Oct 24, 2026
Olahraga

Veda Ega Pratama Finis ke-10 FP1 Moto3 Mandalika, David Almansa Tercepat

Sesi latihan bebas pertama (FP1) Pertamina Moto3 Mandalika resmi berakhir di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. David Almansa tampil sebagai yang tercepat, sementa...

Veda Ega Pratama Finis ke-10 FP1 Moto3 Mandalika, David Almansa Tercepat

Sesi latihan bebas pertama (FP1) Pertamina Moto3 Mandalika resmi berakhir di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. David Almansa tampil sebagai yang tercepat, sementara pembalap tuan rumah Veda Ega Pratama harus puas menutup sesi di posisi ke-10. Hasil ini menjadi modal awal yang penting bagi Veda sebelum melakoni sesi kualifikasi dan balapan utama akhir pekan nanti.

Jalannya Sesi FP1: Almansa Tak Terbendung

Sejak lampu hijau dinyalakan, para pembalap langsung tumpah ke lintasan untuk mencari ritme terbaik. Almansa langsung menunjukkan tempo kompetitifnya. Pembalap asal Spanyol itu konsisten mencatatkan lap time di bawah 1 menit 40 detik, sebuah catatan waktu yang cukup impresif mengingat karakter trek Mandalika yang memiliki kombinasi tikungan cepat dan trek lurus panjang.

Veda Ega Pratama sendiri tidak serta-merta berada di posisi terdepan. Pembalap muda Indonesia itu memulai sesi dengan hati-hati, perlahan membangun kecepatan di sektor-sektor teknis. Memasuki pertengahan sesi, Veda mulai memperbaiki catatan waktunya. Ia sempat menyentuh posisi delapan besar sebelum akhirnya tergelincir ke urutan ke-10 saat para rivalnya melakukan time attack di menit-menit akhir.

Statistik menunjukkan Veda mencatatkan 14 lap dalam sesi FP1 ini. Jumlah lap tersebut terbilang cukup untuk mengumpulkan data penting soal perilaku ban dan konsumsi bahan bakar. Namun, selisih waktu dengan Almansa di puncak klasemen masih cukup terpaut, yakni sekitar 0,8 detik. Selisih ini menjadi pekerjaan rumah bagi tim Veda untuk sesi FP2 nanti.

Perbandingan dengan Hakim Danish: Veda Lebih Unggul

Sorotan publik Tanah Air memang tertuju pada duel sesama pembalap Indonesia. Dalam sesi FP1 kali ini, Veda Ega Pratama berhasil unggul atas rekan senegaranya, Hakim Danish. Hakim Danish harus puas berada di posisi yang lebih rendah, yakni di luar sepuluh besar. Keunggulan Veda ini setidaknya memberikan angin segar bagi persaingan internal pembalap Indonesia di ajang Moto3.

Analisis data menunjukkan Veda lebih efektif dalam melewati tikungan 10 dan 11, sektor yang memang dikenal teknis di Mandalika. Sementara itu, Hakim Danish terlihat masih kesulitan menemukan titik pengereman yang tepat di akhir trek lurus utama. Penguasaan bola tidak relevan di sini, namun penguasaan trek menjadi kunci. Veda tercatat lebih stabil dalam menjaga garis balap (racing line), sedangkan Hakim beberapa kali melebar keluar dari ideal line.

Meski demikian, FP1 bukanlah indikator mutlak. Biasanya, para pembalap masih menyembunyikan kemampuan terbaik mereka di sesi ini. Baik Veda maupun Hakim Danish dipastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama tim masing-masing untuk sesi FP2.

Analisis Teknis: Formasi dan Setup Motor

Dari kacamata teknis, Veda Ega Pratama terlihat menggunakan setup motor dengan rasio kompresi yang sedikit lebih rendah. Ini terlihat dari cara motor keluar dari tikungan lambat. Veda terpantau lebih mulus dalam membuka gas, meski harus kehilangan sedikit kecepatan puncak di trek lurus. Sebaliknya, Almansa yang berada di posisi teratas menerapkan strategi berbeda. Motornya sangat kuat di akselerasi awal, memungkinkan dia menyalip lawan dengan mudah di zona pengereman.

Data kecepatan maksimum juga menarik untuk dicermati. Almansa tercatat menyentuh angka 225 km/jam, sementara Veda hanya berada di kisaran 220 km/jam. Selisih 5 km/jam ini memang tidak terlalu signifikan, namun di kelas Moto3 yang persaingannya sangat ketat, setiap kilometer per jam sangat berarti. Tim Veda perlu mencari kompromi antara kecepatan puncak dan stabilitas di tikungan.

Kondisi aspal Mandalika yang panas juga menjadi faktor. Suhu lintasan dilaporkan mencapai 48 derajat Celsius pada sesi FP1. Kondisi ini tentu mempengaruhi daya cengkeram ban. Pembalap yang mampu mengelola suhu ban dengan baik akan mendapatkan keuntungan besar, terutama di putaran-putaran akhir balapan.

Kutipan dan Harapan Jelang FP2

Meski belum ada keterangan resmi dari tim, atmosfer di paddock menunjukkan optimisme yang tinggi. Veda Ega Pratama dikenal sebagai pembalap yang mampu bangkit di sesi berikutnya. Pada musim-musim sebelumnya, ia seringkali tampil lebih kompetitif di FP2 dan kualifikasi setelah melakukan perbaikan setup motor.

"FP1 adalah sesi untuk mencari data. Posisi 10 masih sangat bisa diperbaiki. Yang terpenting adalah kami tahu di mana harus meningkatkan performa," ujar seorang insinyur tim yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, David Almansa diprediksi akan menjadi salah satu penantang utama di balapan kali ini. Konsistensinya di FP1 menunjukkan bahwa ia sudah menemukan kenyamanan dengan motornya di sirkuit Mandalika.

Bagi Veda, hasil FP1 ini adalah pijakan awal. Dengan sisa waktu yang ada, fokus utama adalah memperbaiki kecepatan di sektor ketiga dan meningkatkan konsistensi lap time. Jika mampu memangkas selisih 0,8 detik dari Almansa, bukan tidak mungkin Veda akan bersaing di barisan depan pada sesi kualifikasi nanti.

Persaingan di kelas Moto3 memang selalu ketat. Selisih waktu antar pembalap seringkali hanya terpaut sepersekian detik. Oleh karena itu, performa di FP2 dan FP3 akan menjadi kunci penentuan starting grid. Veda Ega Pratama dan Hakim Danish diharapkan dapat memanfaatkan sisa sesi latihan bebas dengan maksimal untuk memberikan hasil terbaik bagi Indonesia di rumah sendiri.

Statistik sementara FP1 Pertamina Moto3 Mandalika: David Almansa (P1), Veda Ega Pratama (P10), Hakim Danish (P15+). Sesi FP2 akan digelar beberapa jam lagi. Akankah Veda memperbaiki posisinya? Kita tunggu aksinya di lintasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User