Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Messi Tertunduk di Final

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB, menjadi penutup dramatis turnamen terbesar di muka bumi — sekaligu...

Aug 10, 2026 - 05:54
0 0
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Messi Tertunduk di Final

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB, menjadi penutup dramatis turnamen terbesar di muka bumi — sekaligus momen yang menghancurkan hati jutaan pendukung La Albiceleste. Di tengah hujan konfeti merah-kuning, kapten Argentina Lionel Messi tertunduk di lingkaran tengah lapangan. Wajahnya menyiratkan segalanya: perjuangan habis-habisan sepanjang laga, dan mungkin, sebuah era yang resmi berakhir.

Data pertandingan memperlihatkan dengan gamblang siapa penguasa jalannya laga. Spanyol membukukan penguasaan bola 62 persen berbanding 38 persen, melepaskan 17 tembakan dengan 7 shots on target. Argentina hanya sanggup membalas dengan 8 tembakan dan 3 shots on target. Tim asuhan Lionel Scaloni yang turun dengan formasi 4-4-2 dipaksa bertahan berlapis oleh permainan tiki-taka generasi emas baru Spanyol dalam skema 4-3-3.

Babak Pertama: Dominasi La Roja, Yamal Membuka Keran Gol

Sejak peluit kick-off ditiup, Spanyol langsung mengambil inisiatif. Trio lini tengah Pedri, Gavi, dan Fabián Ruiz memainkan sirkulasi bola satu-dua sentuhan yang membuat starting XI Argentina terus tertarik keluar dari posisinya. Menit ke-12, peluang pertama lahir ketika sepakan keras Pedri dari luar kotak penalti masih bisa ditepis kiper Emiliano Martínez.

Menit ke-34, kebuntuan akhirnya pecah. Lamine Yamal menerima umpan diagonal di sisi kanan, melakukan cut inside melewati Marcos Acuña, lalu melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang bersarang di pojok kiri atas gawang Martínez. Gol keempat Yamal di turnamen ini, dengan Pedri tercatat sebagai pemberi assist. Skor 1-0 untuk Spanyol.

Argentina berusaha merespons, tetapi pressing tinggi Spanyol membuat Messi nyaris tak pernah menerima bola dalam posisi nyaman. Menit ke-41, bek Cristian Romero diganjar kartu kuning setelah tekel keras terhadap Pedri — bukti frustrasi yang mulai menjangkiti kubu juara bertahan. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 La Roja.

Babak Kedua: Argentina Sempat Bangkit, Williams Jadi Pembeda

Scaloni melakukan perubahan di jeda pertandingan untuk menambah daya gedor, dan hasilnya langsung terlihat. Menit ke-55, momen magis yang ditunggu akhirnya tiba: Messi menerima bola di antara garis pertahanan Spanyol, berbalik, lalu mengirim umpan terobosan yang membelah dua bek tengah. Julián Álvarez berlari menyambut dan menaklukkan Unai Simón lewat sepakan mendatar. Skor 1-1, assist kelima Messi sepanjang Piala Dunia 2026.

Namun keunggulan moral Argentina tak bertahan lama. Menit ke-67, Spanyol menjawab lewat serangan balik kilat. Yamal mengirim umpan panjang ke sisi kiri, Nico Williams memenangi adu sprint melawan Nahuel Molina, lalu melepaskan tembakan keras ke tiang jauh. 2-1 untuk Spanyol — gol yang kelak menjadi penentu gelar juara dunia.

Drama belum berhenti. Menit ke-82, sundulan Nicolás Otamendi dari situasi sepak pojok sempat membuat seisi stadion bergemuruh, tetapi tinjauan VAR menganulir gol tersebut karena posisi offside sang bek veteran. Pada menit ke-90+4, tendangan bebas Messi dari jarak 25 meter — peluang terakhir Argentina — membentur pagar betis dan disapu keluar. Peluit panjang berbunyi. Spanyol juara dunia untuk kedua kalinya setelah 2010.

Malam Perpisahan yang Pahit bagi Sang Kapten

Bagi Messi, angka malam ini terasa menipu. Ia mencatatkan 1 assist, 3 umpan kunci, dan 4 dribel sukses, tetapi hanya mampu melepaskan 1 tembakan tepat sasaran. Pada usia 39 tahun, ini hampir pasti menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia — turnamen yang ia menangi pada 2022 dan kini berakhir dengan air mata di New Jersey.

"Kami kalah dari tim yang bermain lebih baik malam ini. Leo sudah memberikan segalanya, seperti yang selalu ia lakukan selama dua puluh tahun. Tidak ada satu pun hal yang perlu kami sesali," ujar pelatih Argentina Lionel Scaloni dalam konferensi pers usai laga.
"Menghadapi Messi di final Piala Dunia adalah ujian terberat yang bisa dibayangkan. Anak-anak ini menunjukkan kedewasaan yang luar biasa," kata pelatih Spanyol Luis de la Fuente.

Saat Messi berjalan meninggalkan lapangan dengan mata berkaca-kaca, seluruh 82.500 penonton di Stadion MetLife berdiri memberikan tepuk tangan panjang — termasuk para suporter Spanyol. Skor akhir boleh mencatat Spanyol 2, Argentina 1. Tetapi malam ini, sepak bola memberi hormat kepada seorang legenda yang mungkin baru saja memainkan babak terakhirnya di panggung terbesar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User