XRP dan Ether Pimpin Penurunan Kripto Saat Trader Bidik Bitcoin $70.000
Pasar kripto kembali mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan Senin (11/8), dengan XRP dan Ether (ETH) memimpin kerugian di kalangan aset digital utama. Kondisi ini terjadi ketika Bitcoin gagal mempertahankan level support kritis di $6
Pasar kripto kembali mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan Senin (11/8), dengan XRP dan Ether (ETH) memimpin kerugian di kalangan aset digital utama. Kondisi ini terjadi ketika Bitcoin gagal mempertahankan level support kritis di $65.000 untuk hari keempat berturut-turut, sementara kekhawatiran terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat kembali menghantui investor.
Rally Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi
Pergerakan harga minyak mentah yang kembali menguat menjadi salah satu faktor utama yang menggerus sentimen pasar kripto. Rally komoditas energi tersebut diyakini akan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat, mengingat minyak merupakan komponen penting dalam struktur inflasi konsumen.
Investor kini tengah mempersiapkan diri menghadapi rilis data harga konsumen AS yang dijadwalkan pada hari Rabu waktu setempat. Data inflasi tersebut dipandang krusial karena akan memberikan gambaran terbaru mengenai efektivitas kebijakan moneter yang diterapkan oleh Federal Reserve (The Fed).
"Kombinasi antara tekanan harga energi yang kembali muncul dan ketidakpastian kebijakan suku bunga The Fed menciptakan lingkungan yang kurang kondusif untuk aset-aset berisiko seperti kripto," tutur seorang analis pasar yang mengamati pergerakan harga dari lantai perdagangannya.
Bitcoin Berjuang di Bawah Level $65.000
Bitcoin, sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, mengalami kesulitan untuk mempertahankan momentum positifnya. Mata uang digital ini berulang kali mencoba naik melewati level $65.000 namun selalu mendapat tekanan jual yang cukup signifikan.
Level psikologis $65.000 sendiri merupakan support penting yang jika berhasil ditahan akan membuka peluang Bitcoin untuk kembali menguji level tertinggi baru di sekitar $70.000. Namun, kegagalan berulang untuk bertahan di atas level tersebut mengindikasikan bahwa buyer belum cukup kuat untuk mendorong reli lebih lanjut.
"Trader saat ini sedang mengamati dengan seksama apakah Bitcoin mampu bertahan di zona $60.000-$65.000. Jika support ini pecah, kita bisa melihat koreksi yang lebih dalam menuju $55.000 atau bahkan lebih rendah," jelas seorang trader veteran yang专注于 analisis teknikal pasar kripto.
XRP dan Ether Terdampak Lebih Dalam
Sementara Bitcoin berjuang mempertahankan posisinya, altcoin seperti XRP dan Ether mengalami tekanan jual yang lebih seringkat. XRP, token asli dari jaringan pembayaran Ripple, tercatat mengalami penurunan yang lebih tajam dibandingkan dengan rata-rata pasar yang lebih luas.
Ether, yang merupakan mata uang digital utama untuk jaringan Ethereum, juga tidak luput dari tekanan jual. Penurunan ETH ini seiring dengan kekhawatiran mengenai aktivitas on-chain yang cenderung melambat serta ketidakpastian regulasi yang masih membayangi ekosistem DeFi (Decentralized Finance) dan NFT.
Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan terpantau mengalami kontraksi, mengindikasikan bahwa sentimen risk-off tengah mendominasi perdagangan di sektor ini. Volume transaksi juga menunjukkan aktivitas yang meningkat, menandakan bahwa investor mulai melakukan perpindahan dari aset-aset kripto spekulatif menuju instrumen yang lebih stabil.
Prospek dan Sentimen Pasar
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis pertengahan minggu ini. Angka inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi kemungkinan akan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sebuah skenario yang secara historis negatif untuk aset-aset berisiko termasuk kripto.
Sebaliknya, jika data inflasi menunjukkan adanya perlambatan yang signifikan, hal ini dapat membuka peluang bagi The Fed untuk mulai menurunkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat menjadi katalis positif bagi pasar kripto.
"Kita berada di titik kritis di mana setiap data ekonomi makro akan memiliki dampak langsung terhadap pergerakan harga kripto. Trader perlu tetap waspada dan mengelola risiko dengan baik," tegas seorang ekonom yang memantau perkembangan pasar digital asset.
Meskipun demikian, banyak analis yang tetap optimistis dengan prospek jangka panjang Bitcoin, mengingat peristiwa halving yang baru saja terjadi dan meningkatnya adopsi institusional terhadap aset digital. Target level $70.000 masih menjadi fokus utama banyak pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Penutup
Pasar kripto menunjukkan volatilitas yang terus berlanjut di tengah ketidakpastian makroekonomi global. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam (DYOR) dan mengelola risiko dengan bijak sebelum mengambil keputusan investasi. Informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi langsung.
Sumber: CoinDesk
Sumber: CoinDesk
Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi dalam aset kripto. Harga aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi.
Comments (0)