Sesi latihan bebas ketiga Formula 1 GP Bahrain resmi berakhir, dan nama Lance Stroll kembali mencuri perhatian. Pembalap asal Kanada itu menggenapi sesi dengan catatan waktu kompetitif bersama Aston Martin Aramco F1 Team di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (3/10/2026). Meski bukan pemuncak klasemen sesi, konsistensi Stroll di sektor kedua menjadi sinyal penting jelang sesi kualifikasi.
Menit ke-12, Stroll keluar dari pit lane dengan ban medium dan langsung mencatatkan 1 menit 31,204 detik. Waktu tersebut berada di bawah rata-rata lap time sesi sebelumnya. Tim memilih strategi split program: Stroll fokus pada simulasi balapan jarak menengah, sementara pembalap kedua menguji kompon keras untuk kebutuhan hari Minggu.
Analisis Sektor dan Distribusi Traksi
Data telemetri menunjukkan Stroll unggul tipis di sektor dua, area yang membutuhkan traksi keluar tikungan lambat. Catatan penguasaan bola bukan indikator utama di F1, tetapi pada sesi ini Aston Martin mendominasi track position di lap-lap awal, dengan 62 persen waktu berjalan di barisan depan bersama tiga tim teratas. Sang pembalap menuntaskan 18 lap tanpa insiden berarti, dengan rata-rata selisih 0,3 detik dari pembalap tercepat.
“Kami membawa paket floor baru ke sesi ini, dan Lance langsung menemukan rasa percaya pada mobilnya,” ujar salah satu engineer tim melalui radio pit. “Fokus kami kini menyeimbangkan degradasi ban belakang pada suhu lintasan yang mencapai 47 derajat Celsius.”
Perlu dicatat, shots on target dalam konteks Formula 1 tidak berlaku; sebagai gantinya, indikator yang digunakan adalah lap count, average pace, dan fuel-adjusted time. Aston Martin mencatatkan 34 lap gabungan dari dua mobil di sesi ketiga, tertinggi kedua setelah tim pabrikan asal Jerman. Stroll sendiri menyumbang 18 lap bersih, setara jarak balapan sekitar 36 persen dari total 57 lap GP Bahrain.
Perbandingan Kompon dan Strategi Kualifikasi
Menit ke-34, Stroll kembali ke pit untuk pemasangan ban soft bekas. Hasilnya, sektor pertama tercatat 28,741 detik, lebih cepat 0,12 detik dari percobaan sebelumnya. Ini mengindikasikan keseimbangan mobil di tikungan cepat sudah membaik dibanding sesi FP1 dan FP2. Tim memutuskan tidak melakukan low fuel run penuh, menjaga ban untuk kualifikasi malam nanti.
Dari sisi reliabilitas, unit daya Aston Martin-Mercedes mencatatkan suhu oli stabil di kisaran 118 derajat Celsius. Tidak ada indikasi power unit diturunkan mode, kecuali pada lap terakhir untuk program data logging. Starting XI alias susunan pembalap tidak berubah; Stroll tetap menjadi andalan pertama tim dalam menghadapi karakteristik sirkuit Sepang yang menuntut downforce tinggi.
Persaingan Papan Tengah yang Memanas
Jika mengacu pada catatan waktu gabungan, Aston Martin berada di klaster kedua bersama dua tim lain, dengan selisih 0,45 detik dari pemuncak. Stroll pernah menorehkan hat-trick lap cepat di sektor dua, menandakan ritme balapan yang menjanjikan. Namun, tantangan terbesar bukan kecepatan satu lap, melainkan manajemen degradasi ban belakang kiri yang terkenal agresif di trek ini.
“Sesi ini bukan soal siapa yang tercepat, tapi siapa yang paling siap untuk 57 lap,” tegas Stroll usai turun dari kokpit. “Kami tahu balapan akan sangat bergantung pada safety car dan strategi waktu masuk pit.”
Dengan tanpa kartu kuning, kartu merah, maupun investigasi VAR atau offside—istilah yang tidak relevan di F1—sesi latihan bebas ketiga berjalan bersih. Fokus kini beralih ke sesi kualifikasi, di mana posisi start 10 besar menjadi target realistis bagi Stroll dan Aston Martin Aramco F1 Team. Jika konsistensi sektor dua bisa dipertahankan, bukan tidak mungkin tim ini mengunci posisi lima besar di grid GP Bahrain.
Comments (0)