Sepuluh Pemain Real Madrid Bungkam Pachuca 3-1 di Piala Dunia Antarklub

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas Pachuca — dan yang membuat kemenangan ini luar biasa, Los Blancos memainkan 83 menit plus injury time hanya dengan sepuluh pemain! Laga matchday kedua Grup H Pi...

Aug 09, 2026 - 12:43
0 0
Sepuluh Pemain Real Madrid Bungkam Pachuca 3-1 di Piala Dunia Antarklub

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid atas Pachuca — dan yang membuat kemenangan ini luar biasa, Los Blancos memainkan 83 menit plus injury time hanya dengan sepuluh pemain! Laga matchday kedua Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 di Bank of America Stadium, Charlotte, Senin (23/6/2025), menjadi panggung drama sejak menit-menit awal, ketika bek muda Raul Asencio diganjar kartu merah langsung. Namun alih-alih runtuh, pasukan Xabi Alonso justru tampil efisien, klinis, dan penuh karakter untuk mengunci tiga poin perdana mereka di turnamen ini.

Petaka itu datang sangat cepat. Menit ke-7, striker veteran Pachuca, Salomon Rondon, lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Thibaut Courtois. Asencio, yang berposisi sebagai pemain terakhir di lini pertahanan, menarik bahu Rondon hingga sang striker jatuh di tepi kotak penalti. Wasit tak perlu berpikir lama: kartu merah langsung untuk bek berusia 22 tahun itu. Keputusan sempat dicek VAR, namun tayangan ulang memperkuat keputusan di lapangan — pelanggaran terhadap peluang gol yang nyata, tanpa ruang untuk perdebatan.

Babak Pertama: Dua Gol Balasan yang Mematikan

Bermain dengan sepuluh orang, Madrid mengubah pendekatan secara radikal. Xabi Alonso memerintahkan anak asuhnya memperdalam blok pertahanan, memadatkan lini tengah, dan mengandalkan transisi cepat. Pachuca mendominasi penguasaan bola, tetapi justru Madrid yang mencetak gol. Menit ke-35, serangan balik dibangun dari sisi kiri; Fran Garcia mengirim umpan matang ke dalam kotak dan Jude Bellingham menyambutnya dengan penyelesaian tenang ke sudut gawang. 1-0!

Delapan menit berselang, publik Charlotte kembali bergemuruh. Menit ke-43, giliran Gonzalo Garcia yang menjadi kreator; umpannya disambut Arda Guler dengan tembakan kaki kiri yang meluncur deras ke gawang Pachuca. 2-0! Dua gol dari permainan terbuka, dua assist dari dua pemain muda — Madrid unggul di babak pertama meski kalah jumlah pemain. Statistik paruh pertama menunjukkan penguasaan bola Madrid hanya berkisar 40 persen, tetapi efisiensi mereka di depan gawang benar-benar brutal: dua shots on target, dua gol.

Babak Kedua: Valverde Menutup, Courtois Menjaga

Pachuca keluar menyerang setelah jeda, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengurung pertahanan Madrid. Namun justru saat tekanan meningkat, Madrid mencetak gol ketiga. Menit ke-70, Brahim Diaz melepaskan umpan terobosan cerdas yang disambut Federico Valverde dengan sontekan first-time ke pojok gawang. 3-0! Gol yang lahir dari skema serangan balik textbook — cepat, vertikal, dan tanpa ampun.

Pachuca akhirnya memperkecil kedudukan menit ke-80 melalui Elias Montiel, yang memanfaatkan kemelut di depan gawang. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang. Namun bintang sesungguhnya di 45 menit kedua adalah Thibaut Courtois. Kiper Belgia itu mencatatkan 10 penyelamatan sepanjang laga — Pachuca melepaskan sekitar 25 tembakan dengan 11 shots on target, tetapi hanya satu yang menembus gawangnya. Penampilan kelas dunia di bawah mistar yang membuat Madrid tetap bernapas.

Analisis Taktik: Kemenangan Perdana Era Xabi Alonso

Ini adalah kemenangan pertama Xabi Alonso sebagai pelatih kepala Real Madrid, dan cara meraihnya akan diingat lama. Setelah kartu merah Asencio, Alonso merespons dengan disiplin posisional yang nyaris sempurna: dua lapis pertahanan rapat, Aurelien Tchouameni turun sebagai bek tengah darurat, dan Vinicius Junior dibiarkan berkeliaran di depan sebagai outlet serangan balik. Statistik akhir mencatat penguasaan bola 43 persen berbanding 57 persen untuk Pachuca, tetapi sepak bola tidak dimenangkan lewat penguasaan — ia dimenangkan lewat gol.

'Para pemain menunjukkan karakter dan komitmen luar biasa. Bermain hampir sepanjang laga dengan sepuluh orang dan menang 3-1 adalah sesuatu yang sangat berarti bagi kami,' ujar Alonso usai pertandingan. Sang pelatih juga membela Asencio, menyebut kartu merah itu bagian dari proses belajar bek muda yang musim lalu tampil impresif menembus starting XI.

Bagi Asencio sendiri, malam ini menjadi pengalaman pahit. Kartu merah langsung berarti ia akan absen di laga pamungkas Grup H melawan RB Salzburg — sebuah kehilangan besar mengingat lini belakang Madrid sudah didera badai cedera. Alonso kini harus memutar otak mencari kombinasi bek tengah baru untuk menjaga asa lolos sebagai juara grup.

Dengan hasil ini, Real Madrid memuncaki klasemen Grup H dengan empat poin dari dua laga, menyusul hasil imbang 1-1 kontra Al Hilal di pertandingan pembuka. Satu kaki Los Blancos sudah berada di babak 16 besar. Pesan dari Charlotte jelas dan bergema ke seluruh penjuru turnamen: bahkan dengan sepuluh pemain, Real Madrid tetaplah Real Madrid.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User