Vinicius Tak Cukup, Real Madrid Tumbang di El Sadar

Skor akhir 2-1 untuk tuan rumah Osasuna! Dramatis, menegangkan, dan penuh kejutan di Stadion El Sadar. Real Madrid, sang raksasa La Liga, harus mengakui keunggulan Osasuna dalam lanjutan pekan ke-25 L...

Aug 07, 2026 - 07:24
0 0
Vinicius Tak Cukup, Real Madrid Tumbang di El Sadar

Skor akhir 2-1 untuk tuan rumah Osasuna! Dramatis, menegangkan, dan penuh kejutan di Stadion El Sadar. Real Madrid, sang raksasa La Liga, harus mengakui keunggulan Osasuna dalam lanjutan pekan ke-25 La Liga 2025/2026. Gol semata wayang Vinicius Junior pada menit ke-73 ternyata hanya menjadi pemanis bagi Los Blancos yang tampil di bawah performa terbaiknya. Kekalahan ini membuat persaingan di puncak klasemen semakin panas dan tidak bisa ditebak.

Sejak peluit panjang dibunyikan wasit pada Sabtu (21/2/2026) waktu setempat atau Minggu dini hari WIB, Real Madrid langsung mencoba mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diusung pelatih Carlo Ancelotti terlihat jelas dengan trio lini depan Jude Bellingham, Kylian Mbappe, dan Vinicius Junior. Namun, Osasuna yang bermain dengan formasi 5-4-1 yang rapat, tampil sangat disiplin dan agresif. Mereka tidak memberi ruang sedikit pun bagi para pemain sayap Madrid untuk bergerak bebas. Penguasaan bola di 15 menit pertama memang didominasi Madrid dengan 62%, namun peluang bersih sangat minim.

Kejutan Tuan Rumah di Babak Pertama

Menit ke-23, kejutan terjadi! Osasuna berhasil memecah kebuntuan melalui serangan balik cepat. Umpan terobosan dari Ante Budimir berhasil diteruskan oleh Moi Gomez yang lolos dari jebakan offside. Tendangan kerasnya dari sudut sempit berhasil menaklukkan kiper Thibaut Courtois di tiang dekat. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah. Stadion El Sadar langsung bergemuruh, para suporter tuan rumah bersorak sorai merayakan gol yang lahir dari skema serangan balik yang sangat efisien.

Real Madrid mencoba bangkit. Menit ke-30, peluang emas didapat Mbappe setelah menerima assist dari Federico Valverde. Namun, sepakan kaki kirinya masih melambung tipis di atas mistar gawang. Tiga menit berselang, giliran Vinicius yang mengancam. Pergerakannya dari sisi kiri berhasil melewati dua pemain belakang Osasuna, namun tembakannya masih bisa diblok oleh bek tengah Osasuna, David Garcia. Hingga turun minum, skor 1-0 bertahan. Statistik menunjukkan Real Madrid unggul penguasaan bola hingga 68%, tetapi hanya melepaskan 3 shots on target dari total 8 percobaan. Osasuna, dengan strategi bertahan yang solid, hanya mencatatkan 2 shots on target namun salah satunya berbuah gol.

Vinicius Menyala, Tapi Pertahanan Bocor

Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti langsung melakukan perubahan taktik. Ia menarik keluar Luka Modric dan memasukkan Arda Guler untuk menambah daya kreativitas di lini tengah. Madrid meningkatkan intensitas serangan mereka. Menit ke-55, sundulan Antonio Rudiger dari sepak pojok masih melebar. Dua menit kemudian, tembakan jarak jauh Valverde masih belum menemui sasaran.

Menit ke-73, gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Berawal dari pergerakan individu Vinicius Junior di sisi kiri, ia melakukan cutting inside dan melepaskan tembakan kaki kanan yang melengkung indah ke pojok kanan atas gawang Osasuna. Kiper Sergio Herrera hanya bisa terpaku. Skor menjadi 1-1. Gol ini adalah gol ke-12 Vinicius di La Liga musim ini, sebuah bukti ketajamannya. Namun, euforia itu tidak bertahan lama.

Empat menit berselang, bencana bagi Madrid. Osasuna kembali memanfaatkan serangan balik. Kali ini, melalui tendangan bebas cepat, Budimir berhasil memenangkan duel udara dan mengirimkan umpan ke Raul Garcia yang dengan tenang menaklukkan Courtois. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Osasuna. Pertahanan Madrid yang terlalu tinggi menjadi sasaran empuk. Gol ini adalah pukulan telak bagi mental para pemain Madrid.

Analisis Taktik dan Kunci Kekalahan Madrid

Kekalahan ini bukanlah sebuah kebetulan. Osasuna tampil dengan rencana permainan yang sangat matang. Mereka tidak gentar menghadapi tekanan Madrid. Dengan formasi 5-4-1 yang berubah menjadi 5-3-2 saat menyerang, mereka berhasil mematikan pergerakan bek sayap Madrid, Dani Carvajal dan Fran Garcia. Penguasaan bola akhir pertandingan tercatat 65% untuk Real Madrid, namun efektivitas serangan mereka sangat buruk. Madrid hanya mencatatkan 5 shots on target dari 18 percobaan, sementara Osasuna dengan 35% penguasaan bola berhasil mencatatkan 4 shots on target dan 2 di antaranya menjadi gol. Ini adalah pelajaran berharga bahwa penguasaan bola yang tinggi tidak menjamin kemenangan.

Selain itu, lini belakang Madrid yang bermain dengan garis tinggi menjadi celah yang dieksploitasi dengan sempurna oleh Osasuna. Kedua gol Osasuna lahir dari situasi serangan balik yang memanfaatkan ruang di belakang bek Madrid.

“Kami tampil buruk dalam transisi bertahan. Kami terlalu fokus menyerang dan melupakan keseimbangan tim. Ini kesalahan yang tidak boleh terulang,” ujar Carlo Ancelotti dalam konferensi pers usai pertandingan.
Kartu kuning juga harus diterima oleh Eduardo Camavinga pada menit ke-80 karena pelanggaran keras yang dilakukan untuk menghentikan serangan balik Osasuna. Sementara itu, Vinicius Junior juga menerima kartu kuning pada menit ke-90+2 karena protes berlebihan kepada wasit. Tidak ada kartu merah dalam pertandingan ini, namun tensi di lapangan sangat tinggi.

Kekalahan ini membuat Real Madrid tertahan di posisi kedua klasemen dengan 56 poin, tertinggal satu poin dari Barcelona yang memimpin di puncak. Sementara itu, Osasuna naik ke peringkat delapan dengan 37 poin. Dengan sisa 13 pertandingan lagi, persaingan gelar juara La Liga musim ini benar-benar memasuki babak yang paling menarik. Setiap pertandingan adalah final, dan setiap poin sangat berharga. Pertanyaan besarnya adalah, mampukah Real Madrid bangkit dari keterpurukan ini dan merebut kembali puncak klasemen? Atau akankah Barcelona semakin menjauh? Kita tunggu saja aksinya di pekan-pekan berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User