Quiles Tercepat di FP2 Moto3 Jerman, Veda Ega Posisi 20
Sirkuit Sachsenring menjadi saksi dominasi Maximo Quiles yang berhasil mencatatkan waktu tercepat pada sesi Latihan Bebas kedua (FP2) Moto3 Jerman 2026, meskipun pembalap muda Spanyol itu harus mengak...
Sirkuit Sachsenring menjadi saksi dominasi Maximo Quiles yang berhasil mencatatkan waktu tercepat pada sesi Latihan Bebas kedua (FP2) Moto3 Jerman 2026, meskipun pembalap muda Spanyol itu harus mengakhiri sesi lebih awal setelah mengalami insiden jatuh di tikungan cepat. Sementara itu, pembalap Indonesia Veda Ega Pratama harus puas menyelesaikan sesi di urutan ke-20 dalam klasemen waktu gabungan.
Dominasi Quiles yang Tak Tergoyahkan
Maximo Quiles menunjukkan performa luar biasa sepanjang sesi FP2. Pembalap CFMoto Aspar Team itu mencatatkan waktu terbaik 1 menit 24,837 detik pada lap ketujuhnya, sebuah torehan yang tidak mampu dilampaui oleh pembalap lain hingga sesi berakhir. Yang membuat pencapaian ini semakin impresif adalah fakta bahwa Quiles mengalami highside di Tikungan 11 hanya berselang tiga lap setelah mencatatkan waktu terbaiknya tersebut. Insiden itu terjadi saat ia mencoba meningkatkan catatan waktunya dengan ban soft compound yang mulai kehilangan grip optimal.
Data telemetri menunjukkan Quiles kehilangan kontrol pada kecepatan 142 km/jam saat memasuki tikungan kanan menurun yang terkenal licin di Sachsenring. Beruntung, pembalap berusia 18 tahun itu dapat berjalan menjauh dari area gravel tanpa cedera serius, meskipun motor KTM RC4 miliknya mengalami kerusakan cukup parah pada bagian fairing kanan dan setang. Tim mekanik CFMoto Aspar langsung bergerak cepat mempersiapkan motor kedua untuk sesi kualifikasi yang akan berlangsung sore nanti.
Perjuangan Veda Ega di Sachsenring
Veda Ega Pratama menghadapi tantangan berat pada sesi FP2 ini. Pembalap binaan Astra Honda Racing Team tersebut membukukan waktu terbaik 1 menit 26,102 detik, terpaut 1,265 detik dari catatan Quiles. Posisi ke-20 yang diraihnya mencerminkan kesulitan adaptasi terhadap karakteristik Sirkuit Sachsenring yang memiliki 13 tikungan dengan dominasi belokan ke kiri, sebuah layout yang sangat berbeda dari sirkuit sebelumnya di Mugello.
Analisis sektor waktu memperlihatkan Veda Ega kehilangan waktu paling signifikan di Sektor 3, area yang mencakup Tikungan 8 hingga Tikungan 11—bagian paling teknis dari Sachsenring. Di sektor ini, Veda Ega mencatatkan waktu 31,4 detik, sementara Quiles mampu menyelesaikannya dalam 30,6 detik. Perbedaan 0,8 detik di satu sektor saja menjadi indikasi bahwa pembalap Indonesia itu masih mencari setup suspensi depan yang tepat untuk meningkatkan kepercayaan diri saat menikung dengan kecepatan tinggi.
Meski demikian, ada hal positif yang bisa diambil. Data menunjukkan konsistensi Veda Ega meningkat sepanjang sesi. Dalam lima lap terakhirnya, ia mampu memangkas gap waktu secara gradual, dari 1,8 detik menjadi 1,2 detik. Ini menandakan bahwa pemahamannya terhadap sirkuit terus bertambah seiring bertambahnya lap. Tim teknis Honda Team Asia juga tercatat melakukan penyesuaian pada geometri sasis dan mapping ECU selama sesi berlangsung, yang langsung memberi respons positif terhadap feeling pembalap.
Peta Persaingan dan Statistik Kunci
Di belakang Quiles, persaingan ketat terjadi untuk memperebutkan posisi kedua dan ketiga. Angel Piqueras dari Leopard Racing mencatatkan waktu 1 menit 24,921 detik, hanya terpaut 0,084 detik dari Quiles, sementara David Almansa melengkapi posisi tiga besar dengan 1 menit 25,013 detik. Posisi empat besar diisi oleh pembalap-pembalap Spanyol, menegaskan dominasi negara tersebut di kelas ringan Grand Prix.
Statistik penguasaan lap menunjukkan intensitas sesi yang tinggi. Total 28 pembalap mencatatkan waktu, dengan rata-rata setiap pembalap menyelesaikan 15 lap selama durasi 35 menit sesi FP2. Kondisi lintasan yang cerah dengan suhu permukaan 38 derajat Celsius memberikan grip optimal, meskipun angin kencang di beberapa sektor terbuka sempat menjadi kendala bagi pembalap dengan postur tubuh lebih tinggi.
Menariknya, data top speed menunjukkan Veda Ega justru berada di peringkat ke-12 dengan kecepatan puncak 218,3 km/jam, lebih tinggi dari beberapa pembalap yang finis di 15 besar. Ini menjadi indikasi bahwa motor Honda NSF250RW miliknya memiliki performa mesin kompetitif, namun sektor tikungan menjadi area yang perlu dibenahi. Tim akan fokus meningkatkan corner entry stability dan mid-corner speed pada sesi FP3 sebelum kualifikasi nanti.
Dengan hasil FP2 ini, Veda Ega dipastikan harus menjalani sesi Q1 jika ingin menembus grid 18 besar. Target realistis bagi pembalap Indonesia ini adalah memperbaiki catatan waktu setidaknya 0,4 detik untuk bisa bersaing di grup kualifikasi pertama. Pengalaman FP2 yang berharga, ditambah data yang telah dikumpulkan, menjadi modal penting untuk sesi penentuan grid balapan Minggu nanti.
Baca juga:
Comments (0)