Spanyol Kunci Gelar Juara Piala Dunia 2026, Taklukkan Argentina 3-1

Skor akhir 3-1! Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina di partai puncak yang berlangsung dramatis di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu...

Aug 07, 2026 - 13:58
0 0
Spanyol Kunci Gelar Juara Piala Dunia 2026, Taklukkan Argentina 3-1

Skor akhir 3-1! Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina di partai puncak yang berlangsung dramatis di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Kemenangan ini mengukuhkan dominasi La Roja di pentas sepak bola dunia, sekaligus menjadi gelar kedua sepanjang sejarah setelah edisi 2010 di Afrika Selatan.

Sejak peluit pertama dibunyikan, tensi pertandingan langsung terasa tinggi. Spanyol tampil dengan formasi 4-3-3 khas mereka, mengandalkan penguasaan bola yang menjadi ciri khas tiki-taka. Sementara Argentina, di bawah asuhan Lionel Scaloni, memilih formasi 4-4-2 dengan fokus pada serangan balik cepat yang dipimpin oleh Lionel Messi dan Lautaro Martinez. Statistik penguasaan bola di babak pertama menunjukkan Spanyol unggul telak dengan 61% berbanding 39%, namun Argentina justru lebih berbahaya dalam serangan balik.

Babak Pertama: Kejutan Argentina dan Respon Cepat Spanyol

Menit ke-12, kejutan datang dari Argentina. Umpan terobosan brilian dari Messi berhasil disambar oleh Julian Alvarez yang lolos dari jebakan offside. Sepakan kaki kirinya dari sudut sempit berhasil menembus gawang Unai Simon. Skor berubah 0-1 untuk Argentina. Stadion langsung bergemuruh, para pendukung Albiceleste bersorak sorai. Namun, Spanyol tidak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan.

Menit ke-23, gol penyama kedudukan tercipta melalui skema serangan yang apik. Lamine Yamal, yang tampil impresif di sisi kanan, melepaskan crossing mendatar ke kotak penalti. Ferran Torres, yang berdiri bebas di tiang jauh, dengan tenang menyontek bola ke gawang yang tidak bisa dijangkau Emiliano Martinez. Skor berubah menjadi 1-1. Gol ini menjadi titik balik mental permainan Spanyol. Mereka mulai meningkatkan intensitas tekanan, memaksa Argentina bertahan lebih dalam. Hingga turun minum, skor tetap 1-1. Meski Spanyol mendominasi dengan 8 shots on target berbanding 3 milik Argentina, kedua tim masih mampu menjaga gawangnya masing-masing.

Babak Kedua: Aksi Ferran Torres dan Keunggulan Spanyol

Memasuki babak kedua, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, melakukan penyesuaian taktik dengan menarik gelandang bertahan dan memasukkan pemain sayap cepat, Nico Williams. Perubahan ini langsung membuahkan hasil. Menit ke-58, Nico Williams yang baru masuk 5 menit sebelumnya, berhasil melewati dua bek Argentina di sisi kiri. Umpan silangnya yang mengarah ke tiang jauh disambut oleh sundulan keras Ferran Torres. Gol kedua untuk Spanyol! Skor menjadi 2-1. Ferran Torres mencetak brace-nya di pertandingan final, sebuah pencapaian yang mengukuhkan namanya sebagai bintang utama turnamen ini.

Argentina mencoba merespons dengan memasukkan Angel Di Maria untuk menambah daya serang. Namun, lini tengah Spanyol yang dikomandoi oleh Rodri dan Gavi tampil sangat solid. Mereka memotong setiap aliran bola Argentina dan terus membangun serangan dengan sabar. Menit ke-70, peluang emas datang untuk Argentina melalui tendangan bebas Messi, namun sepakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang. Spanyol tidak mengendurkan tekanan. Menit ke-78, giliran Lamine Yamal yang hampir mencetak gol ketiga, namun tendangan volinya dari dalam kotak penalti masih bisa ditepis oleh Emiliano Martinez dengan refleks luar biasa.

Menit Akhir dan Gol Penutup yang Menghancurkan Argentina

Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir dan Argentina terus menekan, Spanyol justru menusuk melalui serangan balik yang mematikan. Menit ke-84, Ferran Torres yang sudah mencetak dua gol, berperan sebagai kreator. Ia melepaskan umpan terobosan kepada Alvaro Morata yang masuk sebagai pemain pengganti. Morata dengan dingin menaklukkan Emiliano Martinez dalam situasi satu lawan satu. Skor berubah menjadi 3-1. Gol ini seakan menjadi pukulan telak bagi Argentina yang sudah kehabisan tenaga.

Statistik akhir pertandingan menunjukkan Spanyol unggul dalam penguasaan bola dengan 65% berbanding 35%. Total shots Spanyol mencapai 17 dengan 11 shots on target, sementara Argentina hanya melepaskan 9 tembakan dengan 4 shots on target. Spanyol juga lebih efektif dalam duel udara dan memenangkan lebih banyak pelanggaran. Kartu kuning diberikan kepada dua pemain Argentina (Cuti Romero dan Rodrigo De Paul) dan satu pemain Spanyol (Dani Carvajal) karena pelanggaran taktis. Tidak ada kartu merah dalam pertandingan ini, meskipun VAR sempat digunakan pada menit ke-63 untuk memeriksa potensi handball di kotak penalti Argentina, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.

“Ini adalah malam yang sempurna. Kami bermain dengan keberanian dan kualitas yang luar biasa. Ferran adalah pemain luar biasa, dia pantas mendapatkan semua pujian. Gelar ini untuk seluruh rakyat Spanyol,” ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Di sisi lain, Lionel Scaloni mengakui keunggulan lawan. “Spanyol adalah tim terbaik di turnamen ini. Kami sudah berusaha maksimal, tapi mereka punya kualitas individu yang menentukan. Selamat untuk Spanyol,” ucapnya dengan nada kecewa. Kemenangan ini menandai era baru kejayaan sepak bola Spanyol. Dengan skuad muda berbakat seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Gavi, La Roja diprediksi akan mendominasi sepak bola dunia dalam beberapa tahun ke depan. Ferran Torres, dengan dua golnya di final, dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dan berhasil mengoleksi total 7 gol sepanjang turnamen, mengamankan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User