Spanyol Singkirkan Belgia, Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026

Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 berlanjut setelah menundukkan Belgia 2-1 dalam laga perempat final yang berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles. Kemenangan ini memastikan La Roja lolos ke baba...

Spanyol Singkirkan Belgia, Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026

Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 berlanjut setelah menundukkan Belgia 2-1 dalam laga perempat final yang berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles. Kemenangan ini memastikan La Roja lolos ke babak semifinal, mengulangi pencapaian edisi-edisi sebelumnya sekaligus memupus harapan tim berjuluk Setan Merah untuk meraih trofi pertama mereka di pentas global.

Jalannya Pertandingan

Spanyol tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Mengandalkan formasi 4-3-3, mereka menguasai aliran bola dan memaksa Belgia bermain di area sendiri. Peluang pertama hadir pada menit ke-8 lewat tendangan melengkung Lamine Yamal yang masih membentur mistar gawang. Belgia mencoba keluar dari tekanan dengan serangan balik cepat, namun lini belakang Spanyol yang dikawal Pau Torres dan Alejandro Balde tampil disiplin.

Gol pembuka lahir pada menit ke-27. Berawal dari umpan satu-dua antara Pedri dan Gavi di sisi kiri, bola dikirim ke kotak penalti dan disambut tandukan Alvaro Morata yang tak mampu dihalau kiper Belgia. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, meski Belgia sempat mengancam melalui tendangan bebas Kevin De Bruyne di menit ke-39 yang masih dapat ditepis Unai Simon.

Babak kedua Belgia meningkatkan intensitas. Hasilnya, pada menit ke-58, umpan silang Jeremy Doku dari sayap kanan diselesaikan dengan sepakan voli Romelu Lukaku untuk menyamakan kedudukan. Gol ini membangkitkan semangat tim asuhan Domenico Tedesco yang kemudian lebih berani menekan. Namun, Spanyol tidak kehilangan kendali. Pelatih Luis de la Fuente melakukan pergantian taktis dengan memasukkan Dani Olmo dan Nico Williams untuk menambah daya dobrak.

Gol kemenangan tercipta di menit ke-74. Sebuah skema tendangan sudut pendek menghasilkan ruang tembak bagi Rodri di luar kotak penalti. Tendangan kerasnya menghujam deras ke pojok kiri bawah gawang tanpa bisa dijangkau Thibaut Courtois. Skor 2-1 menjadi akhir yang dramatis bagi Belgia yang terus berupaya menekan hingga menit akhir, termasuk melalui peluang emas Yannick Carrasco di menit ke-87 yang sayangnya melambung tipis.

Statistik Kunci Pertandingan

Dominasi Spanyol tercermin dari penguasaan bola yang mencapai 61% berbanding 39% milik Belgia. Dari segi peluang, La Roja melepaskan 16 tembakan dengan 7 mengarah tepat sasaran, sedangkan Belgia hanya mencatatkan 9 tembakan dan 3 tepat sasaran. Akurasi operan Spanyol juga unggul: 88% dari total 645 umpan berhasil menemui rekan, sementara Belgia hanya menuntaskan 81% dari 407 umpan mereka. Statistik expected goals (xG) menunjukkan skor 2,1 untuk Spanyol dan 0,8 untuk Belgia, menandakan kemenangan yang layak secara performa.

Secara pertahanan, Spanyol melakukan 18 tekel sukses dan 12 intersepsi, dengan Pau Torres menjadi pemain paling menonjol berkat 5 sapuan dan 3 blok tembakan. Di sisi Belgia, Wout Faes mencatatkan 7 sapuan, tetapi lini tengah mereka kalah duel udara dan gagal mengimbangi pergerakan gelandang Spanyol. Kartu kuning keluar bagi Amadou Onana (Belgia) pada menit ke-62 akibat pelanggaran keras terhadap Pedri, dan Martin Zubimendi (Spanyol) di menit ke-81 karena menghentikan serangan balik lawan.

Analisis Taktik dan Momen Krusial

Kunci sukses Spanyol terletak pada fleksibilitas formasi bertransisi dari 4-3-3 ke 3-2-5 saat menyerang. Pedri dan Gavi yang berperan sebagai gelandang serang leluasa menusuk ke ruang antara bek tengah dan bek sayap Belgia. Sementara itu, peran Lamine Yamal sebagai sayap kanan terbalik (inverted winger) menciptakan overload di sisi kiri pertahanan lawan, memaksa Zeno Debast sering keluar dari posisi dan membuka celah bagi Morata.

Momen krusial terjadi pada gol kedua. Keputusan De la Fuente untuk membiarkan Rodri naik membantu serangan terbukti tepat. Sebagai gelandang bertahan, Rodri jarang melepaskan tembakan dari luar kotak, namun pada momen tersebut ia mengambil risiko dan membayar kepercayaan pelatih. Di sisi lain, Belgia gagal memanfaatkan keunggulan fisik mereka. Kurangnya variasi serangan selain mengandalkan Lukaku di kotak penalti membuat lini pertahanan Spanyol mudah membaca arah bola. Statistik mencatat Belgia hanya melakukan 2 umpan kunci dari permainan terbuka, jauh di bawah Spanyol yang menghasilkan 6 umpan kunci.

Rekor pertemuan kini semakin memihak Spanyol: dalam delapan laga terakhir melawan Belgia di turnamen mayor, La Roja meraih lima kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali kalah. Konsistensi sejak fase grup—di mana mereka mencetak 9 gol dan hanya kebobolan 1—membuktikan tim ini sebagai kandidat kuat juara. Belgia sendiri pulang dengan kepala tegak setelah sebelumnya menyingkirkan Argentina di babak 16 besar, namun lini tengah yang kehilangan kreativitas saat menghadapi tekanan tinggi menjadi pekerjaan rumah bagi Tedesco.

Dengan hasil ini, Spanyol akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Jepang di semifinal. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, pada 11 Juli 2026. Para penggemar berharap Lamine Yamal, yang kini berusia 19 tahun, dapat kembali menampilkan permainan brilian dan membawa Spanyol ke partai puncak untuk pertama kalinya sejak 2010.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User