Lumpia Stadium, Bangkok — Panggung ONE Friday Fights 175 kembali menyajikan duel panas dari divisi strawweight Muay Thai. Petarung Indonesia, Sanjaya Hutagaol, melangkah ke atas kanvas dengan misi ganda: menumbangkan jagoan Spanyol, Alejandro "El Toro" Martinez, sekaligus mengunci kontrak senilai Rp 1,8 miliar atau setara 100.000 dolar AS yang ditawarkan ONE Championship bagi pemenang penampilan terbaik malam itu.
Duel berformat tiga ronde penuh ini diprediksi berjalan ketat sejak bel pembuka. Sanjaya yang berusia 24 tahun membawa rekor 32 menit 18 detik total waktu bertarung di ONE Friday Fights dengan akurasi serangan mencapai 58 persen. Sementara Martinez, petarung 27 tahun asal Madrid, datang dengan catatan 7 kemenangan beruntun, empat di antaranya lewat knockout di ronde pertama.
Jalannya Pertarungan: Ronde Pertama hingga Ketiga
Menit ke-1, Sanjaya langsung tampil agresif dengan teep ke arah perut Martinez. Strategi southpaw yang ia usung membuat sudut serangan Martinez sedikit terbaca. Namun, Martinez merespons lewat kombinasi hook kiri dan low kick yang konsisten menyasar kaki tumpu Sanjaya.
Memasuki menit ke-3, Martinez sempat mendaratkan body shot yang membuat Sanjaya terdesak ke tali ring. Meski demikian, wasit tidak melakukan hitungan karena Sanjaya masih aktif membalas. Statistik ronde pertama mencatat shots on target 14-11 untuk keunggulan tipis Martinez, dengan penguasaan pusat ring 52 persen berbanding 48 persen.
Ronde kedua menjadi titik balik. Di menit ke-6, Sanjaya melepaskan elbow kanan dari jarak dekat yang mengenai pelipis Martinez. Darah mengalir dari luka terbuka di atas mata kiri petarung Spanyol itu. Insiden ini sempat menghentikan pertarungan selama 1 menit 42 detik saat tim medis melakukan pemeriksaan. Setelah dinyatakan layak lanjut, Martinez terlihat lebih berhati-hati dan menurunkan intensitas serangan.
Sanjaya memanfaatkan momen itu. Ia menaikkan tempo dengan rangkaian kick ke arah tubuh dan knee di klinch. Menit ke-9, sebuah sweep membuat Martinez jatuh untuk pertama kalinya. Skor kartu juri sementara saat itu menunjukkan 10-9 untuk Sanjaya di ronde kedua.
Ronde ketiga berjalan paling dramatis. Martinez yang sadar tertinggal di kartu juri mengubah taktik menjadi pressure fighting. Menit ke-11, ia mendaratkan kombinasi empat pukulan berturut-turut yang membuat Sanjaya terhuyung. Namun, Sanjaya menunjukkan chin kuat dan kembali menyerang lewat serangan balik cepat.
Statistik Akhir dan Keputusan Juri
Setelah tiga ronde penuh, ketiga juri memberikan keputusan bulat 30-27, 29-28, 29-28 untuk kemenangan Sanjaya Hutagaol. Data resmi ONE Championship mencatat total shots on target 68-57 untuk Sanjaya, dengan akurasi serangan 61 persen. Penguasaan pusat ring dikuasai Sanjaya sebesar 54 persen, sementara Martinez unggul dalam jumlah significant strikes ke arah kepala dengan 31 berbanding 27.
Yang menarik, Sanjaya mencatatkan empat kali knockdown sepanjang pertarungan, dua di antaranya terjadi di ronde ketiga. Ini menjadi rekor pribadinya di ajang ONE Friday Fights. Ia juga tercatat sebagai petarung dengan jumlah elbow terbanyak malam itu, yakni sembilan kali.
Dengan kemenangan ini, Sanjaya memastikan diri meraih kontrak eksklusif senilai Rp 1,8 miliar dari ONE Championship. Bonus performa malam itu juga ia kantongi setelah panitia menobatkannya sebagai Fight of the Night.
Reaksi Sudut dan Proyeksi Karier
"Saya sudah mempelajari gaya Martinez selama tiga bulan. Dia kuat di ronde pertama, tapi saya tahu stamina saya lebih baik. Kontrak ini bukan akhir, ini awal untuk naik ke peringkat lima besar strawweight Muay Thai ONE," ujar Sanjaya dalam sesi wawancara usai pertarungan.
Pelatih Sanjaya, Bang Rudi Hartono, menambahkan bahwa persiapan difokuskan pada pertahanan low kick dan transisi serangan balik. "Kami mengunci strategi counter sejak menit pertama. Martinez selalu membuka celah saat melepas hook kiri, dan Sanjaya mengeksekusinya dengan sempurna," jelasnya.
Dari kubu Martinez, pelatih Carlos Mendez mengakui keunggulan lawan. "Luka di pelipis mengganggu penglihatan Alejandro di ronde kedua dan ketiga. Tapi Sanjaya memang layak menang. Kami akan evaluasi dan minta rematch tahun depan," ujarnya.
Bagi Indonesia, kemenangan ini menambah daftar panjang petarung Tanah Air yang menembus panggung internasional ONE Championship. Sanjaya kini menatap peringkat lima besar divisi strawweight Muay Thai, dengan potensi menghadapi petarung peringkat empat asal Thailand pada kuartal ketiga tahun ini.
Dengan kontrak senilai Rp 1,8 miliar di kantong, Sanjaya Hutagaol bukan lagi sekadar petarung lokal. Ia adalah nama yang harus diperhitungkan di peta strawweight Muay Thai dunia. Dan malam di Lumpia Stadium itu menjadi saksi bagaimana satu elbow di menit ke-6 mengubah arah karier seorang petarung muda Indonesia.
Comments (0)