AC Milan Tundukkan Torino, Fofana Jadi Penentu
Skor akhir 2-1 untuk AC Milan atas Torino di pekan ke-30 Liga Italia 2025/2026 yang digelar di Stadion San Siro, Minggu (22/3/2026). Kemenangan ini mengangkat posisi Milan ke peringkat kedua klasemen ...
Skor akhir 2-1 untuk AC Milan atas Torino di pekan ke-30 Liga Italia 2025/2026 yang digelar di Stadion San Siro, Minggu (22/3/2026). Kemenangan ini mengangkat posisi Milan ke peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 62 poin, sementara Torino tertahan di posisi ke-11 dengan 38 poin. Laga berjalan sengit sejak menit awal, dengan kedua tim menampilkan intensitas tinggi di lini tengah.
Milan memulai pertandingan dengan formasi 4-2-3-1 yang diinstruksikan pelatih untuk menekan sejak awal. Starting XI tuan rumah menurunkan duet lini tengah Youssouf Fofana dan Tijjani Reijnders, sementara Torino merespons dengan skema 3-4-2-1 yang mengandalkan serangan balik cepat. Penguasaan bola babak pertama tercatat 58 persen untuk Milan berbanding 42 persen milik Torino, dengan total shots on target masing-masing tiga dan dua.
Babak Pertama: Dominasi Milan dan Gol Pembuka
Menit ke-17, Milan membuka keunggulan melalui sundulan Rafael Leao setelah menerima umpan silang terukur dari Christian Pulisic. Gol tersebut berawal dari pergerakan Theo Hernandez di sisi kiri yang menarik dua pemain bertahan Torino, menciptakan ruang bagi Pulisic untuk melepaskan crossing. Kiper Torino, Vanja Milinkovic-Savic, sempat berusaha menepis, tetapi bola sudah melewati garis gawang sebelum ia sempat menjangkau.
Torino tidak tinggal diam. Menit ke-29, mereka menyamakan kedudukan lewat aksi individu Nikola Vlasic yang melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola melengkung ke sudut kanan gawang Milan tanpa mampu dijangkau Mike Maignan. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama mencatat Milan melepaskan 8 tembakan dengan 3 shots on target, sedangkan Torino 5 tembakan dengan 2 shots on target. Pelanggaran tercatat 7 untuk Torino dan 5 untuk Milan, dengan satu kartu kuning diberikan kepada bek Torino, Ricardo Rodriguez, pada menit ke-41 akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan balik.
Babak Kedua: Fofana Menjadi Pembeda
Memasuki babak kedua, Milan meningkatkan intensitas pressing. Menit ke-58, Youssouf Fofana akhirnya mencetak gol kemenangan setelah memanfaatkan bola rebound dari tembakan Reijnders yang diblok bek Torino. Fofana berada di posisi yang tepat di depan kotak penalti dan melepaskan tendangan rendah ke sisi kiri gawang. Gol tersebut menjadi assist keduanya di musim ini sekaligus menegaskan perannya sebagai gelandang box-to-box yang produktif.
Torino berusaha merespons dengan memasukkan dua pemain segar pada menit ke-65, mengubah formasi menjadi 4-2-4 untuk menambah daya gedor. Namun, lini belakang Milan yang dikawal Fikayo Tomori dan Matteo Gabbia tampil disiplin. Menit ke-74, Torino sempat mencetak gol melalui Duvan Zapata, tetapi wasit menganulirnya setelah intervensi VAR karena offside terdeteksi pada proses build-up serangan. Keputusan itu menuai protes dari bangku cadangan Torino, namun wasit tetap pada keputusannya.
Menit ke-82, Milan nyaris menggandakan keunggulan melalui serangan balik cepat. Leao berlari dari tengah lapangan, melewati dua pemain bertahan, dan melepaskan tembakan yang masih membentur tiang gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta. Skor akhir 2-1 untuk Milan.
Analisis Statistik dan Dampak Klasemen
Secara keseluruhan, Milan mendominasi penguasaan bola dengan 56 persen berbanding 44 persen milik Torino. Tuan rumah melepaskan total 15 tembakan dengan 6 shots on target, sementara Torino 9 tembakan dengan 4 shots on target. Akurasi umpan Milan mencapai 87 persen, sedangkan Torino 81 persen. Dari sisi disiplin, Torino menerima tiga kartu kuning, sementara Milan hanya satu. Clean sheet tidak tercipta di laga ini, tetapi Maignan mencatat tiga penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan krusial di menit ke-88.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif Milan dalam lima laga terakhir dengan empat kemenangan dan satu imbang. Fofana yang mencetak gol kemenangan sekaligus mencatatkan 92 persen akurasi umpan dan 4 tekel sukses menjadi pemain terbaik versi statistik pertandingan. Sementara bagi Torino, kekalahan ini menjadi pukulan dalam upaya mereka menjauh dari zona tengah klasemen.
"Kami bermain dengan disiplin tinggi, terutama di babak kedua. Fofana menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang modern yang mampu bertahan dan menyerang. Namun, kami masih perlu memperbaiki penyelesaian akhir karena beberapa peluang emas terbuang," ujar pelatih AC Milan dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Dengan hasil ini, Milan terus menempel ketat pemuncak klasemen dan menjaga peluang juara tetap terbuka. Torino harus segera bangkit karena pekan depan akan menghadapi lawan berat di kandang sendiri. Laga ini menjadi bukti bahwa kedalaman skuad dan efektivitas serangan balik masih menjadi kunci di kompetisi seketat Liga Italia musim ini.
Comments (0)