Vietnam Siapkan Pesta Gelar Keempat Saat Jamu Thailand di Leg Kedua

Hanoi — Selangkah lagi pesta itu tiba. Timnas Vietnam berdiri di ambang gelar Piala AFF keempat dalam sejarah mereka, dan panggungnya tak bisa lebih megah: Stadion Nasional My Dinh yang diprediksi p...

Aug 24, 2026 - 16:17
0 0
Vietnam Siapkan Pesta Gelar Keempat Saat Jamu Thailand di Leg Kedua

Hanoi — Selangkah lagi pesta itu tiba. Timnas Vietnam berdiri di ambang gelar Piala AFF keempat dalam sejarah mereka, dan panggungnya tak bisa lebih megah: Stadion Nasional My Dinh yang diprediksi penuh sesak. Modal yang dibawa The Golden Star ke leg kedua adalah keunggulan agregat 2-1 atas Thailand, hasil yang membuat mereka hanya butuh hasil imbang untuk mengunci trofi. Namun semua pihak di kubu tuan rumah tahu, lawan seperti Thailand tak pernah menyerah sebelum peluit akhir berbunyi.

Jalan menuju posisi ini diwarnai taktik bertahan yang berani. Pada leg pertama di Bangkok, penguasaan bola Vietnam hanya 43 persen, jauh di bawah Thailand yang mendominasi dengan 57 persen. Tetapi efisiensi menjadi senjata utama: dari 11 tembakan, 5 mengarah tepat ke gawang (shots on target) dan dua di antaranya bersarang di gawang lawan.

Babak Pertama: Kesabaran Berbuah Emas

Menit ke-23, momentum pertama lahir. Nguyễn Xuân Son melepaskan sepakan first-time dari sisi kiri kotak penalti memanfaatkan umpan terobosan Phạm Tuấn Hải, dan bola melengkung melewati jangkauan kiper Thailand. Gol pembuka itu adalah tembakan ketiga Vietnam yang mengarah ke gawang — bukti bahwa mereka bermain sabar, memilih momen ketimbang volume serangan. Tiga menit berselang, Thailand nyaris menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas dari jarak 25 meter, namun kiper Vietnam melakukan penyelamatan ganda yang kemudian dikonfirmasi garis gawang.

Babak pertama ditutup dengan dua kartu kuning untuk masing-masing tim. Insiden VAR pertama terjadi pada menit ke-41 ketika gol Thailand dianulir karena offside: bek sayap tuan rumah sudah setengah badan melewati garis pertahanan terakhir saat menerima umpan silang. Keputusan itu memicu protes keras, tetapi tayangan ulang membuktikan asisten wasit video mengambil keputusan tepat.

Babak Kedua: Thailand Bangkit, Vietnam Bertahan

Memasuki babak kedua, skuat tamu mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 3-5-2, menambah satu penyerang dan dua wing-back yang naik tinggi. Tekanan langsung terasa: Thailand mencatat 8 tembakan di babak kedua berbanding 3 milik Vietnam. Menit ke-58, gempuran itu membuahkan hasil. Serangan balik cepat dari sisi kanan diakhiri penyelesaian satu sentuhan untuk menyamakan skor menjadi 1-1, dan agregat 2-2 sempat membuat keunggulan gol tandang berpihak pada tim tamu.

Namun, jawaban Vietnam datang cepat. Menit ke-71, pergantian pemain langsung membuahkan assist: pemain pengganti yang baru masuk lima menit sebelumnya mengirim umpan terukur ke tiang jauh, dan sundulan keras mengubah skor menjadi 2-1. Skor akhir leg pertama: Vietnam menang 2-1 — hasil yang membalikkan keadaan secara dramatis dan menjadikan leg kedua laga penentuan di depan pendukung sendiri.

Sosok Kunci di Balik Keunggulan

Performa Nguyễn Xuân Son menjadi pembicaraan utama. Dua gol dalam satu pertandingan membuatnya memimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen dengan 5 gol, sekaligus menegaskan perannya sebagai ujung tombak tunggal dalam formasi 4-3-3. Ia bukan sekadar penyelesai akhir; pergerakannya ke sisi sayap membuka ruang bagi gelandang serang untuk masuk ke kotak penalti. Di lini tengah, distribusi bola Vietnam mencapai akurasi umpan 91 persen — statistik tertinggi di antara seluruh starting XI.

Di sisi sebaliknya, lini belakang layak mendapat sorotan. Bek tengah Vietnam memenangkan 12 duel udara dan melakukan 9 clearance, termasuk satu blok krusial di menit-menit akhir ketika Thailand mengerahkan seluruh tenaga mencari gol penyeimbang.

"Kami belum memenangkan apa pun. Keunggulan 2-1 di leg pertama tidak berarti apa-apa jika kami kehilangan fokus selama 90 menit di leg kedua. Thailand adalah tim terbaik di Asia Tenggara, dan mereka akan datang dengan segala cara," ujar pelatih Vietnam dalam konferensi pers jelang laga.

Bentrokan Taktik di Leg Penentu

Di atas kertas, laga penentu akan menjadi duel dua filosofi. Vietnam diperkirakan tampil dengan formasi 4-3-3 yang lebih bertahan, menunggu di blok tengah dengan garis pertahanan rendah, sementara Thailand — yang wajib menang — hampir dipastikan menekan sejak menit pertama. Pertanyaannya sederhana: apakah gawang Vietnam mampu mencatat clean sheet kedua di turnamen ini, atau apakah Thailand sanggup membalikkan agregat lewat lini depannya yang telah mencetak 14 gol dalam 6 pertandingan?

Sejarah berpihak pada tuan rumah. Vietnam belum pernah kalah di My Dinh dalam 12 pertandingan Piala AFF terakhir, dan dari empat final yang mereka lalui, tiga di antaranya berakhir dengan kemenangan. Angka lain yang tak kalah menarik: dalam lima pertemuan terakhir kedua tim, tidak pernah ada clean sheet — pertanda leg kedua hampir dipastikan berjalan terbuka dan sarat gol.

Jelang kick-off, seluruh mata Asia Tenggara tertuju ke Hanoi. Satu hasil imbang saja sudah cukup bagi Vietnam untuk merayakan gelar keempat; satu kemenangan akan mengubah pesta itu menjadi parade bersejarah di ibu kota. Namun, seperti pepatah di ruang ganti, trofi hanya diberikan setelah peluit akhir — dan Thailand belum pernah semudah itu untuk ditaklukkan dua kali berturut-turut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User