Heggem Bikin Gol, VAR Batalkan, Norwegia vs Inggris Berlanjut ke Extra Time
Skor akhir 0-0 di waktu normal memaksa duel hidup-mati antara Norwegia dan Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2026 harus menempuh babak tambahan. Laga yang digelar di Stadion Miami, Minggu (12/7) s...
Skor akhir 0-0 di waktu normal memaksa duel hidup-mati antara Norwegia dan Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2026 harus menempuh babak tambahan. Laga yang digelar di Stadion Miami, Minggu (12/7) siang waktu setempat, berlangsung ketat, diwarnai tekanan tinggi, penyelamatan gemilang, dan satu momen kontroversial yang mengguncang pendukung Singa Viking: gol Vegard Heggem dianulir oleh VAR. Kedua tim kini bersiap untuk 2x15 menit yang akan menentukan siapa yang melaju ke perempat final.
Jual Beli Serangan Tanpa Gol di Babak Pertama
Sejak peluit pertama dibunyikan, tensi langsung terasa. Inggris dengan formasi 4-2-3-1 mengandalkan Jude Bellingham sebagai jenderal lapangan tengah, sementara Norwegia turun dalam skema 4-3-3 mengandalkan trisula Erling Haaland, Antonio Nusa, dan Oscar Bobb. Menit ke-7, Haaland nyaris membobol gawang Aaron Ramsdale lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Bobb, namun bola masih membentur tiang kiri. Inggris membalas dua menit kemudian lewat tendangan jarak jauh Declan Rice yang memaksa kiper Mathias Dyngeland terbang menyelamatkan bola.
Penguasaan bola selama 45 menit pertama relatif seimbang: 51% untuk Inggris, 49% untuk Norwegia. Namun The Three Lions lebih unggul dalam shots on target (3 berbanding 2). Tekanan Norwegia meningkat selepas menit ke-30, dengan Nusa kerap menusuk dari sisi kiri pertahanan Inggris yang dikawal Kyle Walker. Meski begitu, rapatnya pertahanan Inggris—yang dikomandoi John Stones dan Marc Guehi—membuat peluang emas sulit tercipta. Babak pertama pun ditutup tanpa gol.
Gol Heggem Dianulir, Kontroversi Pecah di Miami
Memasuki babak kedua, Norwegia meningkatkan intensitas. Pelatih Stale Solbakken menukar gelandang bertahan dengan memasukkan Sander Berge demi menambah kreativitas. Hasilnya, pada menit ke-68, sebuah kemelut di depan gawang Inggris berakhir dengan tandukan Vegard Heggem—bek yang naik membantu serangan—yang menjebol jala Ramsdale. Ribuan suporter berbaju merah biru bergemuruh. Namun kegembiraan itu hanya berlangsung dua menit.
Wasit Jesús Valenzuela asal Venezuela mendapat sinyal dari ruang VAR. Setelah meninjau monitor, ia menganulir gol tersebut karena offside tipis dari Haaland dalam proses build-up. Rekaman menunjukkan Haaland berada beberapa sentimeter di belakang garis pertahanan saat menerima umpan terobosan, meski ia tidak langsung terlibat dalam penyelesaian. Keputusan ini sontak memicu protes keras kubu Norwegia—Haaland sendiri terlihat emosi di lapangan. Statistik offside tercatat: Norwegia 4 kali, Inggris 2 kali.
Inggris yang sempat tertekan bangkit. Phil Foden yang masuk menggantikan Jarrod Bowen di menit ke-72 langsung memberi energi baru. Kerjasama Foden dengan Bukayo Saka di sayap kanan berkali-kali merepotkan Fredrik Bjorkan. Menit ke-80, Saka melepaskan tembakan melengkung yang nyaris bersarang, sayang bola membentur mistar. Tiga menit jelang bubaran, Dyngeland kembali menjadi pahlawan dengan menepis tendangan first-time Harry Kane dari dalam kotak penalti. Skor tetap 0-0.
Statistik Laga dan Kesiapan Fisik Menuju Extra Time
Hingga peluit panjang dibunyikan, catatan statistik memperlihatkan pertarungan yang begitu ketat: total tembakan Norwegia 14 (4 tepat sasaran), Inggris 15 (5 tepat sasaran). Penguasaan bola akhir Norwegia 48% dan Inggris 52%. Kedua tim sama-sama melakukan 12 pelanggaran, dengan dua kartu kuning untuk Inggris (Trent Alexander-Arnold menit ke-41, John Stones menit ke-76) dan satu untuk Norwegia (Leo Ostigard menit ke-51). Akurasi operan Inggris sedikit lebih baik: 88% berbanding 85% milik Norwegia.
Kini, pertandingan memasuki babak tambahan 2x15 menit. Faktor kelelahan akan menjadi kunci. Norwegia tampak mengandalkan kecepatan transisi lewat Nusa dan Bobb, sementara Inggris lebih mengandalkan pengalaman Kane dan ketajaman Bellingham dalam membongkar pertahanan lawan. Kedua kubu memiliki stok pemain pengganti yang cukup, namun mental pasca-anulir gol dapat memberi beban psikologis tersendiri bagi Norwegia. Sebaliknya, Inggris yang lolos dari lubang jarum justru bisa memetik momentum.
"Keputusan VAR memang sulit diterima, tapi saya bangga dengan permainan anak-anak. Kami masih hidup dan akan bertarung sampai titik darah penghabisan di extra time," ujar Solbakken dalam wawancara singkat pinggir lapangan.
Semua mata kini tertuju pada 30 menit tambahan—atau bahkan adu penalti—yang akan menentukan nasib dua raksasa Eropa di Piala Dunia 2026. Pertahanan solid dan efektivitas serangan akan menjadi penentu; siapa yang lebih dulu goyah akan pulang.
Baca juga:
Comments (0)