Tuan Rumah 2026: Indonesia Sambut 276 Atlet Hoki Bawah Air Asia

Peluit panjang memang belum dibunyikan, tetapi pertarungan paling menentukan justru sudah dimenangkan Indonesia jauh sebelum puck menyentuh dasar kolam. Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh...

Aug 07, 2026 - 10:54
0 0
Tuan Rumah 2026: Indonesia Sambut 276 Atlet Hoki Bawah Air Asia

Peluit panjang memang belum dibunyikan, tetapi pertarungan paling menentukan justru sudah dimenangkan Indonesia jauh sebelum puck menyentuh dasar kolam. Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) resmi dipercaya menyelenggarakan 2026 CMAS Asian Championship Underwater Hockey, kejuaraan hoki bawah air paling bergengsi di kawasan Asia yang akan melibatkan 276 atlet dari tujuh negara.

Angka itu bukan statistik sembarangan. Total 276 atlet menjadikan edisi 2026 salah satu turnamen hoki bawah air terbesar yang pernah digelar di Asia, sekaligus menegaskan kepercayaan Confederation Mondiale des Activites Subaquatiques (CMAS) — induk organisasi olahraga bawah air dunia — terhadap kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah.

276 Atlet, Tujuh Negara: Skala Turnamen yang Masif

Dari sudut pandang data, komposisi peserta ini luar biasa. Dirata-rata, setiap negara berpotensi mengirimkan hampir 40 atlet — indikasi kuat bahwa mayoritas kontingen akan turun di lebih dari satu kategori, mulai nomor putra, putri, hingga kelompok usia. Dalam hoki bawah air, satu tim mendaftarkan 10 pemain: enam starter di dalam air dan empat pengganti yang masuk lewat sistem rotasi tanpa batas, mirip rolling substitution di futsal.

Rotasi itu vital. Bermain di dasar kolam sambil menahan napas memaksa pergantian berfrekuensi tinggi — atlet elite rata-rata hanya bertahan 15 hingga 30 detik dalam satu penyelaman sebelum naik ke permukaan. Manajemen pergantian pemain, dalam bahasa taktiknya, menentukan skor akhir sama besarnya dengan kualitas individu.

Formasi 6 vs 6: Bedah Taktik di Dasar Kolam

Bagi yang belum akrab, hoki bawah air adalah olahraga tim yang dimainkan di dasar kolam berkedalaman dua hingga empat meter. Setiap pemain memakai masker selam, snorkel, fin, dan sarung tangan pelindung, lalu menggenggam stick pendek sekitar 25 sampai 30 sentimeter untuk mendorong puck seberat kurang lebih 1,3 kilogram menuju gawang logam sepanjang tiga meter.

Formasi paling populer di level elite adalah 3-3: tiga forward dan tiga back, meski sejumlah tim Asia gemar memakai variasi 2-2-2 dengan dua gelandang penghubung. Durasi standar internasional berkisar dua babak kali 15 menit, dengan wasit penyelam bertugas langsung di dalam air dibantu wasit permukaan — sistem pengawasan ganda yang unik dan tidak dimiliki cabang olahraga mana pun.

CMAS, POSSI, dan Jejak Indonesia di Panggung Dunia

CMAS bukan nama kemarin sore. Federasi yang berdiri pada 1959 itu menaungi seluruh disiplin bawah air — dari finswimming, freediving, hingga hoki bawah air — dan menjadi rujukan standar kompetisi global. Olahraga ini sendiri lahir di Inggris pada 1954, awalnya diciptakan untuk menjaga kebugaran penyelam selama musim dingin, sebelum menyebar ke lebih dari 20 negara di lima benua.

Indonesia bukan wajah baru di peta tersebut. Lewat pembinaan PB POSSI, tim nasional hoki bawah air Indonesia telah tampil di berbagai ajang internasional dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Asia. Menjadi tuan rumah kejuaraan Asia adalah lompatan berikutnya: dari peserta setia menjadi pusat gravitasi olahraga ini di level regional.

Warisan Jangka Panjang untuk Selam Indonesia

Dampak turnamen sebesar ini jarang berhenti di papan skor. Kehadiran 276 atlet elite membuka transfer ilmu langsung — teknik penyelaman, pola latihan pernapasan, hingga manajemen tim — bagi pembinaan usia muda di tanah air. Paparan seperti ini biasanya memicu lonjakan minat di klub-klub daerah, efek domino yang sangat dibutuhkan cabang non-mainstream untuk tumbuh.

Hitung mundur menuju 2026 resmi berjalan. PB POSSI kini memegang puck, dan seluruh Asia menanti bagaimana Indonesia mengeksekusinya. Satu hal pasti: dengan tujuh negara dan ratusan atlet siap menyelam, panggung sudah tertata. Tinggal menunggu siapa yang mengangkat trofi dari dasar kolam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User