Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina di Final

Skor akhir 3-2 memastikan Spanyol menggenggam trofi Piala Dunia 2026 dalam duel epik melawan Argentina di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (19/7) waktu setempat. Kemenangan ini men...

Jul 28, 2026 - 04:12
0 0
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina di Final

Skor akhir 3-2 memastikan Spanyol menggenggam trofi Piala Dunia 2026 dalam duel epik melawan Argentina di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (19/7) waktu setempat. Kemenangan ini mengakhiri perlawanan sengit Lionel Messi dan kawan-kawan yang harus puas mengenakan medali runner-up, menyaksikan La Roja mengangkat trofi kedua sepanjang sejarah mereka setelah edisi 2010.

Pertandingan di depan lebih dari 82.000 penonton ini menyuguhkan tempo tinggi sejak peluit pertama. Dominasi penguasaan bola Spanyol mencapai 58 persen berbanding 42 persen milik Argentina, namun efektivitas serangan kedua tim nyaris setara dengan masing-masing mencatat enam shots on target. Perbedaannya terletak pada efisiensi penyelesaian akhir dan momen krusial yang dimenangkan skuad asuhan Luis de la Fuente.

Babak Pertama: Dua Gol Kilat dan Petaka Kartu Merah

Menit ke-11, tendangan first-time Lamine Yamal dari luar kotak penalti membentur tiang sebelum bola muntah disambar Pedri. Gol pembuka ini lahir dari skema umpan satu-dua yang merobek lini pertahanan Argentina. Kejutan berlanjut pada menit ke-23, ketika Nico Williams menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di sudut jauh gawang Emiliano Martinez. Spanyol memimpin 2-0 dalam tempo kurang dari 25 menit.

Bencana menghampiri Argentina pada menit ke-31. Cristian Romero melakukan pelanggaran keras terhadap Alvaro Morata di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih dan mengganjar Romero dengan kartu merah langsung. Morata sendiri yang mengeksekusi penalti, namun tendangannya mampu ditepis Emiliano Martinez. Meski selamat dari kebobolan ketiga, Argentina harus bermain dengan 10 orang selama hampir satu jam ke depan.

Babak Kedua: Kebangkitan Argentina dan Pukulan Telak Injury Time

Pelatih Lionel Scaloni memasukkan Rodrigo De Paul dan Leandro Paredes di awal babak kedua untuk memperkuat lini tengah. Strategi ini membuahkan hasil pada menit ke-57. Umpan terobosan Messi dari sisi kanan diselesaikan Julian Alvarez dengan sepakan voli yang mengubah skor menjadi 2-1. Ini assist keenam Messi sepanjang turnamen, menjadikannya pencetak assist terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.

Gelombang serangan Argentina terus menggulung meski kalah jumlah pemain. Menit ke-74, Nicolas Otamendi yang naik membantu serangan berhasil menyundul bola hasil tendangan sudut Leandro Paredes. Bola meluncur deras ke gawang Unai Simon dan membuat skor menjadi 2-2. Stadion bergemuruh. Drama belum berakhir.

Memasuki masa injury time, tepatnya pada menit 90+3, serangan balik cepat Spanyol yang dimotori Alejandro Balde mengirimkan umpan silang terukur ke kotak penalti. Dani Olmo menyambut bola dengan sundulan akurat yang menghujam pojok kiri gawang. Skor berubah menjadi 3-2 untuk Spanyol. Gol ini sempat ditinjau VAR karena dugaan offside terhadap Balde, namun tayangan ulang mengonfirmasi posisinya sah. Argentina gagal menyamakan kedudukan dalam dua menit tersisa, dan peluit panjang mengakhiri pertandingan.

Momen Perpisahan dan Statistik Kunci

Setelah peluit akhir berbunyi, kamera menyorot Lionel Messi yang berdiri di tengah lapangan dengan ekspresi kosong. Bersama Rodrigo De Paul, Nicolas Otamendi, dan Leandro Paredes, sang kapten menaiki panggung untuk menerima medali runner-up. Ini menjadi pertandingan terakhir Messi di ajang Piala Dunia—sebuah penutup yang pahit untuk karier internasional paling cemerlang abad ini.

Dari sisi statistik, Spanyol mencatat total 17 tembakan dengan delapan tepat sasaran, berbanding 14 tembakan Argentina dengan enam tepat sasaran. Akurasi operan tim pemenang mencapai 89 persen, mencerminkan filosofi tiki-taka yang tetap menjadi DNA permainan mereka. Argentina, meski tampil dengan 10 orang selama 59 menit, mampu menciptakan peluang dengan xG (expected goals) sebesar 1,92, menunjukkan efisiensi luar biasa dalam situasi tertekan.

Beberapa catatan penting dari laga ini: Yamal menyelesaikan turnamen dengan total empat assist dan tiga gol. Pedri mencatat jarak tempuh 13,4 kilometer—tertinggi di antara semua pemain. Sementara itu, performa Emiliano Martinez patut diacungi jempol dengan lima penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan penalti Morata yang untuk sementara menjaga asa Argentina tetap hidup.

Hasil ini menempatkan Spanyol sejajar dengan Brasil dan Prancis sebagai negara dengan dua gelar Piala Dunia, sekaligus menegaskan dominasi generasi emas baru mereka pasca-era Xavi dan Iniesta. Bagi Argentina, kekalahan ini menunda ambisi mempertahankan gelar setelah kemenangan di Qatar 2022, namun tidak mengurangi status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia era modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User