Rashford Gemilang, Inggris Tundukkan Kroasia 2-0 di Piala Dunia 2026
Skor akhir 2-0 untuk Inggris! Marcus Rashford menjadi aktor utama kemenangan The Three Lions atas Kroasia pada laga Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Arlington, Kamis (18/6) malam waktu setem...
Skor akhir 2-0 untuk Inggris! Marcus Rashford menjadi aktor utama kemenangan The Three Lions atas Kroasia pada laga Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Arlington, Kamis (18/6) malam waktu setempat. Penyerang bernomor punggung 11 itu membuka keunggulan pada menit ke-23 sebelum Harry Kane memastikan tiga poin lewat golnya di babak kedua. Hasil ini menempatkan Inggris di puncak klasemen sementara Grup L dengan modal sempurna.
Menit ke-23, stadion yang dipadati puluhan ribu penonton itu bergemuruh. Berawal dari umpan terobosan Jude Bellingham yang membelah lini pertahanan Kroasia, Rashford melepaskan diri dari kawalan ketat Josko Gvardiol sebelum melepaskan tendangan keras kaki kanan ke sudut bawah gawang Dominik Livakovic. VAR sempat memeriksa kemungkinan offside selama hampir dua menit, namun gol akhirnya disahkan karena sang penyerang terbukti sejajar dengan bek terakhir ketika umpan dilepaskan.
Babak Pertama: Inggris Mendominasi Sejak Peluit Awal
Thomas Tuchel menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang agresif. Rashford dipasang sebagai penyerang sayap kiri, Kane menjadi ujung tombak, sementara Bukayo Saka mengisi sisi kanan. Di lini tengah, trio Declan Rice, Bellingham, dan Phil Foden bekerja tanpa henti mengalirkan bola dari kaki ke kaki. Hasilnya, Inggris mencatatkan penguasaan bola 61 persen berbanding 39 persen milik Kroasia sepanjang 45 menit pertama.
Kroasia yang bermain dengan formasi 4-2-3-1 andalan Zlatko Dalic sebenarnya bukan tanpa perlawanan. Luka Modric, meski telah memasuki usia veteran, beberapa kali mengirimkan umpan diagonal berbahaya ke arah Andrej Kramaric. Namun lini belakang Inggris yang dikawal John Stones dan Marc Guehi tampil sangat disiplin. Hingga turun minum, Kroasia hanya mampu mencatatkan satu shots on target dari total empat percobaan, sementara Inggris melepaskan sembilan tembakan dengan empat tepat sasaran.
Ketegangan sempat muncul pada menit ke-38 ketika gelandang Kroasia, Mateo Kovacic, menerima kartu kuning setelah melanggar keras Bellingham di tengah lapangan. Wasit juga memberikan peringatan verbal kepada kedua bench setelah insiden kecil di pinggir lapangan, namun situasi kembali terkendali hingga jeda.
Babak Kedua: Kane Mengunci Kemenangan
Memasuki paruh kedua, Kroasia mencoba keluar menekan. Dalic memasukkan penyerang tambahan untuk menambah daya gedor di sepertiga akhir. Namun justru Inggris yang kembali mencetak gol. Menit ke-67, pergerakan Rashford di sisi kiri kembali merepotkan pertahanan lawan. Umpan silang mendatarnya disambut Kane dengan sundulan keras yang tak mampu dijangkau Livakovic. Skor berubah menjadi 2-0, dan assist itu melengkapi penampilan gemilang Rashford malam ini: satu gol, satu assist.
Unggul dua gol, Tuchel melakukan rotasi cerdas. Ia menarik keluar Saka dan Foden, lalu memasukkan Cole Palmer serta Kobbie Mainoo untuk menjaga tempo permainan. Kroasia praktis kehabisan ide di sisa laga. Statistik akhir menunjukkan Inggris unggul telak dalam shots on target 7 berbanding 3, dengan total 15 tembakan berbanding 8. Jordan Pickford pun mencatatkan clean sheet perdananya di turnamen ini tanpa harus bekerja terlalu keras.
Rashford Menjawab Keraguan
Bagi Rashford, gol ini terasa istimewa. Sempat diragukan masuk skuat Piala Dunia setelah performa naik-turun di level klub, pemain berusia 28 tahun itu membuktikan dirinya masih layak bersaing di level tertinggi. Sepanjang laga ia mencatatkan empat tembakan, dua tepat sasaran, tiga dribel sukses, dan satu assist — statistik lengkap untuk seorang winger modern.
"Marcus bermain dengan kebebasan yang kami berikan kepadanya. Ia berbahaya setiap kali memegang bola di ruang terbuka. Ini baru satu pertandingan, tetapi cara tim bermain malam ini membuat saya optimistis," ujar Tuchel dalam konferensi pers seusai laga.
Sementara itu, Dalic mengakui timnya kalah segalanya. "Inggris lebih cepat, lebih kuat, dan lebih tajam di sepertiga akhir. Kami harus segera bangkit karena dua laga berikutnya menentukan nasib kami," kata pelatih yang membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018 itu.
Statistik Akhir dan Laga Selanjutnya
Secara keseluruhan, Inggris menguasai pertandingan dengan penguasaan bola 58 persen, akurasi umpan 89 persen, dan memenangkan 12 duel udara berbanding 7. Kroasia harus puas dengan catatan tiga pelanggaran berbuah kartu kuning dan nol gol dari delapan percobaan. Tidak ada kartu merah maupun keputusan VAR kontroversial lain yang mengubah jalannya pertandingan.
Dengan kemenangan ini, Inggris memuncaki klasemen Grup L dengan tiga poin dan selisih gol plus dua. Rashford dan kawan-kawan selanjutnya akan menghadapi laga kedua fase grup dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Kroasia wajib meraih kemenangan untuk menjaga asa lolos ke babak gugur. Satu hal yang pasti: malam di Dallas ini menjadi panggung milik Marcus Rashford.
Comments (0)