Pramono Tegur Satpol PP Usai 5 Mobil Terobos Car Free Day

Aug 24, 2026 - 08:55
Updated: 2 days ago
0 0

Pramono Tegur Satpol PP Usai 5 Mobil Terobos Car Free Day

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Pramono Anung mengingatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk lebih hati-hati dalam penegakan aturan. Teguran ini disampaikan setelah lima mobil berhasil terobos jalur Car Free Day (CFD) di Jakarta pada Sabtu (15/7/2023). Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi warga beraktivitas santai di jalanan ini ternyata masih ditembus oleh beberapa pengendara.

Dalam keterangannya, Pramono menegaskan bahwa penegakan aturan harus dilakukan dengan cara yang humanis dan tidak sewenang-wenang. "Satpol PP harus bijak dalam menjalankan tugasnya. Tujuannya adalah untuk memberikan kenyamanan, bukan menciptakan konflik," ujar Pramono saat ditemui di Jakarta, Minggu (16/7/2023).

Insiden Terobosnya CFD

Insiden terobosnya lima mobil pada Car Free Day tersebut menjadi sorotan publik. Menurut saksi mata, kejadian bermula ketika Satpol PP sedang melakukan penertiban di sekitar Bundaran HI. Lima mobil yang tergolong dalam kendarian dinas diketahui masih berjalan di jalanan tertutup meski jam CFD telah berlangsung.

"Kami melihat ada beberapa mobil yang tetap melaju di jalanan yang seharusnya ditutup untuk kendaraan bermotor. Mobil-mobil tersebut terlihat menggunakan plat nomor dinas dan membawa beberapa penumpang," kata seingga warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Setelah ditemui wartawan, Satpol PP Jakarta Pusat mengakui adanya insiden tersebut. Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa para pengendara tersebut adalah anggota Satpol PP dari satuan yang sedang melakukan patroli khusus.

Respon Satpol PP

Eko menyesalkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa pihaknya akan melakukan internalisasi. "Kami akan mengecek kembali SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk Satpol PP yang sedang bertugas di lokasi CFD. Kejadian ini tidak boleh terulang lagi," ujar Eko.

Ia menjelaskan bahwa Satpol PP Jakarta Pusat memiliki sekitar 150 personel yang ditempatkan di jalanan CFD setiap akhir pekan. Tugas mereka adalah memastikan tidak ada kendaraan bermotor yang masuk ke area tertutup, serta membantu mengatur lalu lintas di sekitar area CFD.

"Kami akan melakukan evaluasi internal terkait insiden ini. Para personel yang terlibat akan dipanggil untuk klarifikasi," tambah Eko.

Reaksi Publik

Insiden ini menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Beberapa warga menganggap tindakan Satpol PP yang seharusnya menjadi penegak aturan justru melanggar aturan itu sendiri.

"Ini ironis sekali. Kalau Satpol PP yang seharusnya mengawasi justru melanggar aturan, bagaimana masyarakat bisa percaya pada mereka?" kata Ahmad, seorang warga Jakarta yang rutin berolahraga di CFD.

Sementara itu, ada juga pihak yang memberikan pemahaman bahwa mungkin ada kebutuhan mendesak yang membuat mobil-mobil tersebut terpaksa melewati jalanan tertutup.

"Mungkin memang ada kebutuhan dinas yang mendesak. Tapi tetap saja, seharusnya ada pengecualian yang jelas atau izin tertulis," ujar Ratna, aktivis lingkungan hidup.

Kebijakan Car Free Day

Car Free Day di Jakarta sendiri sudah berlangsung bertahun-tahun dengan tujuan memberikan ruang bagi warga untuk beraktivitas di jalanan tanpa gangguan kendaraan bermotor. Setiap Sabtu dan Minggu pagi, sejumlah ruas jalan utama di Jakarta ditutup untuk kendaraan bermotor.

Selain untuk memberikan ruang bagi aktivitas olahraga dan rekreasi, CFD juga bertujuan untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota. Namun, keberhasilan program ini seringkali diwarnai dengan berbagai insiden, termasuk terobosnya kendaraan yang seharusnya tidak boleh masuk.

Langkah Menteri Pramono

Menanggapi insiden tersebut, Menteri Pramono Anung menyatakan akan mengkaji kembali kebijakan terkait penegakan aturan di CFD. Ia berencana melakukan rapat dengan Satpol PP Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyelaraskan SOP.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan bahwa Satpol PP memiliki panduan yang jelas mengenai penegakan aturan, termasuk pengecualian bagi kendaraan dinas yang memang memiliki kebutuhan khusus.

Penutup

Insiden lima mobil terobos CFD menjadi gambaran kecil tentang kompleksitas penegakan aturan di kota besar. Meskipun bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi warga, penegakan aturan yang tidak dilakukan secara bijak justru bisa menciptakan masalah baru.

Dengan teguran dari Menko Polhukam, diharapkan Satpol PP dapat melakukan refleksi internal dan meningkatkan kualitas pelayanan serta penegakan aturan di lapangan. Program CFD yang telah berjalan bertahun-tahun ini perlu dikelola dengan lebih matang agar tujuannya benar-benar tercapai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User