MANCHESTER — Old Trafford bergemuruh. Manchester United menuntaskan misi mustahil dengan skor akhir 5-4 atas Lyon pada leg kedua perempat final Liga Europa 2024/2025, Jumat (18/4/2025) dini hari WIB. Agregat 7-6 membawa Setan Merah ke semifinal. Di tribun kehormatan, Sir Alex Ferguson tersenyum lebar, merayakan salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah kompetisi Eropa.
Laga berjalan sesuai skenario terburuk tuan rumah. Lyon tampil agresif sejak menit awal, menekan lini pertahanan MU dengan formasi 4-3-3 dan pressing tinggi. Menit ke-12, Alexandre Lacazette membuka keunggulan lewat penyelesaian dingin dari dalam kotak penalti setelah memanfaatkan kesalahan umpan bek MU. Skor 0-1, agregat berubah 2-3 untuk keunggulan tim tamu.
Menit ke-23, MU nyaris menyamakan kedudukan. Bruno Fernandes melepaskan tendangan bebas dari jarak 25 meter, namun bola masih membentur mistar gawang. Penguasaan bola babak pertama tercatat 58 persen untuk MU, tetapi shots on target hanya tiga berbanding empat milik Lyon. Efektivitas menjadi masalah utama pasukan Erik ten Hag.
Babak Pertama: Tekanan Tanpa Penyelesaian
Dominasi MU di babak pertama tidak berbuah gol. Starting XI yang dirotasi tanpa beberapa pemain kunci membuat alur serangan tersendat. Marcus Rashford beberapa kali melepaskan umpan silang, tapi tidak ada penyelesaian akhir yang tepat. Lyon justru menambah keunggulan pada menit ke-38 melalui serangan balik cepat. Rayan Cherki mencetak gol setelah melewati dua pemain bertahan MU, skor 0-2, agregat 2-4. Babak pertama ditutup dengan kartu kuning untuk Casemiro akibat pelanggaran taktis.
Kebangkitan Setan Merah di Babak Kedua
Ten Hag memasukkan dua pemain segar setelah jeda. Perubahan ini mengubah ritme pertandingan. Menit ke-52, MU memperkecil ketertinggalan. Bruno Fernandes menuntaskan umpan terobosan menjadi gol, skor 1-2. Old Trafford kembali bergelora. Lima menit berselang, tepatnya menit ke-57, Rasmus Højlund menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan assist dari Alejandro Garnacho. Skor 2-2, agregat 4-4.
Lyon tidak tinggal diam. Menit ke-68, mereka kembali unggul melalui gol Nicolas Tagliafico, memanfaatkan kemelut di depan gawang setelah tendangan sudut. Skor 2-3, agregat 4-5. MU membutuhkan dua gol tambahan untuk lolos tanpa perpanjangan waktu. Ten Hag mengubah formasi menjadi 4-2-4 ultra-ofensif. Pertaruhan berisiko tinggi itu terbukti jitu.
Menit ke-78, Højlund mencetak gol keduanya malam itu, memanfaatkan kesalahan antisipasi bek Lyon. Skor 3-3, agregat 5-5. Tiga menit berselang, tepatnya menit ke-81, Garnacho membawa MU berbalik memimpin lewat tendangan keras dari sudut sempit. Old Trafford meledak. Skor 4-3, agregat 6-5.
Namun drama belum selesai. Menit ke-88, Lyon menyamakan kedudukan melalui gol Malick Fofana. Skor 4-4, agregat 6-6. Pertandingan tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu. Hingga akhirnya, pada menit ke-90+4, Bruno Fernandes mencetak gol dramatis lewat tendangan penalti setelah wasit meninjau VAR dan memutuskan adanya handsball di kotak penalti Lyon. Skor akhir 5-4, agregat 7-6 untuk kemenangan Manchester United.
Statistik dan Kutipan Pelatih
Data pertandingan mencatat MU unggul dalam penguasaan bola dengan 61 persen berbanding 39 persen milik Lyon. Shots on target MU tercatat 9, sementara Lyon 6. Total tendangan MU mencapai 18, sedangkan Lyon 11. MU juga mencatatkan 8 tendangan sudut berbanding 4 milik Lyon. Kartu kuning diberikan kepada tiga pemain MU dan dua pemain Lyon. Tidak ada kartu merah dalam laga ini, meski tensi pertandingan sangat tinggi.
"Kami tidak pernah menyerah. Para pemain menunjukkan mentalitas luar biasa. Old Trafford adalah tempat di mana mimpi bisa menjadi kenyataan," ujar Erik ten Hag dalam konferensi pers usai pertandingan.
Sementara pelatih Lyon, Pierre Sage, mengakui keunggulan mental tuan rumah. "Kami bermain baik selama 80 menit, tapi sepak bola adalah permainan 90 menit. MU menghukum kami di momen-momen krusial," katanya.
Kemenangan ini menjadi clean sheet kedua bagi MU di fase gugur? Tidak, malam ini justru bukan clean sheet. Namun comeback lima gol di babak kedua menandai performa ofensif terbaik MU di kompetisi Eropa sejak era Ferguson. Bruno Fernandes menjadi bintang dengan dua gol dan satu assist. Højlund mencetak dua gol, sementara Garnacho mencatat satu gol dan satu assist. Sir Alex Ferguson yang hadir langsung di stadion tampak bangga menyaksikan euforia kemenangan spektakuler ini.
Di babak semifinal, Manchester United akan menghadapi pemenang laga antara Athletic Bilbao dan Rangers. Jika mampu mempertahankan mentalitas comeback seperti malam ini, peluang MU melaju ke final terbuka lebar. Old Trafford kembali menjadi saksi bahwa dalam sepak bola, pertandingan belum berakhir sampai wasit meniup peluit panjang.
Comments (0)