Argentina Lolos Dramatis ke Semifinal Usai Kalahkan Swiss 3-1
Kansas City, 11 Juli 2026 — Drama 120 menit tersaji di Arrowhead Stadium ketika Argentina akhirnya memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Swiss yang harus bermain...
Kansas City, 11 Juli 2026 — Drama 120 menit tersaji di Arrowhead Stadium ketika Argentina akhirnya memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Swiss yang harus bermain dengan 10 pemain. Pertandingan perempat final ini menjadi bukti ketangguhan mental La Albiceleste yang terus menekan meski menghadapi pertahanan disiplin tim asal Eropa tersebut.
Skor akhir 3-1 tidak mencerminkan betapa sengitnya pertarungan selama 90 menit waktu normal. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga peluit akhir babak kedua berbunyi, memaksa pertandingan berlanjut ke extra time. Di sinilah Argentina menunjukkan kualitas superior mereka dengan mencetak dua gol tambahan untuk memastikan langkah ke empat besar.
Babak Pertama: Swiss Mengejutkan dengan Gol Cepat
Pertandingan baru berjalan tujuh menit ketika Swiss membuat kejutan. Serangan balik cepat yang dibangun dari lini tengah berhasil menembus pertahanan Argentina. Breel Embolo menerima umpan terobosan dan dengan tenang menaklukkan Emiliano Martinez untuk membawa Swiss unggul 1-0. Gol ini sontak membuat para pendukung Argentina yang memadati stadion terdiam.
Argentina yang mengandalkan formasi 4-3-3 langsung merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Lionel Messi dan Julian Alvarez berkali-kali mengancam pertahanan Swiss, namun kiper Gregor Kobel tampil gemilang di bawah mistar. Beberapa penyelamatan krusial Kobel membuat Argentina frustrasi. Penguasaan bola mencapai 68 persen untuk Argentina pada babak pertama, namun efektivitas serangan masih menjadi masalah. Dari 9 tembakan yang dilepaskan, hanya 3 yang mengarah tepat ke gawang.
Swiss bermain dengan disiplin tinggi. Formasi 5-4-1 yang diterapkan pelatih Murat Yakin membuat ruang gerak pemain Argentina sangat terbatas. Transisi bertahan ke menyerang mereka pun sangat cepat dan terorganisir. Kartu kuning pertama pertandingan diberikan kepada gelandang Swiss, Denis Zakaria, pada menit ke-34 setelah melakukan pelanggaran terhadap Messi yang sedang membangun serangan.
Babak Kedua: Kartu Merah dan Gol Penyeimbang Argentina
Memasuki babak kedua, Argentina meningkatkan tempo permainan. Pelatih Lionel Scaloni memasukkan Paulo Dybala untuk menambah variasi serangan. Perubahan ini mulai membuahkan hasil. Pada menit ke-58, titik balik pertandingan terjadi. Fabian Schar menerima kartu kuning kedua setelah melakukan handball yang dinilai wasit sebagai upaya menghalangi peluang emas Argentina. Tinjauan VAR mengonfirmasi keputusan tersebut, dan Schar harus meninggalkan lapangan, meninggalkan Swiss dengan 10 pemain.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh Argentina. Gelombang serangan terus menerus dilancarkan. Pertahanan Swiss yang digalang Manuel Akanji bekerja keras menahan gempuran. Namun pada menit ke-72, Argentina akhirnya memecah kebuntuan. Umpan silang Messi dari sisi kanan disambut tandukan Julian Alvarez yang gagal dihalau Kobel. Bola muntah langsung disambar Lautaro Martinez yang berdiri bebas di kotak penalti. Gol! Skor berubah menjadi 1-1.
Sisa 20 menit waktu normal berlangsung semakin intens. Swiss yang bermain dengan 10 pemain memilih untuk bertahan total dan sesekali mengandalkan serangan balik. Argentina terus mendominasi penguasaan bola yang mencapai 73 persen hingga akhir babak kedua. Beberapa peluang emas tercipta, termasuk tendangan Messi yang membentur mistar gawang pada menit ke-84. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap 1-1 dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time.
Extra Time: Argentina Menyelesaikan Misi
Kelelahan mulai terlihat di kubu Swiss yang harus bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 30 menit. Argentina memanfaatkan situasi ini dengan sempurna. Pada menit ke-99, kombinasi apik antara Enzo Fernandez dan Messi menghasilkan peluang emas. Fernandez melepaskan umpan lambung ke kotak penalti, dan Nico Gonzalez yang baru masuk sebagai pemain pengganti menyambut bola dengan sepakan voli mendatar yang tidak mampu dijangkau Kobel. Argentina unggul 2-1.
Swiss mencoba bangkit di paruh kedua extra time dengan memasukkan beberapa pemain ofensif, namun energi mereka sudah terkuras habis. Argentina semakin nyaman menguasai bola dan menciptakan peluang. Pada menit ke-112, sebuah aksi individu brilian dari Paulo Dybala melewati tiga pemain Swiss sebelum melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Bola bersarang indah di sudut kiri atas gawang Kobel. Gol spektakuler ini memastikan kemenangan Argentina dengan skor akhir 3-1.
Hingga peluit panjang berbunyi setelah 120 menit pertandingan yang melelahkan, Argentina berhasil mengamankan tiket ke semifinal. Statistik akhir pertandingan menunjukkan dominasi Argentina dengan 67 persen penguasaan bola, 22 tembakan (9 on target), dan 8 tendangan sudut. Swiss mencatatkan 4 tembakan dengan 2 on target dan hanya 2 tendangan sudut sepanjang pertandingan.
Pahlawan Pertandingan dan Langkah Berikutnya
Lionel Messi sekali lagi menjadi motor serangan Argentina. Meski tidak mencetak gol, kapten berusia 39 tahun itu memberikan kontribusi vital dengan 2 assist dan menciptakan 5 peluang kunci. Lautaro Martinez, Nico Gonzalez, dan Paulo Dybala menjadi pencetak gol yang memastikan Argentina melaju ke semifinal. Di kubu Swiss, Gregor Kobel layak mendapatkan apresiasi atas performa heroiknya di bawah mistar, termasuk 7 penyelamatan krusial.
Kemenangan ini membawa Argentina selangkah lebih dekat untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih di Qatar 2022. Di semifinal, mereka akan menghadapi pemenang pertandingan antara Brasil dan Inggris yang akan berlangsung malam ini. Argentina menunjukkan bahwa pengalaman dan mental juara tetap menjadi faktor kunci dalam pertandingan knockout seketat ini.
Swiss, meski tersingkir, layak mendapatkan penghargaan atas perjuangan heroik mereka. Bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 60 menit melawan juara bertahan bukanlah tugas mudah. Mereka menunjukkan organisasi permainan yang rapi dan semangat pantang menyerah hingga akhir pertandingan.
Baca juga:
Comments (0)