Skor Akhir 1-1: Indonesia Tersingkir, Kartu Merah Singapura Dianulir VAR

Skor akhir 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis malam, resmi menutup perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Gol penyeimbang Marselino Ferdinan pada menit ke-57 sempat menyalakan harap...

Aug 10, 2026 - 11:31
0 0
Skor Akhir 1-1: Indonesia Tersingkir, Kartu Merah Singapura Dianulir VAR

Skor akhir 1-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis malam, resmi menutup perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Gol penyeimbang Marselino Ferdinan pada menit ke-57 sempat menyalakan harapan lebih dari 60 ribu suporter, tetapi keputusan wasit asal Oman, Abdullah Salim Khalfan Al Amouri, yang menganulir kartu merah pemain Singapura pada babak kedua mengubah segalanya. Skuad Garuda yang wajib menang untuk lolos akhirnya harus puas finis di peringkat ketiga grup dan menyaksikan rival mereka melaju ke semifinal.

Babak Pertama: Dominasi Garuda Dibalas Serangan Balik Mematikan

Starting XI Indonesia turun dengan formasi 4-3-3 dan langsung mengambil inisiatif sejak peluit dibunyikan. Penguasaan bola tuan rumah menembus angka 68 persen pada 25 menit awal, sementara Singapura memilih bertahan dengan blok rendah 5-4-1 yang sangat disiplin. Menit ke-23, Rafael Struick melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Izwan Mahbud. Petaka justru datang pada menit ke-34: lewat skema serangan balik kilat, Ikhsan Fandi menyambut umpan terobosan dengan sepakan mendatar ke sudut jauh gawang. Skor 0-1 bertahan hingga jeda, dengan statistik shots on target babak pertama tercatat 4 berbanding 2 untuk keunggulan Indonesia.

Momen Kontroversial: Kartu Merah yang Ditarik Kembali

Insiden paling dibicarakan terjadi pada menit ke-71. Struick lolos tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper sebelum dijatuhkan bek senior Safuwan Baharudin yang berada dalam posisi pemain terakhir. Al Amouri tanpa ragu mengacungkan kartu merah, dan seisi stadion bergemuruh. Namun setelah tinjauan VAR yang berlangsung hampir tiga menit, keputusan itu dianulir — kartu merah dibatalkan, diganti kartu kuning, dan Indonesia hanya mendapat hadiah tendangan bebas. Tayangan ulang memperlihatkan kontak yang jelas, tetapi ofisial menilai masih ada pemain Singapura lain dalam posisi menutup ruang. Keputusan itu membuat tim tamu tetap bermain dengan 11 orang pada 20 menit paling krusial.

'Para pemain saya sudah memberikan segalanya di lapangan. Kami menguasai bola, menciptakan peluang demi peluang, dan semua orang di stadion melihat apa yang terjadi pada insiden itu. Saya tidak ingin berkomentar lebih jauh, tetapi sepak bola malam ini dirugikan,' ujar sang pelatih kepala dalam konferensi pers seusai laga.

Babak Kedua: Gelombang Serangan Terbentur Tembok Pertahanan

Indonesia sebenarnya sudah menyamakan kedudukan pada menit ke-57. Pratama Arhan mengirim umpan silang akurat dari sisi kiri, dan Marselino menyambutnya dengan sundulan keras yang merobek gawang Izwan — assist kedua Arhan di turnamen ini. Setelah insiden kartu merah yang dibatalkan, Garuda mengurung habis pertahanan lawan. Pelatih memasukkan dua penyerang tambahan dan mengubah formasi menjadi 3-4-3 ultraofensif. Hasilnya: 11 tendangan sudut berbanding 2, dua peluang emas Jay Idzes dari situasi bola mati, serta satu tembakan keras dari luar kotak yang membentur tiang pada menit ke-83. Singapura bahkan dua kali terjebak offside saat mencoba keluar dari tekanan, bukti betapa dalamnya mereka tertahan di area sendiri.

Statistik Akhir: Angka Berpihak, Hasil Tidak

Data akhir memperlihatkan betapa timpangnya laga ini. Indonesia mencatat penguasaan bola 63 persen, total 21 tembakan berbanding 6, dan shots on target 8 berbanding 2. Angka expected goals Garuda bahkan menyentuh 2,4 berbanding 0,7 — rasio yang biasanya berarti kemenangan mutlak. Wasit mengeluarkan total enam kartu kuning, empat untuk Singapura dan dua untuk Indonesia, tetapi tidak ada satu pun kartu merah yang bertahan hingga peluit panjang. Singapura akhirnya lolos ke semifinal sebagai runner-up grup dengan keunggulan dua poin, sementara Indonesia kembali gugur di fase grup dengan cara yang menyakitkan. Bagi jutaan pendukung Garuda, malam ini akan dikenang bukan karena kualitas permainan, melainkan karena satu keputusan pada menit ke-71 yang mengubah arah turnamen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User