Oct 12, 2026
Olahraga

Rudiger Pahlawan Madrid di Etihad, City Tersingkir Drama Penalti

Skor akhir 1-1 (agregat 4-4), Real Madrid menang 4-3 lewat adu penalti. Etihad Stadium bergemuruh, namun bukan untuk tuan rumah. Manchester City harus mengubur mimpi mempertahankan gelar Liga Champion...

Rudiger Pahlawan Madrid di Etihad, City Tersingkir Drama Penalti

Skor akhir 1-1 (agregat 4-4), Real Madrid menang 4-3 lewat adu penalti. Etihad Stadium bergemuruh, namun bukan untuk tuan rumah. Manchester City harus mengubur mimpi mempertahankan gelar Liga Champions setelah takluk dari Real Madrid dalam drama perempatfinal leg kedua yang berlangsung selama 120 menit plus tos-tosan, Rabu (18/4/2024) dini hari WIB. Antonio Rudiger menjadi algojo terakhir yang memastikan langkah Los Blancos ke semifinal, sekaligus mengubah narasi dirinya dari bek yang sempat diragukan menjadi pahlawan di kandang lawan.

Pertandingan berjalan sesuai ekspektasi: City mendominasi penguasaan bola dengan angka mencolok 64 persen berbanding 36 persen, melepaskan 33 tembakan dengan 9 shots on target. Madrid, sebaliknya, hanya mencatat 8 tembakan dan 3 tepat sasaran. Namun sepak bola tidak pernah selesai pada statistik penguasaan bola. Efisiensi, mentalitas, dan ketenangan di momen krusial menjadi pembeda antara juara bertahan dan tim yang 14 kali mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Babak Pertama: Rodrygo Menyilaukan Etihad

Formasi yang dipilih Pep Guardiola tetap 4-3-3 dengan Erling Haaland sebagai ujung tombak, didukung Kevin De Bruyne dan Bernardo Silva di lini tengah. Carlo Ancelotti merespons dengan 4-4-2 rendah, menempatkan Vinicius Junior dan Rodrygo sebagai tandem serang, sementara Federico Valverde dan Jude Bellingham bekerja ekstra menutup ruang antara lini.

Menit ke-12, Etihad nyaris meledak ketika tendangan De Bruyne dari tepi kotak penalti membentur tiang gawang. Namun delapan menit berselang, Madrid justru memecah kebuntuan. Umpanan panjang Vinicius Junior dari sisi kanan menemui Rodrygo yang berlari masuk dari second line. Sepakan pertama kiper Ederson masih bisa ditepis, tetapi bola muntah disambar Rodrygo untuk mengubah skor menjadi 1-0. Gol itu menjadi pukulan psikologis bagi City yang sudah menekan sejak awal.

Hingga turun minum, City melepaskan 15 tembakan, tetapi hanya empat yang menemui sasaran. Madrid bertahan dengan disiplin, membiarkan lawan menguasai bola di area tak berbahaya, lalu mengandalkan transisi cepat melalui Vinicius dan Rodrygo.

Babak Kedua: De Bruyne Menjaga Asa Tuan Rumah

Guardiola mengubah pendekatan dengan memasukkan Jeremy Doku untuk menambah kecepatan di sayap kiri. Tekanan City meningkat drastis. Menit ke-76, kerja keras mereka terbayar. Tembakan Antonio Rudiger yang tidak sempurna justru menjadi assist tak sengaja bagi De Bruyne, yang menyambar bola di dalam kotak penalti dan menaklukkan Andriy Lunin. Skor menjadi 1-1, agregat 4-4.

Setelah gol tersebut, City terus menggempur. Haaland beberapa kali mengancam, termasuk sundulan pada menit ke-82 yang masih melebar. Madrid nyaris mencetak gol kemenangan lewat serangan balik, tapi penyelesaian akhir Bellingham kurang tenang. Hingga peluit panjang babak kedua, tak ada gol tambahan. Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Di babak tambahan, intensitas mulai menurun. City tetap menguasai bola, sementara Madrid semakin dalam bertahan. Tidak ada gol tercipta dalam 30 menit tambahan. Adu penalti pun menjadi penentu.

Adu Penalti: Lunin dan Rudiger Jadi Penentu

Dalam tos-tosan, kiper Madrid Andriy Lunin menjadi tembok. Ia menepis eksekusi Bernardo Silva dan Mateo Kovacic, dua penendang kunci City. Madrid menunjukkan ketenangan luar biasa. Luka Modric sempat gagal, tetapi eksekusi Jude Bellingham, Lucas Vazquez, Nacho, dan akhirnya Antonio Rudiger memastikan kemenangan 4-3.

Rudiger, yang sepanjang laga tampil agresif dengan 7 clearance dan beberapa duel udara dimenangkan, melangkah sebagai penendang terakhir. Ia menempatkan bola dengan tenang ke sudut kanan gawang, membuat Ederson salah membaca arah. Selebrasi emosionalnya menjadi simbol perlawanan Madrid di kandang lawan.

"Kami tahu akan menderita di sini. City tim luar biasa, tetapi kami punya mentalitas untuk bertahan dan menunggu momen. Lunin luar biasa, dan Rudiger menunjukkan kepribadian besar," ujar Carlo Ancelotti dalam konferensi pers usai laga.

Sementara Guardiola mengakui kekalahan dengan lapang dada. "Kami menciptakan cukup peluang, tetapi sepak bola kadang tidak adil. Penalti adalah lotere, dan mereka lebih tenang," katanya.

Dengan hasil ini, Real Madrid melaju ke semifinal dan akan menghadapi Bayern Munich, sementara Manchester City harus mengakhiri perjalanan mereka di perempatfinal. Statistik mencatat City unggul dalam hampir semua aspek, kecuali satu hal yang paling penting: ketenangan di titik penalti. Madrid kembali membuktikan bahwa di Liga Champions, sejarah dan mentalitas kerap mengalahkan dominasi angka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User