Veda Ega Pratama Finis Delapan Besar di Moto3 Prancis 2026

LE MANS — Veda Ega Pratama kembali membuktikan kapasitasnya sebagai rising star Indonesia di kancah Grand Prix. Pembalap Honda Team Asia itu menuntaskan Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti dengan ...

Aug 10, 2026 - 01:28
0 0
Veda Ega Pratama Finis Delapan Besar di Moto3 Prancis 2026

LE MANS — Veda Ega Pratama kembali membuktikan kapasitasnya sebagai rising star Indonesia di kancah Grand Prix. Pembalap Honda Team Asia itu menuntaskan Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti dengan finis di posisi kedelapan, mengoleksi delapan poin berharga setelah bertarung sengit di grup depan selama 20 lap penuh drama di bawah cuaca Le Mans yang cerah namun berangin.

Start dari grid ke-12, Veda langsung tancap gas begitu lampu merah padam. Tikungan pembuka yang terkenal dengan Dunlop chicane ia lewati dengan mulus, menghindari kerumunan di lini tengah dan langsung menempel rombongan terdepan yang dipimpin para pembalap KTM dan Husqvarna. Ini menjadi bukti bahwa kerja kerasnya bersama tim sepanjang akhir pekan membuahkan hasil nyata saat balapan sesungguhnya.

Start Agresif dari Grid ke-12

Lap pembuka langsung menjadi panggung pemuda asal Gunungkidul, Yogyakarta itu. Dari posisi 12, Veda melesat ke posisi sembilan hanya dalam satu putaran berkat pengereman berani di tikungan La Chapelle. Catatan waktunya langsung stabil di kisaran 1 menit 42 detik, ritme yang membuatnya tetap berada dalam kelompok utama berisi 12 pembalap yang terpisah kurang dari dua detik.

Memasuki lap ke-4, Veda sempat naik ke posisi tujuh setelah memanfaatkan slipstream sempurna di lintasan lurus sebelum tikungan Chemin aux Boeufs. Namun karakteristik balapan Moto3 yang brutal membuat posisi terus berubah setiap tikungan — sekali kehilangan momentum, tiga pembalap langsung menyalip tanpa ampun. Veda sempat melorot ke urutan 13 pada lap ke-9 setelah melebar di Garage Vert, namun ia tidak menunjukkan tanda-tanda panik.

Duel Sengit di Grup Depan

Paruh kedua balapan menyajikan duel yang membuat jantung berdebar. Lap ke-11, Veda terlibat pertarungan roda-ke-roda dengan dua pembalap Spanyol. Saling salip terjadi hampir di setiap sektor, dari La Chapelle hingga Garage Vert. Satu momen krusial terjadi di lap ke-14 ketika ban belakang Honda NSF250RW tunggangannya kehilangan traksi di tikungan cepat, namun refleks luar biasanya menyelamatkan motor dari tepian gravel.

Data telemetri menunjukkan Veda mencatatkan top speed 231,4 km/jam, salah satu yang tertinggi di antara seluruh pembalap Honda di lintasan. Lap tercepatnya, 1'42.156, dibukukan pada lap ke-16 — bukti bahwa ritmenya justru semakin kuat di akhir balapan ketika mayoritas rival mulai kehabisan grip ban belakang. Manajemen ban yang cerdas menjadi kunci kebangkitannya di fase krusial ini.

Lima Lap Pamungkas Penuh Drama

Tiga lap terakhir menjadi penentuan. Veda berada di posisi 10 ketika memasuki lap ke-18, namun dua manuver berani di sektor akhir membawanya naik dua strip. Ia melintasi garis finis di posisi delapan dengan selisih hanya +2,347 detik dari pemenang balapan — margin yang sangat rapat untuk balapan sepanjang 20 putaran.

"Balapan yang sangat sulit. Grup depan sangat rapat dan setiap kesalahan kecil langsung dihukum. Saya berusaha tetap tenang di lap-lap akhir dan menyerang saat ada celah. Finis delapan besar di Le Mans adalah hasil penting untuk kepercayaan diri kami menghadapi seri-seri berikutnya," ujar Veda usai balapan.

Manajer tim Honda Team Asia memberikan apresiasi tinggi terhadap performa anak asuhnya. "Veda menunjukkan kedewasaan luar biasa. Dia tidak panik ketika turun ke posisi 13 di pertengahan balapan dan justru membalikkan keadaan di lima lap terakhir. Ini progres nyata dari seri ke seri, dan kami bangga dengan perkembangannya."

Statistik Kunci Moto3 Prancis 2026

Posisi finis: P8

Grid start: P12

Gap ke pemenang: +2,347 detik

Lap tercepat: 1'42.156 (lap 16)

Top speed: 231,4 km/jam

Poin diraih: 8

Tambahan delapan poin ini memperkuat posisi Veda di papan tengah klasemen sementara Moto3 2026. Konsistensi menjadi senjata utamanya musim ini: ia nyaris selalu finis di zona poin dari seluruh seri yang telah dijalani, sebuah fondasi penting untuk terus mendekat ke rombongan sepuluh besar klasemen.

Perjalanan Veda berikutnya adalah seri Eropa berikutnya dua pekan mendatang. Dengan momentum positif dari Le Mans, pembalap berusia 17 tahun itu menatap target lebih tinggi: menembus barisan lima besar dan memburu podium perdana di kelas Moto3. Jika progres seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin sang merah putih akan segera berkibar di podium tertinggi Grand Prix.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User