AC Milan Taklukkan Torino 2-1 dalam Laga Sengit Serie A

Skor akhir: Torino 1–2 AC Milan. Menit ke-67, Christian Pulisic melepaskan tembakan first-time yang menyusuri pojok bawah gawang Vanja Milinković-Savić dan mengunci tiga poin emas bagi I Rossoneri...

Aug 24, 2026 - 11:44
0 0
AC Milan Taklukkan Torino 2-1 dalam Laga Sengit Serie A

Skor akhir: Torino 1–2 AC Milan. Menit ke-67, Christian Pulisic melepaskan tembakan first-time yang menyusuri pojok bawah gawang Vanja Milinković-Savić dan mengunci tiga poin emas bagi I Rossoneri di Stadio Olimpico Grande Torino. Jangan tertipu oleh selisih satu gol saja — laga ini berlangsung hidup sejak menit pertama, mempertemukan blok pertahanan rapat khas Torino dengan penguasaan bola dominan milik Milan.

Babak Pertama: Penguasaan Bola vs Efisiensi Serangan Balik

Pelatih tamu menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Tijjani Reijnders dan Youssouf Fofana sebagai double pivot, sementara Theo Hernandez aktif naik di sisi kiri untuk melebarkan permainan Rafael Leão. Di kubu tuan rumah, Torino tampil memakai 3-5-2 yang dirancang menutup ruang di lini tengah dan mengandalkan transisi cepat melalui sayap. Hasilnya langsung terlihat: pada 45 menit pertama, Milan menguasai bola hingga 64 persen, tetapi justru Torino yang lebih sering mengancam lewat serangan balik kilat.

Menit ke-23, skema itu akhirnya memecah kebuntuan. Reijnders memenangi duel di area tengah, memutar badan, lalu melepaskan umpan terobosan satu-dua dengan Álvaro Morata. Pulisic yang bergerak dari sisi kanan menerima bola, menahan sejenak, dan melepaskan tembakan kaki kiri mengarah tiang dekat. Bola sempat tersentuh ujung sarung tangan Milinković-Savić, tetapi lajunya terlalu kencang. Gol itu lahir dari starting XI yang rapi: pressing tinggi, rotasi posisi, dan penyelesaian dingin di depan gawang.

Torino tidak menyerah begitu saja. Menit ke-38, Samuele Ricci menguji Mike Maignan lewat tendangan voli dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis. Dua menit kemudian, sundulan Antonio Sanabria bahkan sudah membobol gawang Milan — tetapi VAR memanggil wasit untuk meninjau posisi offside, dan gol itu dianulir setelah tinjauan panjang. Momentum berbalik, dan tepat pada menit 45+2, tuan rumah menyamakan kedudukan. Sepak pojok pendek dieksekusi Ricci, umpan silang disambut sundulan keras Sanabria ke tiang jauh: 1-1, dan babak pertama ditutup dengan skor imbang.

Babak Kedua: Perubahan Taktik dan Gol Penentu

Memasuki babak kedua, pelatih Milan melakukan penyesuaian: garis pertahanan dinaikkan, dan pemain sayap diminta lebih sering masuk ke dalam sebagai inverted winger. Perubahan itu membuat Torino kehilangan ruang untuk keluar dari tekanan. Penguasaan bola Milan kembali naik, dan peluang demi peluang dibangun dari sisi sayap yang kini dihuni Pulisic dan Leão secara bergantian.

Menit ke-60, Morata mendapat peluang emas lewat umpan silang Theo Hernandez, tetapi sundulannya masih melambung tipis di atas mistar. Lima menit kemudian, giliran Sanabria yang mengancam lewat tembakan keras dari sudut sempit; Maignan bereaksi cepat dengan penyelamatan satu tangan. Tekanan Milan akhirnya berbuah pada menit ke-67. Reijnders memenangi bola kedua di area tengah dan langsung mengirim umpan terobosan diagonal ke Pulisic. Winger Amerika itu maju satu langkah, mengecoh bek Torino dengan gerakan tubuh, lalu melepaskan tembakan first-time yang melesat ke sudut bawah gawang: 1-2, Milan kembali unggul.

Sisa laga berjalan menegangkan. Menit ke-81, seorang gelandang Milan menerima kartu kuning karena menjatuhkan lawan yang siap melakukan serangan balik — keputusan yang tepat menurut tayangan ulang. Menit ke-85, tembakan voli Ricci dari tepi kotak kembali memaksa Maignan bekerja keras. Di masa injury time, peluang terakhir Torino datang dari tendangan bebas, tetapi tembakan Che Adams melambung di atas mistar. Wasit meniup peluit panjang: Milan membawa pulang tiga poin.

Analisis Pemain Kunci: Reijnders dan Pulisic

Bintang laga malam itu jelas Tijjani Reijnders. Gelandang Belanda itu mencatatkan dua assist, memenangi tujuh duel, dan menyelesaikan 91 persen umpannya. Mobilitasnya menjadi jembatan antara lini tengah dan lini depan — sesuatu yang sering hilang dari permainan Milan ketika mereka kesulitan menembus blok rendah lawan.

Pulisic, dengan dua golnya, membuktikan diri sebagai eksekutor utama: lima tembakan, tiga shots on target, dua gol. Sementara di kubu Torino, Ricci tampil menonjol dengan distribusi bola terbaik di lapangan, tetapi minimnya penyelesaian akhir membuat tuan rumah gagal memanfaatkan dominasi transisi mereka. Maignan juga layak mendapat sorotan: lima penyelamatan, termasuk dua situasi satu lawan satu di babak kedua.

Reaksi Pelatih dan Catatan Statistik

“Kami tidak bermain untuk hasil akhir semata, tetapi untuk cara kami bermain. Anak-anak menunjukkan kesabaran luar biasa setelah kebobolan di akhir babak pertama. Ini kemenangan tim, bukan individu,” ujar pelatih Milan usai laga.

Statistik akhir menegaskan dominasi Milan: penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen, total tembakan 15-9, dan shots on target 6-3. Dari sisi kedisiplinan, wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Milan dan dua untuk Torino, dengan tiga offside terdeteksi dari kubu tuan rumah.

Kemenangan ini mengokohkan posisi Milan di papan atas klasemen sementara Serie A sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka dalam lima laga beruntun. Torino sendiri harus puas tertahan di papan tengah, dengan pekerjaan rumah yang jelas: mengubah penguasaan transisi menjadi gol. Laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim, dan jika performa malam ini dipertahankan, persaingan papan atas musim ini dipastikan semakin panas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User