Skor akhir 3-2 untuk FC Barcelona atas Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, menutup drama final Piala Super Spanyol 2026. Dua gol Raphinha menjadi penentu kemenangan Blaugrana, sementara satu gol Madrid di babak kedua sempat membuat laga berjalan menegangkan hingga peluit panjang berbunyi.
Jalannya Babak Pertama: Raphinha Membuka Pesta
Sejak menit awal, Barcelona tampil dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan kecepatan di kedua sisi sayap. Raphinha ditempatkan di kanan, sementara Lamine Yamal mengisi sisi kiri. Madrid merespons dengan 4-4-2 diamond, mencoba memadatkan lini tengah untuk memutus aliran bola ke arah penyerang Barcelona.
Menit ke-23, tekanan Barcelona berbuah. Umpan terobosan dari lini tengah menemukan Raphinha yang masuk ke kotak penalti dari sisi kanan. Dengan satu sentuhan kontrol, ia melepaskan tendangan kaki kiri ke sudut jauh gawang. Kiper Madrid tak mampu menjangkau. Skor 1-0 untuk Barcelona.
Statistik mencatat penguasaan bola Barcelona mencapai 58 persen di paruh pertama, dengan 5 shots on target dari total 8 percobaan. Madrid hanya mencatatkan 2 shots on target. Meski demikian, Madrid sempat mengancam lewat serangan balik cepat pada menit ke-38, namun penyelesaian akhir masih melenceng.
Babak Kedua: Drama Tiga Gol dan Kartu Kuning
Madrid keluar dari ruang ganti dengan intensitas berbeda. Menit ke-52, mereka menyamakan kedudukan lewat sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok. Skor 1-1. Pertandingan berjalan semakin terbuka.
Barcelona merespons cepat. Menit ke-67, Raphinha kembali menjadi aktor utama. Menerima umpan pendek di tepi kotak penalti, ia melepaskan tembakan melengkung yang tak terjangkau kiper. Gol keduanya malam itu, sekaligus membawa Barcelona unggul 2-1.
Menit ke-78, Barcelona menambah keunggulan melalui serangan terorganisir. Assist dari sisi kiri menemukan pemain yang masuk dari lini kedua, dan sepakan kerasnya menghujam gawang Madrid. Skor berubah 3-1. Madrid sempat memperkecil keadaan pada menit ke-85 melalui tendangan penalti setelah VAR meninjau pelanggaran di kotak terlarang. Skor 3-2 bertahan hingga akhir.
Sepanjang laga, wasit mengeluarkan 4 kartu kuning, dua untuk masing-masing tim. Tidak ada kartu merah, meski tensi pertandingan sempat memanas di menit-menit akhir. Penguasaan bola akhir tercatat 55 persen untuk Barcelona dan 45 persen untuk Madrid, dengan total 12 shots on target gabungan kedua tim.
Raphinha: Dua Gol, Satu Trofi
Penampilan Raphinha malam itu menjadi sorotan utama. Dua golnya tidak hanya menentukan hasil akhir, tetapi juga menunjukkan efektivitas pergerakan tanpa bola. Ia tercatat melepaskan 4 shots on target dari 5 percobaan, serta menciptakan 3 peluang bagi rekan setimnya.
Kemenangan ini menegaskan dominasi Barcelona di ajang Piala Super Spanyol, sekaligus menjadi pukulan bagi Madrid yang harus mengakui ketajaman lini serang lawan. Trofi ini juga menjadi modal penting bagi Barcelona menghadapi sisa musim, terutama di kompetisi domestik dan Eropa.
"Kami bermain dengan disiplin dan sabar. Dua gol Raphinha adalah hasil dari kerja keras seluruh tim, bukan hanya individu," ujar pelatih Barcelona dalam konferensi pers usai laga.
Dengan hasil ini, Barcelona resmi mengangkat trofi Piala Super Spanyol 2026. Madrid harus puas dengan catatan 2 gol dan sejumlah peluang yang gagal dimaksimalkan. Pertandingan di Jeddah ini akan dikenang sebagai final penuh gol, di mana Raphinha menjadi bintang utama dengan dua golnya yang memastikan gelar juara.
Comments (0)