Senegal Juara Piala Afrika usai Bekuk Tuan Rumah Maroko 1-0 di Rabat
SKOR AKHIR: Senegal 1-0 Maroko. Gol tunggal Ismaïla Sarr pada menit ke-78 membawa Singa Teranga mengangkat trofi Piala Afrika kedua dalam sejarah mereka, Minggu (18/1/2026) malam waktu setempat, di h...
SKOR AKHIR: Senegal 1-0 Maroko. Gol tunggal Ismaïla Sarr pada menit ke-78 membawa Singa Teranga mengangkat trofi Piala Afrika kedua dalam sejarah mereka, Minggu (18/1/2026) malam waktu setempat, di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah yang terdiam di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat. Assist dicatatkan oleh gelandang muda Lamine Camara, yang tampil sebagai motor permainan Senegal sepanjang 90 menit.
Maroko sebenarnya tampil jauh lebih dominan dengan penguasaan bola 61 persen berbanding 39 persen, tetapi justru efisiensi serangan balik Senegal yang berbicara di papan skor. Atlas Lions melepaskan 14 tembakan dengan 4 shots on target, sementara Senegal mencatatkan 8 tembakan dan 3 tepat sasaran — salah satunya berujung gol penentu sejarah.
Babak Pertama: Maroko Menekan, Senegal Bertahan dengan Disiplin
Sejak peluit dibunyikan, pelatih Maroko Walid Regragui menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Achraf Hakimi didorong jauh ke depan sebagai wing-back agresif di sisi kanan. Menit ke-12, Hakimi melepaskan umpan silang berbahaya yang disambut sundulan Youssef En-Nesyri, namun bola masih menyamping tipis di sisi gawang Édouard Mendy.
Senegal yang bermain dengan formasi 4-3-3 memilih bersabar. Blok pertahanan rendah yang digalang Kalidou Koulibaly dan Moussa Niakhaté membuat lini depan Maroko frustrasi. Menit ke-31, stadion sempat bergemuruh ketika En-Nesyri menjebol gawang Mendy, tetapi VAR menganulir gol tersebut karena offside — sang striker terlihat berdiri satu langkah melewati garis pertahanan saat umpan Brahim Díaz dilepaskan.
Hingga turun minum, skor kacamata bertahan. Statistik babak pertama menunjukkan Maroko unggul penguasaan bola 64 persen, tetapi hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari tujuh percobaan.
Babak Kedua: Momen Camara, Gol Sarr
Interval pertandingan mengubah segalanya. Senegal keluar dari ruang ganti dengan intensitas pressing yang lebih tinggi, dan duel lini tengah antara Lamine Camara melawan Bilal El Khannouss menjadi panggung utama. Kedua gelandang muda itu saling berebut bola di setiap jengkal lapangan tengah, dan Camara perlahan memenangkan pertarungan tersebut.
Menit ke-78, momen yang ditunggu akhirnya tiba. Camara memotong umpan Sofyan Amrabat di tengah lapangan, berlari menusuk ke depan, lalu melepaskan umpan terobosan terukur ke sisi kiri. Ismaïla Sarr menyambut dengan satu sentuhan sebelum melepaskan tendangan keras kaki kanan yang menghujam sudut bawah gawang Yassine Bounou. Skor 1-0. Bangku cadangan Senegal meledak.
Maroko merespons dengan memasukkan penyerang tambahan dan mengurung pertahanan Senegal. Menit ke-86, tendangan voli Brahim Díaz dari luar kotak penalti memaksa Mendy melakukan penyelamatan gemilang. Dua menit berselang, sundulan Nayef Aguerd dari situasi sepak pojok hanya membentur mistar gawang.
Duel Kunci: Hakimi Dimatikan, Mendy Clean Sheet
Ancaman terbesar Maroko sepanjang turnamen, Achraf Hakimi, praktis tak berkutik di laga ini. Bek kiri Senegal menempelnya ketat dengan bantuan winger yang rajin turun, membuat kapten Atlas Lions itu hanya mencatatkan satu umpan kunci sepanjang pertandingan.
Di ujung lain, Édouard Mendy mencatatkan clean sheet kelimanya di turnamen ini berkat empat penyelamatan krusial. Kartu kuning mewarnai menit-menit akhir yang panas — tiga untuk Maroko, dua untuk Senegal — tetapi keunggulan satu gol itu tak pernah benar-benar goyah.
Statistik akhir mencatat Maroko unggul sepak pojok 7-3 dan total operan hampir dua kali lipat, tetapi Senegal memenangi 58 persen duel udara dan mencatatkan 21 tekel sukses. Camara dinobatkan sebagai pemain terbaik laga berkat satu assist, tiga umpan kunci, dan empat intersep — performa lengkap dari gelandang berusia 22 tahun itu.
"Kami menguasai bola, kami menciptakan peluang, tetapi sepak bola adalah tentang memanfaatkan momen. Senegal melakukannya, kami tidak. Ini menyakitkan, tetapi saya bangga dengan perjuangan para pemain," ujar pelatih Maroko Walid Regragui seusai laga.
Peluit panjang berbunyi, para pemain Senegal berlari membentuk lingkaran di tengah lapangan. Trofi ini melengkapi gelar pertama mereka yang diraih pada edisi 2021 di Kamerun. Untuk kedua kalinya, Singa Teranga berdiri di puncak Afrika — dan kali ini mereka melakukannya di kandang lawan, membungkam satu stadion penuh, dengan cara yang paling Senegal: bertahan, bertahan, lalu menghantam.
Comments (0)