Oct 12, 2026
Olahraga

Verstappen Pimpin Latihan Bebas Kedua F1 GP Bahrain di Sepang

Sesi latihan bebas kedua Grand Prix Bahrain 2026 resmi tuntas di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Jumat (2/10/2026). Max Verstappen, pembalap andalan tim Red Bull Racing, menutup sesi dengan ca...

Verstappen Pimpin Latihan Bebas Kedua F1 GP Bahrain di Sepang

Sesi latihan bebas kedua Grand Prix Bahrain 2026 resmi tuntas di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Jumat (2/10/2026). Max Verstappen, pembalap andalan tim Red Bull Racing, menutup sesi dengan catatan waktu tercepat, mengungguli rival-rival utamanya di lintasan basah seusai hujan sore mengguyur kawasan Selangor.

Verstappen menorehkan waktu terbaik 1 menit 34,812 detik pada kompon medium, hanya 0,187 detik lebih cepat dari pembalap terdekat. Sesi berlangsung selama 60 menit penuh dengan bendera merah sempat dikibarkan dua kali akibat insiden di Tikungan 7 dan Tikungan 15. Kondisi trek yang sempat lembap membuat para engineer kesulitan memetakan program balapan, terutama pada 20 menit pertama.

Dominasi Red Bull di Sektor Kedua

Menit ke-12, Verstappen melepaskan tendangan gas penuh menyusuri sektor kedua — kombinasi Tikungan 9 hingga Tikungan 12 yang terkenal menguras ban belakang. Pembalap asal Belanda itu mencatat sektor tercepat 42,318 detik, unggul 0,241 detik dari catatan pembalap terdekat di sektor yang sama.

Formasi RB22 yang dibawa Red Bull ke Sepang tampil dengan paket sayap belakang spesifikasi rendah, kompromi untuk trek lurus panjang sekaligus menjaga stabilitas di tikungan cepat. Keputusan ini berbuah manis: Verstappen mencatat kecepatan puncak 327,4 km/jam, tertinggi ketiga di sesi tersebut, namun tetap kompetitif di tikungan lambat.

Data GPS internal menunjukkan konsistensi luar biasa. Dari sembilan lap terbang yang diselesaikan Verstappen, tujuh lap berada dalam rentang waktu di bawah 1 menit 35 detik. Rata-rata lap time-nya menyentuh 1 menit 35,104 detik, angka yang jarang terlihat pada sesi latihan bebas kedua di sirkuit sepanjang 5,543 km ini.

"Kami fokus pada pemahaman degradasi ban belakang. Trek berubah cepat setelah hujan, dan Max mengelola setiap lap dengan disiplin. Masih ada pekerjaan rumah pada keseimbangan mekanis, tapi arah pengembangan sudah tepat," ujar seorang engineer Red Bull di pit wall seusai sesi.

Peta Persaingan Tim Papan Atas

Di belakang Verstappen, persaingan berlangsung ketat. Tim Ferrari menunjukkan kecepatan balapan yang solid dengan penguasaan bola lintasan yang merata, sementara Mercedes memperlihatkan performa menjanjikan pada simulasi balapan jarak jauh. Selisih antara posisi kedua hingga posisi keenam hanya 0,384 detik, menandakan lini tengah atas masih sangat rapat.

Red Bull lain di belakang Verstappen menuntaskan sesi di posisi lima, terpaut 0,512 detik. Pembalap tersebut sempat terjebak lalu lintas pada lap terbang terakhirnya, dengan bendera kuning dikibarkan di Tikungan 15 akibat pengendara yang berputar. Sesi ini juga diwarnai investigasi steward terhadap dua insiden, meski tidak ada penalti yang dijatuhkan.

Dari sisi strategi, mayoritas tim menghabiskan sesi dengan program simulasi balapan pendek dan evaluasi kompon lunak. Waktu sektor ketiga menjadi pembeda utama: Verstappen mencatat 28,904 detik, sementara rival terdekat tertahan di angka 29,118 detik. Selisih tipis ini bisa berarti besar pada kualifikasi, mengingat lini start di Sepang sangat menentukan posisi masuk Tikungan 1.

Catatan Teknis Jelang Kualifikasi

Kondisi cuaca menjadi variabel krusial. Radar menunjuk potensi hujan sore pada hari kualifikasi, situasi yang identik dengan sesi hari ini. Tim-tim yang mampu membaca perubahan grip lintasan lebih cepat akan diuntungkan. Red Bull, dengan data simulasi lintasan basah milik Verstappen, memiliki modal penting.

Secara statistik, Red Bull mencatat 48 lap hari ini, terbanyak kedua di antara seluruh tim. Verstappen menyumbang 22 lap, dengan catatan clean lap tanpa kesalahan berarti. Tidak ada laporan kerusakan komponen maupun masalah reliabilitas dari kubu Red Bull, sebuah tanda positif mengingat padatnya kalender balapan musim ini.

Perhatian juga tertuju pada manajemen suhu ban. Suhu aspal yang sempat turun hingga 29 derajat Celsius membuat pemanasan ban medium lebih lama dari perkiraan. Verstappen sempat mengeluh soal grip pada lap-lap awal, sebelum akhirnya menemukan ritme tepat setelah 15 menit sesi berjalan.

Dengan modal waktu tercepat dan konsistensi lap yang solid, Verstappen menempatkan diri sebagai kandidat kuat pole position. Namun, seperti kata pepatah paddock, sesi latihan bebas tidak pernah memberikan poin. Kualifikasi besok akan menjadi ujian sebenarnya, dan semua mata tertuju pada duel di Tikungan 2 yang menjadi titik salip favorit di Sepang.

Pertanyaan besarnya: mampukah Verstappen mempertahankan keunggulan 0,187 detik itu saat bahan bakar rendah dan mesin dalam mode kualifikasi? Jawabannya akan terungkap dalam kurang dari 24 jam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User