Gol Ndoye di Menit 67 Selamatkan Swiss dari Kekalahan
Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss berakhir dengan skor 1-1 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (12/7) pagi WIB. Gol penyeimbang dari Dan Ndoye pada...
Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss berakhir dengan skor 1-1 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (12/7) pagi WIB. Gol penyeimbang dari Dan Ndoye pada menit ke-67 menjadi penyelamat setelah La Albiceleste unggul lebih dulu lewat aksi Lautaro Martinez. Hasil ini memaksa kedua tim bermain imbang dengan statistik penguasaan bola 58% berbanding 42% untuk Argentina, serta total shots on target 5-3.
Argentina Unggul Lebih Dulu
Argentina tampil dominan sejak menit awal. Formasi 4-3-3 andalan Lionel Scaloni mengandalkan trio Messi, Lautaro, dan Di Maria. Menit ke-34, sebuah skema apik dari sisi kiri menghasilkan gol. Umpan silang terukur Angel Di Maria disambut sundulan Lautaro Martinez yang tak mampu diantisipasi kiper Yann Sommer. Skor 1-0 untuk Argentina. Statistik penguasaan bola di babak pertama menunjukkan Argentina unggul 61% berbanding 39%. Namun, dari segi peluang tepat sasaran, Argentina hanya mencatatkan 2 tembakan, sedangkan Swiss nihil. Solidnya pertahanan Swiss membuat Messi dan kawan-kawan sulit menambah keunggulan.
Swiss Bangkit Lewat Ndoye
Memasuki babak kedua, pelatih Swiss Murat Yakin mengubah pendekatan taktikal. Formasi 4-2-3-1 diubah menjadi 3-5-2 yang lebih agresif. Dampaknya langsung terasa. Penguasaan bola Swiss naik menjadi 47% pada 20 menit awal babak kedua. Peluang mulai tercipta. Menit ke-63, Breel Embolo nyaris menyamakan skor setelah sepakannya membentur tiang gawang Emiliano Martinez. Hingga akhirnya, pada menit ke-67, gol yang dinanti lahir. Serangan balik cepat Swiss yang dibangun dari lini belakang berujung pada assist Xherdan Shaqiri kepada Dan Ndoye. Dengan tenang, Ndoye mengecoh Nicolas Otamendi dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok kanan bawah gawang. Emiliano Martinez tak mampu menjangkau. Skor berubah menjadi 1-1. Gol ini menjadi yang ketiga bagi Ndoye di turnamen, semuanya tercipta di babak kedua.
Analisis Taktik dan Statistik Akhir
Yang menarik adalah perubahan formasi Swiss di babak kedua. Saat turun minum, Yakin memasukkan Denis Zakaria untuk menambah tenaga di lini tengah dan mengubah formasi menjadi 3-5-2. Data heatmap dari STATS menunjukkan Ndoye dua kali lebih sering masuk ke kotak penalti pada babak kedua. Assist Shaqiri merupakan umpan kunci ke-3 yang ia ciptakan sepanjang pertandingan, terbanyak dari semua pemain. Di kubu Argentina, masalah mulai terlihat ketika lini tengah kelelahan. Enzo Fernandez dan Rodrigo De Paul mulai kehilangan dominasi duel udara kedua. Swiss memenangi 8 dari 12 duel udara di 30 menit terakhir. Statistik akhir mencatat Argentina melepaskan total 14 tembakan (5 on target), sementara Swiss 9 tembakan (3 on target). Kartu kuning diberikan kepada Leandro Paredes (menit ke-55) dan Denis Zakaria (menit ke-78). Pertandingan juga diwarnai pengecekan VAR pada menit ke-82 terkait potensi handball di kotak penalti Swiss, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.
Komentar Pelatih
Lionel Scaloni mengakui timnya kehilangan ritme. “Kami terlalu nyaman dengan keunggulan 1-0. Swiss bermain lebih agresif dan kami gagal mengantisipasi transisi mereka. Ndoye memanfaatkan celah yang seharusnya bisa kami tutup,” ujarnya. Di sisi lain, Murat Yakin memuji semangat pantang menyerah anak asuhnya. “Kami tahu kualitas Argentina, tapi kami tidak takut. Gol Ndoye adalah hasil dari kerja keras seluruh tim. Shaqiri memberikan assist brilian, dan Ndoye menyelesaikannya dengan sempurna. Hasil ini memberi kami keyakinan,” tegas Yakin. Hasil imbang ini memutus rekor 100 persen kemenangan Argentina di fase gugur, sementara bagi Swiss ini adalah clean sheet pertama dalam tiga pertemuan terakhir melawan Argentina.
Baca juga:
Comments (0)