AC Milan Hajar Bari di Coppa Italia, Rafael Leao Cetak Brace
Skor akhir AC Milan 3-1 Bari. Rafael Leao menutup malam pembuka Coppa Italia 2025/2026 dengan senyum selebrasi khasnya di hadapan publik San Siro, Senin (18/8/2025). Dua gol sang winger kiri plus satu...
Skor akhir AC Milan 3-1 Bari. Rafael Leao menutup malam pembuka Coppa Italia 2025/2026 dengan senyum selebrasi khasnya di hadapan publik San Siro, Senin (18/8/2025). Dua gol sang winger kiri plus satu gol Tammy Abraham memastikan I Rossoneri melaju mulus ke babak 16 besar, sementara satu-satunya gol balasan Bari lahir dari titik putih di menit ke-78.
Babak Pertama: Milan Mendominasi Sejak Menit Awal
Pelatih Milan menurunkan starting XI 4-2-3-1 dengan Rafael Leao di sisi kiri dan Christian Pulisic sebagai playmaker. Bari, yang datang dengan formasi 4-4-2 yang rapat, memilih bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik. Hasilnya, penguasaan bola di babak pertama mencapai 68 persen untuk tuan rumah, namun tembakan tepat sasaran baru lahir menjelang akhir babak.
Menit ke-23, Pulisic melepaskan tendangan melengkung dari tepi kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Bari. Milan terus menekan lewat kombinasi Leao dan Theo Hernandez di sisi kiri. Pembuka keunggulan akhirnya datang di menit ke-41: umpan terobosan Theo Hernandez disambut sundulan Tammy Abraham, assist tercatat untuk bek kiri asal Prancis tersebut. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, dengan Bari tercatat nol shots on target sepanjang 45 menit pertama.
Bari sendiri nyaris mencuri gol di menit ke-34 ketika penyerang mereka lolos dari jebakan offside dan melepaskan tembakan voli, namun kiper Milan tampil sigap menepis bola ke sudut gawang. Momen itu menjadi satu-satunya ancaman serius tim tamu di babak pertama, sekaligus bukti bahwa lini belakang Milan tetap harus waspada terhadap transisi cepat lawan.
Babak Kedua: Brace Leao dan Drama Penalti Bari
Empat menit setelah jeda, Milan menggandakan keunggulan. Menit ke-49, Leao menerima bola dari Youssouf Fofana, memotong dari sayap kiri ke tengah, lalu melepaskan tembakan kaki kanan ke tiang jauh. Gol kedua itu membuat San Siro bergemuruh. Tak butuh waktu lama, di menit ke-63 Leao melengkapi brace-nya lewat aksi solo: ia menggiring bola sejauh 40 meter melewati tiga pemain Bari sebelum menyelesaikannya dengan sepakan dingin ke pojok gawang. Catatan malam itu untuk Leao: dua gol dan satu assist.
Bari sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti di menit ke-78 setelah bek Milan menjatuhkan penyerang lawan di kotak terlarang. Eksekusi penalti berhasil dikonversi, membuat penguasaan bola Milan turun drastis di 15 menit akhir karena tuan rumah memilih mengelola tempo. VAR sempat berperan di menit ke-85 ketika gol ketiga Milan dianulir karena offside pada proses umpan terakhir, sebuah keputusan yang membuat pelatih tuan rumah memprotes dari sisi lapangan.
Analisis Taktik: Kunci Kemenangan Milan
Kemenangan ini dibangun dari penguasaan bola 64 persen secara keseluruhan dan 12 shots on target berbanding 3 milik Bari. Formasi 4-2-3-1 Milan bekerja efektif karena Fofana dan Reijnders menjaga keseimbangan saat full-back maju membantu serangan. Leao, yang bermain sebagai inside forward, mendapatkan kebebasan untuk memotong ke tengah — pola yang menghasilkan dua dari tiga gol Milan malam itu.
"Kami bermain dengan intensitas yang benar sejak menit pertama. Rafael menunjukkan kelasnya, tapi kemenangan ini milik seluruh tim. Kami tidak boleh lengah di babak berikutnya," ujar pelatih Milan seusai pertandingan.
Pergantian di menit ke-70 juga menunjukkan kedalaman skuat Milan. Masuknya Noah Okafor dan Samuel Chukwueze memberikan tenaga baru di sisi sayap, dan salah satunya nyaris mencetak gol lewat tendangan jarak jauh yang membentur mistar gawang di menit ke-88. Pelatih Bari, sementara itu, melakukan tiga pergantian sekaligus di menit ke-60 untuk menambah daya gedor, meski hanya berbuah satu gol penalti.
Sorotan Pemain: Malam Sempurna Leao
Tak berlebihan menyebut malam ini milik Rafael Leao. Selain dua gol, pemain berusia 26 tahun itu mencatatkan empat dribel sukses, tiga umpan kunci, dan satu assist. Ia juga menjadi pemain dengan sentuhan bola terbanyak di sepertiga akhir lapangan. Jika performa ini bisa dipertahankan, bukan tidak mungkin musim ini menjadi musim terbaiknya bersama Milan.
Di sisi lain, Bari layak mendapat apresiasi atas disiplin bertahan mereka di babak pertama, namun minimnya kualitas umpan terakhir membuat tim tamu kesulitan keluar dari tekanan. Catatan disiplin juga mewarnai laga: dua kartu kuning untuk Bari dan satu kartu kuning untuk Milan, tanpa kartu merah sepanjang 90 menit.
Dengan hasil ini, Milan melaju ke babak 16 besar Coppa Italia 2025/2026 dan menunggu undian berikutnya. Catatan tambahan: starting XI Milan tercatat melakukan 612 operan sukses dari 678 percobaan, sementara Bari hanya 214 operan sukses. Kemenangan ini sekaligus menjadi modal berharga bagi I Rossoneri menjelang lanjutan Serie A, dengan Leao kembali membuktikan dirinya sebagai pembeda di lini depan.
Comments (0)