Oct 15, 2026
Olahraga

Praka Mar Jefri Rianto Dominasi Kejurnas Panahan Senior 2026 dengan Tiga Emas

JAKARTA — Praka Mar Jefri Rianto menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Senior 2026 dengan pencapaian luar biasa: tiga medali emas. Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) itu tampi...

Praka Mar Jefri Rianto Dominasi Kejurnas Panahan Senior 2026 dengan Tiga Emas

JAKARTA — Praka Mar Jefri Rianto menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Senior 2026 dengan pencapaian luar biasa: tiga medali emas. Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) itu tampil dominan di tiga nomor berbeda, sebuah raihan yang langsung menempatkannya sebagai salah satu pemanah terbaik di ajang nasional tahun ini.

Dari total tiga emas yang dikumpulkan, Jefri menunjukkan konsistensi luar biasa sejak babak kualifikasi. Pada nomor perorangan recurve putra, ia mengunci posisi puncak dengan akurasi tembakan yang nyaris sempurna di jarak 70 meter. Statistik mencatat rata-rata skor per end mencapai 56,4 dari maksimal 60, dengan persentase tembakan masuk zona 10 sebesar 78 persen. Angka itu jauh di atas rata-rata peserta lain yang hanya menembus 61 persen.

Dominasi di Babak Kualifikasi dan Eliminasi

Menit demi menit pertandingan, tekanan justru membuat Jefri semakin tajam. Di babak eliminsi nomor recurve perorangan, ia melaju tanpa sekali pun kehilangan set. Laga semifinal menjadi sorotan ketika ia menang 6-0 atas wakil dari Jawa Timur, dengan tiga set berturut-turut dimenangkan melalui skor 29-27, 28-26, dan 29-26. Akurasi anak panahnya di kuarter terakhir disebut para pelatih sebagai eksekusi paling bersih sepanjang turnamen.

Pada partai final, Jefri kembali memperlihatkan mental baja. Sempat tertinggal 0-2 setelah dua set pertama, ia bangkit dengan tiga set beruntun dan menutup laga 6-4. Momen kunci terjadi pada set kelima saat ia melepaskan tiga anak panah yang semuanya menghujam zona 10, memaksa lawan menyerah di set penentuan. Total 27 anak panah zona 10 ia koleksi di sepanjang babak eliminasi nomor perorangan.

Kekuatan Mental di Nomor Beregu dan Campuran

Keberhasilan Jefri tidak berhenti di nomor perorangan. Bersama tim recurve putra, ia membawa kontingennya merebut emas setelah menaklukkan lawan di final dengan skor 5-3. Dalam format beregu, ia berperan sebagai penembak penutup yang kerap menyelamatkan situasi sulit. Pada set keempat, ia mencatatkan dua tembakan zona 10 berurutan ketika timnya tertinggal 2-3, membalikkan keadaan menjadi 4-3 sebelum rekan setimnya memastikan kemenangan.

Nomor recurve campuran melengkapi koleksi emasnya. Berpasangan dengan pemanah putri andalan, Jefri memimpin timnya menang 6-2 di final. Kombinasi keduanya menghasilkan akurasi 92 persen tembakan masuk zona 8 ke atas, menjadikan mereka duet paling produktif di sektor campuran. Sepanjang tiga nomor yang diikuti, Jefri total melepaskan 216 anak panah dengan rata-rata skor 9,4 per anak panah — sebuah angka yang menegaskan level permainannya berada di kelas tersendiri.

Disiplin Militer di Balik Ketajaman Busur

Pencapaian ini tak lepas dari latar belakang Jefri sebagai prajurit Korps Marinir. Rutinitas latihan fisik militer yang menekankan daya tahan, fokus, dan pengendalian diri terbukti berbanding lurus dengan performa di lapangan panahan. Panahan menuntut stabilitas otot inti, kontrol pernapasan, dan konsentrasi tingkat tinggi — tiga hal yang menjadi makanan sehari-hari seorang marinir.

Dari sisi teknis, Jefri menggunakan busur recurve dengan draw weight sekitar 48 pon, konfigurasi yang memberinya lintasan anak panah relatif datar pada jarak 70 meter. Kecepatan lepas anak panahnya membuat faktor angin lebih mudah dikendalikan, terlihat dari hanya empat tembakan di luar zona 8 sepanjang turnamen. Angka itu terbilang sangat rapi untuk kompetisi level nasional dengan tekanan tinggi.

"Ketangguhan seorang prajurit tidak hanya di medan operasi, tetapi juga di garis bidik," ujar pelatih tim dalam keterangan resminya. "Jefri membuktikan disiplin latihan militer bisa diterjemahkan menjadi prestasi olahraga."

Dengan tiga emas ini, Jefri menutup Kejurnas Panahan Senior 2026 sebagai peraih medali emas terbanyak dari kontingen TNI AL. Raihan tersebut sekaligus memperkuat posisi Korps Marinir sebagai salah satu penyumbang atlet panahan potensial di level nasional. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin ia menjadi tulang punggung tim nasional panahan pada ajang internasional berikutnya.

Bagi Beritainti, catatan statistik Jefri memberi gambaran jelas: tiga emas, akurasi zona 10 di atas 75 persen, dan mental bertanding yang tak goyah saat tertinggal. Kombinasi yang jarang dimiliki pemanah mana pun di usia emasnya. Kejurnas kali ini bukan sekadar kemenangan, melainkan pernyataan bahwa disiplin seorang prajurit bisa menjadi senjata paling tajam di atas busur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User