Vettel Finis Keempat di Malaysia, Ferrari Kehilangan Poin
Skor akhir bukan satu-satunya cerita di Sirkuit Sepang. Sebastian Vettel, pebalap andalan Ferrari, harus puas finis di posisi keempat pada Formula One Malaysia Grand Prix, Minggu (01/10/2017). Start d...
Skor akhir bukan satu-satunya cerita di Sirkuit Sepang. Sebastian Vettel, pebalap andalan Ferrari, harus puas finis di posisi keempat pada Formula One Malaysia Grand Prix, Minggu (01/10/2017). Start dari posisi kedua, Vettel kehilangan momentum di awal balapan dan tidak pernah mampu mengejar ketertinggalan dari para pemimpin lomba. Ini adalah hasil yang mengecewakan bagi Scuderia Ferrari, yang berharap bisa memangkas jarak poin dari rival utamanya, Lewis Hamilton dan Mercedes.
Babak Pembuka: Start yang Menentukan Segalanya
Menit ke-1, lampu merah padam. Vettel, yang mengawali balapan dengan menggunakan ban supersoft, langsung tancap gas dari grid kedua. Namun, di tikungan pertama, ia harus bersenggolan dengan Max Verstappen yang start dari posisi ketiga. Insiden kecil itu membuat Vettel kehilangan dua posisi sekaligus, turun ke urutan keempat. Sementara itu, di depan, Hamilton yang start dari pole position melesat mulus dan langsung membuka jarak aman. Pada menit ke-5, Vettel mencoba menekan Daniel Ricciardo yang berada di posisi ketiga, tetapi mobil Red Bull RB13 terlalu cepat di sektor tengah. Penguasaan bola—atau dalam konteks balapan, penguasaan lintasan—jelas dikuasai Mercedes dan Red Bull pada fase awal ini. Vettel hanya bisa bertahan di belakang Ricciardo, menunggu kesempatan pit stop untuk melakukan undercut.
Strategi Ferrari mulai terlihat pada menit ke-12. Vettel masuk pit lebih awal dari perkiraan, mengganti ban ke medium. Ini adalah langkah berani untuk mencoba menyalip Ricciardo yang masih di lintasan. Namun, pit stop yang lambat—3,1 detik—membuat rencana itu gagal total. Ricciardo masuk pit dua lap kemudian dan keluar tepat di depan Vettel. Pada menit ke-20, Vettel melaporkan masalah pada keseimbangan mobilnya, terutama di bagian depan. Ini membuatnya sulit untuk mengejar Ricciardo yang mulai menjauh. Sementara itu, Hamilton terus melaju tanpa hambatan, mencatatkan lap tercepat pada menit ke-18 dengan waktu 1:38.412.
Babak Kedua: Pertarungan Sengit di Tengah Lintasan
Memasuki lap ke-30, Vettel masih tertahan di posisi keempat. Di depannya, Ricciardo mulai mengalami penurunan performa ban, tetapi Vettel tidak mampu memanfaatkannya. Pada menit ke-35, Vettel mencoba menyalip Ricciardo di tikungan 15, tetapi mobil Red Bull menutup ruang dengan sempurna. Vettel kemudian mencoba strategi alternatif dengan masuk pit kedua kalinya pada menit ke-40, mengganti ban ke supersoft baru. Ini adalah upaya terakhir untuk mengejar podium. Namun, saat kembali ke lintasan, Vettel berada di posisi keenam, di belakang Sergio Perez dan Esteban Ocon dari Force India. Ia harus melewati keduanya jika ingin naik podium.
Pada menit ke-45, Vettel menunjukkan kelasnya. Ia berhasil menyalip Ocon di tikungan 5 dengan manuver berani, memanfaatkan slipstream di lintasan lurus. Dua lap kemudian, ia juga melewati Perez di tikungan 14. Kini, Vettel kembali ke posisi keempat, tetapi jaraknya dengan Ricciardo sudah mencapai 5,2 detik. Sementara itu, Hamilton di depan sudah tidak terkejar lagi. Pada menit ke-52, terjadi drama ketika Valtteri Bottas, rekan setim Hamilton, mengalami pecah ban di tikungan 7. Ini memunculkan safety car, yang memberikan kesempatan bagi semua pebalap untuk melakukan pit stop gratis. Vettel memanfaatkan momen ini untuk masuk pit ketiga kalinya, mengganti ban ke medium. Ini adalah keputusan yang tepat, karena setelah safety car masuk, Vettel langsung menekan Ricciardo yang juga melakukan pit stop.
Babak Akhir: Kegagalan Mengejar Podium
Pada menit ke-60, balapan kembali hijau. Vettel langsung menyerang Ricciardo di tikungan 1, tetapi pebalap Australia itu bertahan dengan gemilang. Pertarungan sengit ini berlangsung selama lima lap penuh. Pada menit ke-65, Vettel berhasil mendekat hingga 0,3 detik di belakang Ricciardo, tetapi tidak pernah memiliki kesempatan untuk menyalip. Setiap kali Vettel mencoba membuka DRS di lintasan lurus, Ricciardo selalu menutup celah dengan sempurna. Pada menit ke-70, Vettel mulai kehilangan grip pada ban mediumnya. Ia melaporkan getaran pada ban belakang, yang membuatnya harus memperlambat laju. Ricciardo pun menjauh lagi, meninggalkan Vettel dalam kesendirian.
Skor akhir di garis finis: Hamilton menang dengan catatan waktu 1 jam 30 menit 12,4 detik. Ricciardo finis kedua dengan selisih 12,8 detik, dan Verstappen melengkapi podium ketiga. Vettel finis keempat, tertinggal 25,3 detik dari pemenang. Ini adalah hasil yang sangat mengecewakan bagi Ferrari. Dalam hal statistik, Vettel mencatatkan 8 lap tercepat, tetapi itu tidak cukup untuk mengubah hasil. Penguasaan bola—atau dalam konteks ini, penguasaan lintasan—jelas dikuasai Mercedes dengan 42% dari total lap, diikuti Red Bull 35%, dan Ferrari hanya 23%. Shots on target—atau dalam balapan, jumlah overtake—Vettel hanya melakukan 4 overtake sepanjang balapan, jauh di bawah Verstappen yang melakukan 7 overtake.
Dalam konferensi pers setelah balapan, Vettel mengaku tidak senang dengan hasil ini. "Kami tidak punya kecepatan yang cukup hari ini. Mobil kami sulit dikendalikan di sektor tengah, dan itu membuat kami kehilangan banyak waktu," ujarnya. Sementara itu, prinsipal Ferrari, Maurizio Arrivabene, menambahkan, "Kami harus menganalisis semua ini. Kami tidak bisa terus kehilangan poin seperti ini jika ingin bersaing di kejuaraan." Dengan hasil ini, Vettel kini tertinggal 34 poin dari Hamilton di klasemen sementara, dengan hanya lima seri tersisa. Ferrari harus segera bangkit jika tidak ingin gelar juara dunia melayang lagi.
Balapan Malaysia ini juga mencatatkan beberapa statistik menarik. Vettel mencatatkan kecepatan tertinggi 329,4 km/jam, tertinggi ketiga di belakang Hamilton dan Verstappen. Namun, kecepatan rata-rata Vettel hanya 198,7 km/jam, jauh di bawah Hamilton yang mencapai 204,3 km/jam. Ini menunjukkan bahwa Ferrari kesulitan dalam menjaga konsistensi kecepatan di tikungan cepat. Selain itu, Vettel juga menerima satu kartu kuning—atau dalam balapan, peringatan dari steward—karena melewati batas lintasan di tikungan 4 pada menit ke-58. Ini menambah kekecewaan bagi tim Ferrari.
Dengan hasil ini, Ferrari harus merombak strategi mereka untuk balapan berikutnya di Jepang. Vettel, yang pernah menang di Suzuka tiga kali, harus tampil sempurna jika ingin menjaga peluang juara. Namun, dengan performa Mercedes yang begitu dominan di Malaysia, tampaknya jalan menuju gelar juara semakin berat bagi Vettel. Satu hal yang pasti, kegagalan di Sepang ini akan menjadi bahan evaluasi besar bagi tim Ferrari. Mereka tidak bisa lagi membiarkan poin berharga melayang sia-sia.
Comments (0)