Veda Ega Pratama Finis P8 di Moto3 Catalunya 2026

Minggu (17/5/2026) sore waktu Indonesia Barat menjadi saksi keberhasilan pembalap muda nasional Veda Ega Pratama saat ia memarkir motor Honda NSF250RW milik Honda Team Asia di urutan kedelapan pada ba...

Jul 28, 2026 - 10:34
0 0
Veda Ega Pratama Finis P8 di Moto3 Catalunya 2026

Minggu (17/5/2026) sore waktu Indonesia Barat menjadi saksi keberhasilan pembalap muda nasional Veda Ega Pratama saat ia memarkir motor Honda NSF250RW milik Honda Team Asia di urutan kedelapan pada balapan Moto3 Catalunya. Berlaga di Sirkuit Barcelona-Catalunya yang legendaris, pemilik nomor start 9 itu mencatatkan salah satu hasil terbaiknya musim ini setelah melewati 18 lap penuh aksi salip-menyalip dan pertarungan sengit di grup tengah. Bendera finis berkibar saat Veda hanya terpaut 0,8 detik dari posisi ketujuh, menegaskan bahwa putra Indonesia ini semakin matang di kancah grand prix dunia.

Jalannya Balapan Panas di Trek 4,6 Kilometer

Start dari posisi ke-12 di grid, Veda sempat kehilangan dua tempat di tikungan pertama akibat dorongan agresif para rivalnya. Memasuki lap kedua ia masih bertengger di P14, namun ritme stabil mulai ia bangun begitu ban depan mencapai suhu kerja optimal. Pada lap ke-5, pembalap kelahiran Gunungkidul tersebut mencatatkan waktu 1 menit 49,671 detik — lebih cepat dari pole position sesi kualifikasi — sekaligus menyalip dua pembalap sekaligus di tikungan Repsol. Momen krusial terjadi di lap 12 ketika terjadi insiden di depannya: Franco Alvarado terjatuh di tikungan 5, memaksa Veda mengambil jalur dalam untuk menghindar sembari naik ke P9. Tiga lap berselang ia sudah mengamankan posisi kedelapan setelah duel ketat dengan rider Rivacold Snipers Team, Marco Brunetti, di sektor terakhir. Meski sempat ditekan di lap-lap akhir, pertahanan apik Veda menjaga posisinya hingga garis finis.

Statistik Unggulan dan Konsistensi Laju

Data resmi balapan mencatat kecepatan puncak motor Veda menyentuh 233,4 km/jam, hanya selisih 3 km/jam dari Ducati Corse Junior Team yang mendominasi trek lurus. Rata-rata laju per lapnya berada di angka 1 menit 50,201 detik, dengan total waktu balapan 33 menit 26,428 detik — hanya terpaut 12,8 detik dari pemenang balapan. Penguasaan gas di sektor tikungan lambat menunjukkan peningkatan signifikan: telemetri menangkap minimnya koreksi gas di tikungan 10 dan 12 yang biasanya menjadi titik lemah. Veda juga mencatat nol kesalahan pengereman keras, sesuatu yang dicatat oleh data engineer tim sebagai clean race pertamanya di trek yang memiliki 14 tikungan dengan karakter beragam ini. Statistik menyalipnya pun impresif: dari total 9 manuver salip yang berhasil, 5 di antaranya terjadi di tikungan 1 dan 4 pada saat pengereman. Satu-satunya catatan kecil adalah kehilangan 0,3 detik per lap saat angin berembus kencang di sektor kedua yang membuat motor sedikit goyang — namun itu dialami hampir seluruh pembalap di grid.

Peningkatan Performa dan Konsistensi Poin

Finis di posisi 8 besar ini bukan sekadar angka; ia melanjutkan tren positif Veda yang dalam tiga balapan terakhir selalu meraup poin. Dengan tambahan 8 poin dari Catalunya, total poinnya kini mencapai 39, menempatkannya di peringkat ke-11 klasemen sementara — hanya 9 poin dari posisi 7 besar. Jika ditelisik, peningkatan terlihat dari kemampuannya membaca situasi balapan. Di awal musim, Veda kerap terjebak di grup belakang karena terlalu agresif di lap pembuka. Kini ia lebih sabar membangun ritme, menunggu ban bekerja, lalu menusuk di sepertiga akhir balapan. Head mechanic tim juga menyebut perubahan pada geometri sasis yang lebih cocok dengan gaya balap Veda turut berkontribusi: sudut rake dikurangi 0,5 derajat sehingga motor lebih stabil saat hard braking — cocok dengan karakter pengereman telat khas Veda yang sering ia peragakan sejak masa Moto3 Junior.

Reaksi Tim dan Harapan ke Depan

Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengapresiasi performa sang pembalap. “Veda menunjukkan kedewasaan balap. Ia tidak gegabah di awal, menyimpan ban, lalu menyerang di saat yang tepat. Kedelapan adalah hasil yang pantas, dan saya yakin podium sudah dekat,” ujarnya melalui rilis resmi tim yang diterima redaksi. Sementara Veda sendiri mengaku puas namun masih mengincar lebih. “Saya belajar banyak dari sesi pemanasan pagi tentang kapan ban mulai turun grip. Di balapan, saya eksekusi rencana itu dengan baik. Sayang di lima lap akhir angin berembus kencang, tapi saya senang bisa membawa poin untuk Indonesia,” kata pembalap yang hobi touring tersebut. Seri berikutnya akan digelar di Sirkuit Mugello, Italia, dua pekan mendatang — trek yang menjadi favorit Veda karena sektor cepatnya yang panjang. Dengan modal kepercayaan diri dan data konkret dari Catalunya, harapan untuk tembus 5 besar bukan lagi sekadar angan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User