Oct 10, 2026
Hukum

Siswa SDN 2 Wanagiri Jadi Korban Gigitan Monyet Ekor Panjang

Konflik satwa liar dengan manusia di Desa Wanagiri, Bali, memasuki babak baru setelah seorang siswa sekolah dasar menjadi korban gigitan Monyet Ekor Panjan

Siswa SDN 2 Wanagiri Jadi Korban Gigitan Monyet Ekor Panjang

Konflik satwa liar dengan manusia di Desa Wanagiri, Bali, memasuki babak baru setelah seorang siswa sekolah dasar menjadi korban gigitan Monyet Ekor Panjang (MEP). Kejadian berlangsung di lingkungan SDN 2 Wanagiri pada Rabu (7/10/2026), memantik respons Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, yang menyatakan pihaknya telah menyiapkan strategi pengendalian populasi guna menekan potensi konflik serupa.

Korban berinisial GKMW, seorang siswa kelas III berusia 9 tahun, diserang saat berada di halaman sekolah. Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas lapangan BKSDA Bali, anak tersebut telah menjalani perawatan medis di puskesmas terdekat. Lukanya tergolong parah — tergolong kategori III — dan mengenai bagian tangan serta pinggang akibat serangan primata tersebut.

Rekam Jejak Konflik yang Berulang Sejak 2023

Ratna menegaskan bahwa kejadian di SDN 2 Wanagiri bukan insiden terisolasi, melainkan bagian dari rangkaian konflik panjang antara populasi MEP dan aktivitas warga. Arsip kejadian yang dimiliki BKSDA mencatat bahwa desa ini telah mengalami gangguan satwa liar secara berulang selama tiga tahun terakhir.

"Konflik satwa liar Monyet Ekor Panjang di Desa Wanagiri telah terjadi beberapa kali, mulai dari 2023 sampai 2026," kata Ratna dalam siaran persnya, Kamis (8/10/2026).

Dari sisi populasi, hasil pemantauan petugas di lokasi kejadian menemukan sekitar 35 ekor MEP berkumpul di kawasan sekitar sekolah. Jumlah tersebut menjadi dasar pertimbangan BKSDA dalam merancang langkah penanganan, sekaligus indikasi bahwa tekanan ekologi di habitat monyet mulai meningkat.

Pola gangguannya juga mengkhawatirkan. Sebelum insiden gigitan ini, warga melaporkan monyet-monyat kerap masuk ke fasilitas umum, mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga meresahkan pedagang dan pengguna jalan. Eskalasi konflik yang tidak terkendali itulah yang akhirnya berujung pada serangan terhadap siswa sekolah dasar.

Strategi BKSDA: Pembinaan Habitat dan Pengendalian Populasi

Sebagai tindak lanjut, BKSDA Bali menyiapkan dua arah penanganan yang saling melengkapi:

  • Pembinaan habitat — memulihkan dan menjaga kualitas lingkungan hidup MEP agar kebutuhan pangan dan ruang gerak satwa terpenuhi di dalam kawasan alaminya.
  • Pengendalian populasi — menyesuaikan jumlah individu monyet dengan daya dukung habitat, sehingga kepadatan satwa tidak melampaui kapasitas lingkungan.

Ratna menekankan bahwa pendekatannya bersifat berkelanjutan: menjaga kelestarian satwa liar sekaligus mengurangi potensi bentrok dengan manusia. Dengan kata lain, keberadaan MEP tetap dipertahankan, namun diarahkan agar tidak berada di zona interaksi intensif dengan warga.

BKSDA Bali juga menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan konflik satwa liar di Desa Wanagiri. Kerja sama lintas sektor — mulai dari pemerintah desa, sekolah, hingga lembaga konservasi — dinilai krusial karena konflik semacam ini tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja.

Secara filosofis, langkah ini diposisikan sebagai upaya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan lingkungan, sebagaimana prinsip Tri Hita Karana yang menjadi landasan budaya masyarakat Bali. Keseimbangan itu hanya mungkin tercapai bila kebutuhan satwa dan keamanan warga sama-sama diperhatikan.

Pertanyaan besar yang tersisa: apakah pengendalian populasi berbasis daya dukung habitat cukup untuk meredam konflik, atau diperlukan rekayasa ruang tambahan seperti koridor hijau agar monyet tidak lagi memasuki area permukiman dan sekolah. BKSDA Bali diprediksi akan membeberkan detail teknis rencana tersebut dalam pekan-pekan mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User