Veda Ega Pratama Bangkit dari P26 ke P2 di Sesi Practice Hungaria

Skor akhir sesi practice Moto3 Hungaria 2026 menyajikan salah satu kebangkitan paling dramatis musim ini. Veda Ega Pratama menutup hari di posisi P2, hasil yang nyaris mustahil ditebak beberapa jam se...

Aug 24, 2026 - 03:03
0 0
Veda Ega Pratama Bangkit dari P26 ke P2 di Sesi Practice Hungaria

Skor akhir sesi practice Moto3 Hungaria 2026 menyajikan salah satu kebangkitan paling dramatis musim ini. Veda Ega Pratama menutup hari di posisi P2, hasil yang nyaris mustahil ditebak beberapa jam sebelumnya ketika ia mengakhiri sesi FP1 di dasar papan waktu. Pebalap Indonesia binaan Honda Team Asia itu membalik keadaan dalam satu hari, dari P26 menuju puncak klasemen, dan kini membawa modal besar menuju kualifikasi di sirkuit Hungaria.

Menit-Menit Sulit di FP1: Terpuruk di P26

Latihan bebas pertama berjalan pahit bagi Veda. Memasuki menit ke-10, ia masih berkutat di sepertiga bawah klasemen dengan motor yang belum menemukan keseimbangan ideal di lintasan Hungaria yang baru ia kenali. Grip rendah membuatnya kesulitan keluar dari tikungan, sementara suhu aspal yang naik semakin mempersulit pencarian ritme. Beberapa catatan waktunya bahkan sempat terancam dihapus karena melewati batas lintasan — semacam kartu kuning dari para steward — sehingga posisinya kian terjepit hingga P26.

Kabar baiknya, tim tidak panik. Data FP1 langsung dibedah, perubahan setelan suspensi dan geometri motor dilakukan, dan strategi untuk sesi practice disusun ulang. Keputusan mengganti paket ban baru pada momen yang tepat menjadi salah satu kunci yang dipersiapkan tim. Di balik layar, Honda Team Asia percaya kecepatan balapan Veda belum terlihat, dan sesi practice adalah panggung yang sesungguhnya.

Kebangkitan di Sesi Practice: Jalan Mulus Menuju P2

Sesi practice menjadi titik balik total. Sejak menit-menit awal, Veda tampil sebagai pebalap yang berbeda. Di menit ke-18, ia menembus papan atas untuk pertama kalinya, dan sejak itu namanya tak pernah turun jauh dari tiga besar. Perubahan setelan membuat motor lebih patuh, dan Veda mulai berani membuka gas lebih awal di setiap apex tikungan.

Puncaknya terjadi di pertengahan sesi ketika ia mencatatkan tiga lap cepat beruntun — semacam hat-trick pace yang mengirim sinyal ke seluruh grid. Bantuan slipstream dari pebalap lain, sebuah assist alami di sirkuit berkecepatan sedang, turut mendongkrak catatan waktunya, dan hampir setiap upaya time attack-nya on target. Yang tak kalah penting, Veda menjalani sesi bersih tanpa crash — clean sheet yang menjaga kepercayaan dirinya tetap utuh hingga bendera kotak-kotak dikibarkan. Saat sesi berakhir, namanya terpajang di P2, hanya terpaut tipis dari pemuncak papan waktu.

Penguasaan trek yang ia perlihatkan di paruh kedua sesi menjadi bukti bahwa potensi motor dan pebalap sebenarnya sudah ada sejak awal — hanya butuh waktu dan setelan yang tepat untuk mengeluarkannya.

Starting Grid di Depan Mata: Modal Kualifikasi dan Balapan

Hasil ini bukan sekadar angka. Dengan format Moto3, gabungan catatan FP1 dan sesi practice menentukan 14 pebalap tercepat yang langsung lolos ke Q2, dan P2 praktis mengamankan tiket Veda ke sesi penentu grid. Ia kini bisa menghemat tenaga dan ban untuk hari kualifikasi, sebuah keuntungan taktis yang sering menentukan di akhir pekan yang padat.

Kendati demikian, para pebalap belum boleh lengah. Steward tetap mengawasi setiap pelanggaran batas lintasan — layaknya tinjauan VAR di sepak bola — dan satu lap yang dihapus bisa mengguncang papan waktu. Veda juga harus mewaspadai persaingan ketat di kategori ringan, tempat selisih beberapa persepuluh detik bisa memindahkan posisi dari baris depan ke tengah grid.

Jika performa sesi practice bisa dipertahankan, formasi starting grid di balapan utama nanti bisa menjadi milik Indonesia untuk pertama kalinya di barisan terdepan kelas Moto3. Target podium pun bukan lagi mimpi yang terlalu jauh, apalagi dengan dukungan penuh Honda Team Asia di belakangnya. Satu hal yang pasti: setelah perjalanan dari P26 ke P2, Veda Ega Pratama sudah membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan di Hungaria musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User