajul Ijo dicetak oleh Francisco Rivera (menit ke-18), Rachmat Irianto (menit ke-67), dan Bruno Moreira (menit ke-89). Satu-satunya balasan Macan Kemayoran lahir lewat sundulan Gustavo Almeida menit ke-41. Statistik akhir mencatat penguasaan bola 56 persen berbanding 44 persen untuk Persebaya, dengan shots on target 8 berbanding 3.

Babak Pertama: Persebaya Menekan, Persija Menyelinap

Pelatih Paul Munster menurunkan formasi 4-3-3 dengan Irianto berperan sebagai gelandang bertahan sekaligus metronom permainan dalam starting XI. Sejak kick-off, pressing tinggi Persebaya membuat lini belakang Persija yang dikawal formasi 4-2-3-1 tak nyaman membangun serangan dari bawah.

Menit ke-18, publik Bonek meledak. Umpan silang mendatar Bruno Moreira dari sisi kiri disambut sontekan first-time Rivera yang bersarang di pojok kanan gawang. Skor 1-0. Namun Persija merespons lewat skema bola mati: menit ke-41, sepak pojok disundul Almeida yang lolos dari penjagaan, menyamakan kedudukan 1-1 hingga turun minum. Babak pertama ditutup Persebaya dengan 5 shots on target dari 11 percobaan, sementara Persija hanya melepaskan 2 tembakan tepat sasaran.

Babak Kedua: Sang Kapten Menjadi Penentu

Momen paling emosional lahir menit ke-67. Berawal dari tendangan sudut yang dilepaskan Rivera, Irianto melepaskan diri dari kawalan, melompat paling tinggi di kotak penalti, dan menanduk bola keras ke sudut gawang. 2-1 untuk Persebaya. Sang kapten berlari ke sudut lapangan sambil menunjuk lambang Persebaya di dadanya, disambut gemuruh puluhan ribu Bonek yang memadati tribun.

Persija berusaha menyamakan skor lewat pergantian dua penyerang sekaligus, tetapi lini tengah Persebaya yang digalang Irianto tampil luar biasa disiplin — mencatat 14 tekel sukses dan 9 intersep sepanjang laga. Petaka bagi Macan Kemayoran datang menit ke-89: serangan balik cepat diakhiri Bruno Moreira dengan tembakan mendatar ke tiang jauh, mengunci skor 3-1 sekaligus memastikan trofi ketiga Persebaya di ajang ini. Wasit sempat mengecek VAR atas dugaan offside, namun gol dinyatakan sah.

Data dan Fakta di Balik Dominasi Bajul Ijo

Angka-angka laga menegaskan superioritas Persebaya: total 19 tembakan berbanding 7, sepak pojok 7 berbanding 2, dan akurasi umpan 84 persen. Irianto sendiri membukukan 92 persen akurasi umpan, 1 gol, 4 tekel sukses, dan 3 duel udara dimenangi — paket lengkap yang membuatnya layak diganjar penghargaan pemain terbaik final. Kiper Persebaya juga mencatatkan 2 penyelamatan krusial di babak kedua untuk menjaga keunggulan timnya.

"Saya bilang kepada para pemain, mainlah dengan hati tetapi tetap berpikir dingin. Malam ini mereka melakukan keduanya. Rachmat adalah pemimpin sejati — golnya mengubah segalanya," ujar pelatih Persebaya, Paul Munster, dalam konferensi pers usai laga.

Bagi Irianto, trofi ini terasa sangat personal. Pemain jebolan akademi Persebaya itu kini mengoleksi status istimewa: kapten sekaligus pencetak gol penentu di partai puncak. "Sejak kecil saya bermimpi mengangkat piala untuk klub ini. Malam ini mimpi itu menjadi nyata, dan saya tidak bisa menahan air mata," katanya dengan suara bergetar di zona mixed, masih mengenakan medali emas di lehernya.

Rekor Rating Televisi Ikut Pecah

Keberhasilan Persebaya tidak hanya mengguncang lapangan, tetapi juga layar kaca. Laga final ini dilaporkan mencatat TVR tertinggi sepanjang sejarah Piala Presiden, menembus angka 8,7 dengan audience share 42 persen — melampaui rekor final edisi-edisi sebelumnya. Puncak penonton terjadi tepat saat Irianto mengangkat trofi, ketika jutaan pasang mata di seluruh Indonesia menyaksikan sang kapten tak kuasa membendung tangis bahagianya.

Dengan gelar ketiga ini, Persebaya kini berdiri sendirian di puncak daftar peraih trofi terbanyak Piala Presiden — pantas menyandang predikat raja dari segala raja turnamen. Bagi Bonek dan Bonita, malam di Senayan itu akan dikenang lama: malam ketika air mata seorang kapten menjadi simbol supremasi baru sepak bola Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User