Skor akhir 4-1 tercatat di papan skor Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Minggu malam. Barcelona keluar sebagai pemenang dalam laga pekan kelima La Liga melawan Sevilla, dan nama Raphinha menjadi sorotan utama setelah mencetak satu gol serta satu assist dalam pertandingan yang berlangsung panas sejak menit awal.
Sejak wasit meniup peluit kick-off, Barcelona tampil agresif dengan formasi 4-3-3. Starting XI asuhan pelatih ini menempatkan Raphinha di sayap kanan, bertukar posisi dengan Lamine Yamal yang bermain di sisi kiri. Strategi itu langsung menuai hasil ketika menit ke-11, Raphinha melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis kiper Sevilla.
Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola dan Gol Pembuka
Penguasaan bola Barcelona di babak pertama mencapai 68 persen, dengan 7 shots on target dari total 11 percobaan. Sevilla hanya mampu membalas dengan 3 tembakan, satu di antaranya tepat sasaran. Menit ke-23, giliran Robert Lewandowski membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan terobosan Raphinha. Assist itu tercatat sebagai assist keempat Raphinha musim ini.
Sevilla sempat menyamakan kedudukan lewat skema bola mati. Menit ke-34, tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan Barcelona disundul bek tengah Sevilla, menembus gawang yang dijaga Marc-Andre ter Stegen. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, meski Barcelona terus menekan lewat kombinasi umpan pendek di lini tengah.
Babak Kedua: Raphinha Pecah Kebuntuan, Sevilla Kehilangan Fokus
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Menit ke-52, Raphinha nyaris mencetak gol setelah menerima umpan silang dari Alejandro Balde, tetapi sepakannya membentur tiang gawang. Lima menit berselang, ia akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Menerima bola di tepi kotak penalti, Raphinha melakukan cut-inside, melewati dua pemain Sevilla, lalu melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh gawang. Skor berubah 2-1 untuk Barcelona.
Gol tersebut membuka keran gol Barcelona. Menit ke-67, Pedri menambah keunggulan setelah memanfaatkan ruang kosong di lini pertahanan Sevilla yang mulai kehilangan disiplin. Statistik menunjukkan Sevilla melakukan 14 pelanggaran sepanjang pertandingan, dengan 4 kartu kuning dikeluarkan wasit. Sementara Barcelona hanya melakukan 8 pelanggaran.
Puncaknya terjadi menit ke-81. Raphinha yang terus menjadi ancaman di sisi kanan memberikan umpan matang kepada Ferran Torres, yang dengan tenang menaklukkan kiper Sevilla. Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang. Raphinha tercatat melepaskan 5 shots on target, menciptakan 3 peluang besar, dan memiliki akurasi umpan mencapai 89 persen.
Analisis Taktik: Kenapa Raphinha Jadi Kunci
Pergerakan Raphinha tanpa bola menjadi pembeda dalam laga ini. Ia kerap menarik bek kiri Sevilla keluar dari posisinya, membuka ruang bagi Balde untuk naik membantu serangan. Dalam skema 4-3-3, peran Raphinha sebagai inverted winger membuatnya lebih sering masuk ke tengah, menciptakan superioritas jumlah pemain di lini tengah. Hal ini terlihat dari heat map yang menunjukkan aktivitasnya dominan di sepertiga akhir lapangan.
Pelatih Barcelona dalam konferensi pers usai laga menyebut performa Raphinha sebagai kombinasi kualitas individu dan kedewasaan taktik. "Raphinha bermain dengan kepala dingin. Ia tahu kapan harus menembak, kapan harus mengumpan. Golnya hari ini adalah hasil dari keputusan yang tepat di momen yang tepat," ujarnya.
Sementara pelatih Sevilla mengakui timnya kesulitan menghentikan pergerakan pemain asal Brasil tersebut. "Kami sudah menyiapkan rencana khusus, tetapi eksekusi di lapangan tidak berjalan sesuai harapan. Kesalahan individu di babak kedua sangat mahal," katanya.
Dengan hasil ini, Barcelona menjaga tren positif tanpa kekalahan dalam lima laga pembuka. Raphinha kini mengoleksi 4 gol dan 4 assist dari lima penampilan, menjadikannya pemain paling produktif sementara di skuad. Sevilla di sisi lain harus segera berbenah menjelang laga tengah pekan, terutama dalam transisi bertahan yang menjadi titik lemah sepanjang pertandingan ini.
Comments (0)