Vinales Terpesona Nasi Goreng di MotoGP Mandalika

MANDALIKA — Maverick Vinales tidak hanya membawa pulang data telemetri dari Sirkuit Mandalika. Pembalap Aprilia Racing itu mengaku jatuh cinta pada satu hidangan lokal yang ia santap selama rangkaia...

Oct 10, 2026 - 19:14
0 0
Vinales Terpesona Nasi Goreng di MotoGP Mandalika

MANDALIKA — Maverick Vinales tidak hanya membawa pulang data telemetri dari Sirkuit Mandalika. Pembalap Aprilia Racing itu mengaku jatuh cinta pada satu hidangan lokal yang ia santap selama rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia: nasi goreng.

Pengakuan tersebut mencuat dalam sesi jumpa pers usai balapan, ketika Vinales ditanya soal aspek non-teknis dari kunjungannya ke Indonesia. Tanpa ragu, pembalap berkebangsaan Spanyol itu menyebut nasi goreng sebagai menu favoritnya sepanjang pekan balap di Lombok.

“Nasi goreng. Saya suka sekali,” ujar Vinales, dikutip dari pernyataannya kepada media. Pernyataan singkat itu langsung menjadi bahan perbincangan di paddock, mengingat Vinales dikenal sebagai pembalap yang sangat disiplin menjaga asupan nutrisi selama musim kompetisi.

Menu Andalan di Tengah Jadwal Padat

Sepanjang pekan balap MotoGP Mandalika, para pembalap menjalani jadwal yang padat: sesi latihan bebas pada Jumat, kualifikasi pada Sabtu, sprint race, lalu balapan utama pada Minggu. Beban fisik di sirkuit sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan itu menuntut pembalap mengelola energi dengan cermat, termasuk dari sisi konsumsi makanan.

Nasi goreng, bagi Vinales, tampaknya menjadi sumber karbohidrat yang ia nikmati di sela-sela rutinitas tersebut. Hidangan berbahan dasar nasi yang ditumis dengan bumbu, telur, dan potongan ayam atau sayuran itu lazim dijumpai di sekitar kawasan Mandalika maupun di hotel tempat para pembalap menginap.

Dari sisi olahraga, menu semacam ini sebenarnya masuk akal. Nasi menyediakan karbohidrat kompleks yang dibutuhkan untuk menjaga cadangan glikogen otot, sementara telur dan protein hewani lain membantu pemulihan otot setelah sesi berkendara yang menguras tenaga.

Magnet Kuliner di Kalender MotoGP

MotoGP Mandalika memang dikenal tidak hanya karena karakter sirkuitnya yang menantang, tetapi juga karena kekayaan kuliner di sekitarnya. Sejumlah pembalap dan kru tim sebelumnya kerap membagikan pengalaman mencicipi makanan lokal, mulai dari ayam taliwang hingga aneka olahan seafood khas pesisir Lombok.

Fenomena ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi penyelenggaraan balapan di Indonesia. Ketika pembalap seperti Vinales menyebut nama sebuah hidangan secara terbuka, dampaknya terhadap citra kuliner daerah bisa cukup besar, terutama di kanal media sosial yang dipenuhi penggemar MotoGP dari berbagai negara.

Paddock Mandalika sendiri secara rutin menyajikan kombinasi menu internasional dan lokal. Namun, respons pembalap menunjukkan bahwa cita rasa Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati para tamu dari lintasan.

Fokus Tetap pada Performa di Lintasan

Terlepas dari urusan kuliner, Vinales tetap menegaskan komitmennya pada performa di lintasan. Bersama Aprilia, ia terus mengejar konsistensi hasil, terutama menghadapi dominasi tim-tim papan atas di klasemen pembalap.

“Kami harus terus bekerja,” tegasnya dalam sesi yang sama, mengindikasikan bahwa evaluasi teknis tetap menjadi prioritas utama menjelang seri-seri berikutnya. Pernyataan itu memperlihatkan sisi profesional Vinales: menikmati pengalaman lokal, tetapi tidak melupakan target kompetitifnya.

Kombinasi antara performa di lintasan dan interaksi dengan budaya setempat inilah yang membuat kehadiran MotoGP di Mandalika terasa berbeda. Penonton tidak hanya menyaksikan duel sengit antarpembalap, tetapi juga melihat sisi manusiawi dari para bintang lintasan.

Bagi Vinales, kunjungan ke Indonesia kini punya satu penanda khusus di luar catatan waktu: nasi goreng. Sebuah hidangan sederhana yang, setidaknya untuk saat ini, telah menyita perhatian pembalap yang dikenal agresif saat melewati tikungan tersebut.

Ketika MotoGP kembali ke Mandalika pada musim-musim berikutnya, pernyataan Vinales ini kemungkinan besar akan dikenang penggemar sebagai momen ringan di tengah tekanan kompetisi. Dan bagi wisata kuliner lokal, sebutan dari seorang pembalap papan atas dunia adalah promosi yang tak ternilai harganya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User