Rafinha Cetak Gol, PSIS Semarang Tundukkan Persik Kediri 2-1 di Boyolali
Skor akhir 2-1 untuk PSIS Semarang atas Persik Kediri menutup laga uji coba yang berlangsung di Boyolali, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026) sore WIB. Nama Rafinha menjadi headline mutlak: satu gol pada me...
Skor akhir 2-1 untuk PSIS Semarang atas Persik Kediri menutup laga uji coba yang berlangsung di Boyolali, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026) sore WIB. Nama Rafinha menjadi headline mutlak: satu gol pada menit ke-34 plus satu assist untuk gol penentu kemenangan menit ke-71 memastikan Laskar Mahesa Jenar mengakhiri agenda pramusim dengan catatan meyakinkan sebelum kompetisi resmi bergulir.
Gol pembuka Rafinha lahir dari skema serangan balik cepat. Berawal dari intersep di lini tengah, bola dialirkan ke sisi kiri sebelum umpan silang mendatar disambut penyerang asal Brasil itu dengan penyelesaian satu sentuhan ke sudut jauh gawang. Persik sempat menyamakan kedudukan menit ke-52 lewat situasi bola mati, namun PSIS menjawab lewat gol kedua yang lagi-lagi melibatkan Rafinha sebagai kreator utama.
Babak Pertama: PSIS Dominan, Persik Bertahan Rapat
Sejak peluit awal, pelatih PSIS menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang menempatkan Rafinha sebagai penyerang tengah, diapit dua winger cepat yang bertugas merobek pertahanan sayap. Hasilnya langsung terlihat: Mahesa Jenar mencatatkan penguasaan bola 56 persen di 45 menit pertama dan melepaskan 7 attempts, tiga di antaranya tepat sasaran.
Menit ke-12, Persik hampir mencuri gol lebih dulu ketika striker mereka lolos dari jebakan offside, tetapi kiper PSIS sigap membaca arah tendangan dan memblok bola dengan kakinya. Momen itu menjadi alarm bagi lini belakang PSIS untuk merapatkan jarak antarlini. Setelah gol Rafinha pada menit ke-34, tempo pertandingan sedikit menurun, dengan Persik mengandalkan formasi 4-4-2 blok rendah untuk menahan gempuran tuan rumah.
Rafinha: Bukan Sekadar Penyelesai Akhir
Angka tidak berbohong soal kontribusi Rafinha sore itu. Sepanjang 80 menit di atas lapangan sebelum digantikan, ia membukukan 4 tembakan dengan 3 shots on target, 2 umpan kunci, dan memenangkan 6 dari 9 duel udara. Pergerakannya tanpa bola juga layak digarisbawahi — ia kerap turun ke antara lini untuk membuka ruang bagi gelandang serang yang menusuk dari lini kedua.
Yang menarik, Rafinha tampak nyaman berduet dengan para gelandang PSIS dalam pola rotasi segitiga di sepertiga akhir lapangan. Assist-nya pada menit ke-71 lahir dari situasi serupa: menerima bola membelakangi gawang, ia menahan satu bek lawan sebelum melepaskan umpan terobosan terukur yang dikonversi menjadi gol oleh rekan setimnya. Kombinasi fisik, teknik, dan visi permainan seperti ini persis yang dibutuhkan PSIS untuk mengarungi musim yang panjang dan melelahkan.
Babak Kedua dan Catatan Statistik Menuju Kompetisi
Persik meningkatkan intensitas selepas jeda dan terbayar lewat gol penyeimbang menit ke-52 dari skema sepak pojok yang gagal diantisipasi barisan pertahanan PSIS. Namun setelah itu, Mahesa Jenar kembali mengambil kendali permainan. Hingga laga usai, statistik mencatat penguasaan bola 54 berbanding 46 persen untuk PSIS, total shots 14-9, shots on target 6-4, serta sepak pojok 5-3. Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning — dua untuk Persik, satu untuk PSIS — tanpa ada kartu merah maupun drama VAR, mengingat laga uji coba ini tidak menggunakan teknologi tersebut.
Sang pelatih PSIS usai laga menegaskan bahwa hasil akhir bukan satu-satunya tolok ukur. 'Yang penting bagi kami adalah progres chemistry antarpemain. Rafinha menunjukkan kualitasnya, tetapi ini masih tahap awal. Kami akan evaluasi detail kecil, terutama transisi bertahan saat kehilangan bola,' ujarnya. Senada, kubu Persik menilai uji coba ini berguna untuk menguji kedalaman skuad Macan Putih sebelum kompetisi dimulai.
Dengan kemenangan ini, PSIS menutup rangkaian pramusim dengan tren positif. Jika Rafinha mampu mempertahankan level performa seperti yang ditunjukkan di Boyolali, lini serang Mahesa Jenar bisa menjadi salah satu yang paling ditakuti musim ini. Ujian sesungguhnya menanti di pekan pembuka kompetisi — dan semua mata akan tertuju pada penyerang Brasil itu.
Comments (0)