Spanyol Juara Dunia 2026, Ferran Torres Bawa La Roja Taklukkan Argentina

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 menjadi penutup epik yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Senin dini hari WIB. Dua gol kem...

Jul 28, 2026 - 00:29
0 0
Spanyol Juara Dunia 2026, Ferran Torres Bawa La Roja Taklukkan Argentina

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 menjadi penutup epik yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Senin dini hari WIB. Dua gol kemenangan La Roja lahir dari kaki Ferran Torres, yang tampil sebagai pahlawan sejati dengan mencatatkan brace pada menit ke-38 dan menit ke-72. Argentina sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti Lautaro Martínez di menit ke-56, namun dominasi taktis anak asuh Luis de la Fuente terbukti terlalu kokoh untuk ditembus. Pertandingan ini diwarnai intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan, dengan Spanyol mencatatkan penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen milik Argentina, serta shots on target 7 berbanding 4 yang memperlihatkan ketajaman penyelesaian akhir La Roja sepanjang 90 menit waktu normal.

Ferran Torres Menggila, Brace di Panggung Terbesar

Menit ke-38 menjadi titik balik ketika skema serangan balik cepat yang dibangun dari lini tengah membuat Pedri melepaskan umpan terobosan presisi ke sisi kiri kotak penalti. Ferran Torres, yang sejak awal diturunkan sebagai penyerang sayap kanan dalam formasi 4-2-3-1, melakukan overlapping run dan melepaskan tendangan melengkung ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau Emiliano Martínez. Gol kedua di menit ke-72 hadir dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Gavi. Bola hasil sapuan tidak sempurna dari bek Argentina jatuh di kaki Ferran di luar kotak penalti, dan dengan satu sentuhan ia melepaskan low drive keras yang bersarang di sudut bawah gawang. Dua gol tersebut membawa total koleksi Ferran Torres di turnamen ini menjadi tujuh gol, sekaligus menempatkannya sebagai top skor Piala Dunia 2026 bersama Kylian Mbappé. Statistik individu Ferran sungguh mencengangkan: tiga dribel sukses, dua tembakan tepat sasaran, dan akurasi umpan mencapai 89 persen sepanjang laga.

Analisis Babak Pertama: Tiki-Taka Modern Menjinakkan Transisi Argentina

Sejak menit awal, Spanyol langsung mengambil inisiatif dengan sirkulasi bola pendek khas yang kini diadaptasi menjadi versi lebih vertikal di bawah De la Fuente. Starting XI yang menampilkan Rodri sebagai poros tunggal di depan empat bek, didukung Pedri dan Gavi sebagai dual number eight, membuat Argentina kesulitan menemukan ritme permainan. Transisi bertahan ke menyerang La Albiceleste yang biasanya mematikan melalui kecepatan Julián Álvarez dan Ángel Di María, berulang kali dipatahkan oleh disiplin posisi Aymeric Laporte dan Pau Torres di jantung pertahanan. Menit ke-23, peluang emas Argentina datang lewat sundulan Rodrigo De Paul yang masih bisa ditepis Unai Simón dengan refleks luar biasa. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 bagi Spanyol, yang juga mencatatkan clean sheet sementara meski harus menghadapi tiga situasi bola mati berbahaya.

Momen Kontroversial VAR dan Penalti Argentina

Menit ke-54, insiden yang mengundang perdebatan terjadi ketika Marcos Llorente dianggap melakukan handball di dalam kotak penalti setelah tinjauan VAR. Wasit François Letexier asal Prancis membutuhkan waktu hampir tiga menit untuk memutuskan titik putih, dan Lautaro Martínez sukses mengeksekusi dengan tenang. Gol ini sempat mengubah momentum pertandingan, di mana Argentina meningkatkan intensitas pressing dan mencatatkan dua peluang emas dalam rentang lima menit melalui tembakan Enzo Fernández yang membentur tiang dan sepakan Ángel Di María yang melambung tipis. Namun, respons cepat Spanyol melalui gol kedua Ferran Torres memadamkan gelombang serangan tersebut. Menariknya, data xG atau expected goals Argentina di babak kedua tercatat 0,98 dibandingkan Spanyol yang memiliki xG 1,45, mengindikasikan bahwa peluang La Roja jauh lebih berkualitas.

Peluit panjang berbunyi dan Spanyol resmi meraih gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka, mengulangi kejayaan tahun 2010 di Afrika Selatan. Trofi ini menjadi penegasan bahwa regenerasi skuad pasca-era tiki-taka klasik telah tuntas.

Kami bermain dengan hati dan otak. Para pemain muda menunjukkan kedewasaan luar biasa melawan tim Argentina yang sangat berpengalaman,
ujar Luis de la Fuente selepas laga. Sementara itu, pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui keunggulan lawan:
Spanyol pantas menang. Mereka membaca permainan kami dengan sangat baik.
Estadio MetLife menjadi saksi bagaimana Ferran Torres dan kolega menuliskan babak baru dalam sejarah sepak bola Spanyol, lengkap dengan data dan performa yang sulit terbantahkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User