Veda Ega Pratama Tampil Menjanjikan di Tes Pramusim Moto3 2026
Tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez resmi berakhir, dan satu nama langsung jadi perbincangan hangat paddock: Veda Ega Pratama. Pembalap muda Indonesia itu menutup rangkaian pengujian bersama Hond...
Tes pramusim Moto3 2026 di Sirkuit Jerez resmi berakhir, dan satu nama langsung jadi perbincangan hangat paddock: Veda Ega Pratama. Pembalap muda Indonesia itu menutup rangkaian pengujian bersama Honda Team Asia dengan membukukan lap terbaik 1 menit 46,412 detik, hanya terpaut 0,6 detik dari pembalap tercepat sesi, sekaligus menembus sepuluh besar timesheet gabungan dari 28 pembalap yang turun ke lintasan.
Sinyal positif sudah terlihat sejak sesi pagi. Memasuki menit ke-23 setelah jalur pit dibuka, Veda melesat keluar garasi dengan ban slick baru dan langsung memangkas catatan waktunya sendiri hampir satu detik. Di sektor ketiga yang teknikal — kombinasi tikungan cepat menuju garis finis — pembalap asal Gunung Kidul itu tercatat sebagai salah satu yang paling stabil, dengan selisih waktu antarlap di bawah 0,4 detik dalam simulasi run panjang 12 lap.
Adaptasi Cepat dengan Paket Motor 2026
Ini bukan sekadar tes biasa. Honda Team Asia datang ke Jerez membawa paket pengembangan terbaru NSF250RW, mulai dari rasio gir yang direvisi, setelan suspensi belakang anyar, hingga pembaruan elektronik untuk manajemen traksi. Veda, yang memasuki musim keduanya di kelas lightweight Grand Prix, ditugaskan menjadi tumpuan utama tim dalam mengumpulkan data.
Hasilnya? Progres yang terukur. Pada hari pertama, Veda menyelesaikan 54 lap dengan fokus pada perbandingan dua spek sasis. Hari kedua, ia menambah 61 lap, termasuk dua kali simulasi kualifikasi di penghujung sesi sore. Total 115 lap tanpa satu pun insiden berarti — sebuah clean sheet yang jadi modal berharga bagi tim dalam memetakan arah pengembangan motor.
Angka-Angka yang Berbicara
Mari bedah datanya lebih dalam. Kecepatan puncak Veda tercatat menyentuh 236,4 km/jam di lurusan utama Jerez, angka yang menempatkannya di jajaran lima tercepat dalam hal top speed. Lebih penting lagi, ritme balapnya menunjukkan kematangan: rata-rata waktu long run-nya stabil di kisaran 1 menit 47,1 hingga 1 menit 47,3 detik, zona yang musim lalu kerap jadi pembeda antara rombongan podium dan papan tengah.
Perbandingan dengan tes pramusim tahun sebelumnya juga mencolok. Catatan waktu Veda di Jerez kali ini lebih cepat 1,2 detik dari best lap-nya di venue yang sama setahun lalu. Gap ke pembalap terdepan pun menyempit dari 1,5 detik menjadi hanya 0,6 detik — bukti nyata bahwa kurva perkembangannya bergerak ke arah yang benar.
Apresiasi dari Dalam Paddock
Manajer tim Hiroshi Aoyama tak menyembunyikan kepuasannya. "Veda menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam membaca kebutuhan motor. Umpan balik teknisnya jauh lebih detail dibanding musim lalu, dan itu mempercepat kerja engineer kami. Konsistensinya di run panjang adalah fondasi yang kami cari untuk bertarung di grup depan," ujar mantan pembalap Grand Prix itu usai sesi penutup.
Veda sendiri memilih merendah. "Masih ada beberapa area yang harus diperbaiki, terutama di fase pengereman masuk tikungan lambat. Tapi secara keseluruhan, feeling saya dengan motor jauh lebih baik. Sekarang tinggal membawa momentum ini ke balapan pertama," katanya singkat.
Menuju Seri Pembuka Musim 2026
Dengan tes Jerez tuntas, fokus kini bergeser ke seri pembuka kejuaraan dunia. Target yang dipatok kubu Honda Team Asia terbilang realistis namun ambisius: konsisten finis di sepuluh besar pada paruh pertama musim, lalu mengincar podium perdana di paruh kedua. Jika melihat tren penampilannya di Jerez, target itu bukan sekadar angan-angan.
Satu hal yang pasti, publik balap Indonesia punya alasan kuat untuk optimistis. Veda Ega Pratama tidak lagi sekadar debutan yang belajar — ia kini pembalap yang siap bertarung. Dan jika data tes pramusim ini jadi patokan, musim 2026 bisa jadi panggung pembuktian sesungguhnya bagi sang rising star dari tanah air.
Comments (0)