Rice, Guehi, James Pulih, Skuad Inggris Komplet Hadapi Norwegia
Ketegangan yang sempat menyelimuti Hotel England di Los Angeles perlahan berubah menjadi optimisme menjelang duel krusial perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia. Tiga pemain yang sebelumnya ...
Ketegangan yang sempat menyelimuti Hotel England di Los Angeles perlahan berubah menjadi optimisme menjelang duel krusial perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia. Tiga pemain yang sebelumnya diragukan tampil—Declan Rice, Marc Guehi, dan Reece James—akhirnya kembali bergabung dalam sesi latihan utama pada Selasa (30/6) pagi waktu setempat. Kepastian ini menjadi suntikan moral besar bagi Thomas Tuchel yang mengincar tempat di semifinal.
Kepulihan Tiga Pilar Utama
Rice, yang mengalami benturan di pergelangan kaki saat Inggris menang dramatis 2-1 atas Meksiko di babak 16 besar, menjalani pemulihan lebih cepat dari jadwal. Gelandang Arsenal itu tampil penuh semangat dalam permainan penguasaan bola dan tidak menunjukkan tanda-tanda kejanggalan. Kehadirannya praktis tidak tergantikan: sepanjang turnamen, ia mencatat rata-rata 12,3 kilometer jarak tempuh per laga, 87% akurasi oper, dan empat intersepsi penting per pertandingan. Tanpa Rice, lini tengah Inggris kehilangan keseimbangan dan kemampuan memutus serangan lawan.
Sementara itu, kondisi Guehi dan James yang mengalami kelelahan otot setelah akumulasi menit bermain tinggi juga membaik. Guehi, bek tengah milik Crystal Palace, kembali menunjukkan duet solid bersama John Stones dalam latihan game internal. James, yang diplot sebagai bek kanan pilihan utama, memperlihatkan ketajaman crossing dan akselerasi standar penuh. Keduanya datang tepat waktu, mengingat Tuchel sempat menyiapkan Kyle Walker dan Lewis Hall sebagai pelapis.
Dampak Taktis untuk Thomas Tuchel
Dengan kembalinya tiga nama itu, Tuchel memiliki kemewahan untuk menurunkan starting XI terkuatnya sejak laga pembuka Grup C. Pelatih asal Jerman itu dikenal piawai menyusun formasi 4-2-3-1 yang fleksibel, dan kali ini ia dapat kembali memadukan Rice sebagai pivot tunggal di depan empat bek, diapit Jude Bellingham dan Phil Foden sebagai gelandang box-to-box. Kreativitas Foden dan visi Bellingham akan lebih terjamin dengan kehadiran Rice yang mampu menutup ruang saat transisi bertahan.
Keberadaan James di sisi kanan juga membuka opsi serangan sayap yang lebih variatif. Overlap agresif James dengan Bukayo Saka dapat menjadi senjata mematikan untuk mengeksploitasi kelemahan bek kiri Norwegia, Julian Ryerson, yang kadang terlambat kembali ke posisi. Di lini belakang, Guehi kembali menjadi partner ideal untuk Stones berkat kemampuan membaca permainan dan kecepatan mengantisipasi bola panjang menuju Erling Haaland.
Statistik Pertemuan dan Ancaman Norwegia
Meski Inggris diunggulkan, Norwegia bukan lawan yang bisa dipandang remeh. Tim asuhan Stale Solbakken itu melaju ke perempat final dengan catatan tiga clean sheet dari empat laga, hanya kebobolan lewat penalti saat mengalahkan Belgia di babak 16 besar. Sang kapten, Erling Haaland, sudah mengoleksi lima gol dan menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Inggris. Musim ini, Haaland mencatat rasio konversi tembakan sebesar 35% di Piala Dunia, angka tertinggi kedua di turnamen.
Secara historis, Inggris dan Norwegia terakhir bertemu di babak grup Piala Dunia 2018, yang berakhir imbang 1-1. Namun, sejak Tuchel mengambil alih, Inggris belum pernah kalah dalam 12 pertandingan kompetitif. Penguasaan bola rata-rata Inggris mencapai 58,3% dengan shots on target sebanyak 6,8 per laga—modal mewah untuk membongkar pertahanan rapat Norwegia yang mengandalkan formasi 4-4-2 blok rendah.
Respons Pemain dan Suasana Kamp
Kapten Harry Kane yang turut hadir dalam sesi latihan menyambut baik kembalinya tiga rekannya. “Sungguh melegakan melihat mereka fit. Declan adalah mesin kami di lini tengah, Marc punya ketenangan luar biasa, dan Reece memberikan dimensi berbeda dalam serangan. Kami siap tempur,” ujarnya singkat kepada awak media. Sesi latihan yang berlangsung ceria itu diikuti dengan analisis video singkat mengenai pergerakan Haaland di kotak penalti.
Kepercayaan diri mulai merayap di skuad The Three Lions. Setelah melalui masa sulit dengan cederanya beberapa pemain kunci di fase grup, kini Tuchel dapat meracik strategi tanpa kompromi. Pertandingan yang akan digelar di SoFi Stadium, Kamis (2/7) mendatang, diprediksi menjadi laga terbuka karena kedua tim sama-sama ingin mengakhiri paceklik gelar juara. Inggris terakhir kali mengangkat trofi besar pada tahun 1966, sementara Norwegia belum pernah melampaui babak 16 besar sebelum edisi ini.
Baca juga:
Comments (0)