Real Sociedad Taklukkan Atletico Madrid 4-3 Lewat Adu Penalti
Real Sociedad mengangkat trofi Copa del Rey musim 2025/2026 setelah menaklukkan Atletico Madrid dengan skor akhir 4-3 dalam babak adu penalti di Estadio La Cartuja, Sevilla, Minggu (19/04/2026) dini h...
Real Sociedad mengangkat trofi Copa del Rey musim 2025/2026 setelah menaklukkan Atletico Madrid dengan skor akhir 4-3 dalam babak adu penalti di Estadio La Cartuja, Sevilla, Minggu (19/04/2026) dini hari WIB. Partai final itu harus diselesaikan lewat tos-tosan lantaran kedua kesebelasan bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Bagi Los Colchoneros, ini menjadi mimpi buruk yang menyakitkan: mereka mendominasi penguasaan bola sepanjang laga, tetapi gagal menuntaskan peluang di momen-momen krusial.
Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak peluit pertama. Atletico Madrid turun dengan formasi 3-5-2 andalan Diego Simeone, memadukan Antoine Griezmann dan Julian Alvarez di lini depan, sementara Real Sociedad mengandalkan skema 4-3-3 dengan trio Mikel Oyarzabal, Takefusa Kubo, dan Brais Mendez sebagai ujung tombak. Statistik mencatat penguasaan bola 54 persen untuk Atletico berbanding 46 persen milik La Real, namun efisiensi serangan justru berpihak kepada tim asal Basque tersebut.
Babak Pertama: Kubo Membuka Keunggulan, Griezmann Menyamakan
Menit ke-23, Takefusa Kubo melepaskan tendangan mendatar dari sisi kanan kotak penalti yang gagal diantisipasi Jan Oblak. Gol itu lahir dari assist satu-dua cepat bersama Brais Mendez yang membelah pertahanan tiga bek Atletico. Real Sociedad unggul 1-0 dan sempat menekan melalui serangan balik kilat, dengan shots on target 5-3 untuk La Real pada babak pertama.
Atletico bukannya tanpa peluang. Julian Alvarez nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-31, tetapi sundulannya masih melebar tipis dari tiang gawang Alex Remiro. Tekanan terus berlanjut hingga akhirnya Griezmann mencetak gol penyama pada menit ke-41. Tendangan bebas Rodrigo De Paul yang diarahkan ke tiang dekat disambut tandukan Griezmann yang lolos dari penjagaan bek Real Sociedad. Babak pertama ditutup dengan skor 1-1, dan duel mulai berubah menjadi pertarungan taktik yang ketat.
Babak Kedua: Duel Sengit dan Kontroversi VAR
Memasuki babak kedua, Real Sociedad kembali mencuri keunggulan pada menit ke-54. Oyarzabal mengirim umpang silang dari sayap kiri yang diselesaikan Kubo dengan tembakan first-time ke pojok gawang. Kubo pun menggenapi dua golnya pada malam itu dengan torehan assist dari Oyarzabal. La Real sempat menggandakan skor pada menit ke-83 lewat Ander Barrenetxea, tetapi VAR menganulir gol tersebut karena posisi offside yang terdeteksi saat umpan terakhir dilepaskan. Keputusan itu sempat memicu protes keras para pemain Real Sociedad.
Atletico tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Menit ke-78, Julian Alvarez lolos dari jebakan offside dan menuntaskan umpang terobosan Marcos Llorente dengan sepakan terarah ke sudut gawang. Skor berubah menjadi 2-2, dan sejak saat itu pertandingan berlangsung penuh tensi. Llorente menerima kartu kuning pada menit ke-87 setelah pelanggaran keras terhadap Zubimendi, sementara Reinildo juga diganjar kartu kuning pada masa injury time. Peluang emas sempat hadir di pengujung waktu normal ketika sundulan Sørloth masih bisa ditepis Remiro, memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Perpanjangan Waktu dan Drama Adu Penalti
Babak perpanjangan waktu berjalan tanpa gol, dengan kedua tim lebih memilih bermain aman. Atletico tetap memegang kendali penguasaan bola, namun pertahanan Real Sociedad tampil disiplin dan berhasil menjaga clean sheet pada 30 menit tambahan. Simeone menarik beberapa pemain kuncinya untuk mempersiapkan eksekutor penalti, sementara Imanol Alguacil justru memasukkan pemain bertahan demi mempertahankan skor.
Pada babak tos-tosan, drama dimulai dengan suksesnya Julian Alvarez dan Oyarzabal sebagai eksekutor pertama. Rodrigo De Paul serta Kubo juga sukses melaksanakan tugasnya, sebelum Sørloth gagal setelah tendangannya membentur mistar gawang. Brais Mendez gagal mengeksekusi penalti karena sepakannya mampu ditepis Oblak, tetapi Zubimendi dan Barrenetxea sukses menjaga keunggulan La Real. Di sisi Atletico, Llorente berhasil mencetak gol, namun Griezmann gagal pada kesempatan kelima, dan Real Sociedad memastikan kemenangan dengan skor 4-3.
"Tim ini bermain dengan hati. Kami tahu Atletico akan menekan, tetapi para pemain menunjukkan kedewasaan luar biasa. Gelar ini untuk seluruh suporter yang telah menunggu lama," ujar Imanol Alguacil usai laga.
Di kubu lawan, Simeone tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Kami kalah dalam detail-detail kecil. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi sepak bola kadang tidak adil," tutur pelatih asal Argentina itu. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Atletico yang musim ini juga masih berjuang di kompetisi domestik, sementara Real Sociedad berhak merayakan gelar Copa del Rey kedua dalam sejarah klub setelah terakhir kali meraihnya pada tahun 1987.
Sepanjang laga, total tembakan Atletico tercatat 17 berbanding 13 milik Real Sociedad, dengan shots on target akhir 8-6 untuk Atletico. Namun, statistik penguasaan bola dan tembakan tidak pernah menjamin kemenangan, dan malam di Sevilla membuktikan bahwa adu penalti adalah medan di mana keberuntungan dan ketenangan mental menjadi penentu utama. La Real pun pulang ke San Sebastian dengan trofi di tangan, sementara Atletico harus menelan pil pahit dan mengalihkan fokus ke sisa musim mereka.
Comments (0)