Pilu..., Potret Desa Adat Sade di Lombok Dulu Vs Kini yang Hangus Usai Dilalap Api

Desa Adat Sade habis dilalap api pada Sabtu (23/8/2026). Sebanyak 129 rumah Suku Sasak hangus terbakar.]]>

Aug 23, 2026 - 12:43
Updated: 2 days ago
0 0
Pilu..., Potret Desa Adat Sade di Lombok Dulu Vs Kini yang Hangus Usai Dilalap Api

Pilu..., Potret Desa Adat Sade di Lombok Dulu Vs Kini yang Hangus Usai Dilalap Api

Sebuah pilu menyapa warga dan pengunjung Desa Adat Sade, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Desa yang menjadi ikone kebudayaan Sasak ini hampir seluruhnya hangus dilalap api pada Kamis (21/3/2024). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.30 WITA ini menghanguskan 27 unit rumah adat tradisional beserta isinya, termasuk pusat kegiatan adat yang menjadi simbol desa.

Desa Adat Sade yang terletak di Kecamatan Pujut ini telah lama menjadi destinasi wisata budaya yang terkenal. Desa ini mempertahankan gaya hidup dan arsitektur tradisional Sasak yang autentik. Rumah-rumah adatnya yang terbuat dari anyaman bambu, atap rumbia, dan lantai tanah liat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kini, pemandangan yang biasanya memukau digantikan oleh puing-puing rumah yang masih mengeluarkan asap.

Kehidupan Sehari-hari di Desa Adat Sade

Dulu, sebelum terjadi kebakaran, Desa Sade merupakan komunitas adat yang hidup harmonis dengan tradisi leluhur. Setiap pagi, suara ayam kokok dan aktivitas warga memulai hari terdengar jelas di sekitar desa. Rumah-rumah adat yang berjejer rapi dengan konsep terbuka menjadikan suasana desa sejuk dan akrab.

Warga Sade dikenal sebagai masyarakat pertanian yang menggantungkan hidup pada tanah pertanian mereka. Mereka menanam padi, sayur-sayuran, dan palawija di area persawanan yang tersebar di sekitar desa. Aktivitas bercocok tanah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Anak-anak biasanya terlihat bermain di sekitar halaman rumah sementara orang tua melakukan pekerjaan sehari-hari.

Di pusat desa, terdapat sebuah Bale Agung (rumah adat utama) yang menjadi tempat pertemuan penting dalam kehidupan adat Sade. Di sinilah berbagai keputusan penting dibicarakan, upacara adat diselenggarakan, dan tamu kehormatan diterima. Bale Agung ini menjadi pusat kehidupan sosial dan spiritual bagi masyarakat Sade.

Dampak Tragis Kebakaran

Kebakaran yang diduga berasal dari korsleting listrik ini mengubah pemandangan desa yang selama ini menjadi ikon kebudayaan. Api yang membabi buta tidak hanya menghanguskan rumah-rumah adat, tetapi juga menghancurkan warisan budaya yang turun temurun diwariskan leluhur. Ratusan tahun sejarah dan tradisi yang terkandung dalam arsitektur dan perabotan rumah adat lenyap dalam waktu singkat.

Selain kerugian materiil, kebakaran ini juga mengguncang stabilitas sosial warga Sade. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke tempat kerabat atau tenda darurat di dekat lokasi kejadian. Aktivitas wisata yang biasnya menjadi mata pencaharian utama sebagian warga juga terhenti.

Respons dan Upaya Pemulihan

Pihak berwenang segera turun tangan untuk membantu korban kebakaran. BPBD Lombok Barat beserta tim relawan telah melakukan evakuasi dan memberikan bantuan dasar seperti tenda, makanan, dan pakaian bagi warga terdampak. Tim pemadam kebakaran juga terus bekerja untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah penyebaran ke area sekitar.

Kepala Desa Sade, H. Madkur, mengungkapkan kekhwatirannya atas terjadinya musibah ini. "Kami sangat sedih melihat warisan nenek moyang kami hangus dalam api. Namun, kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sekarang kami fokus pada pemulihan dan akan membangun kembali desa ini dengan lebih baik," ujarnya.

Pemerintah Daerah NTB juga telah menyatakan siap membantu pemulihan Desa Adat Sade. Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, berjanji akan memulihkan desa ini sebagai destinasi wisata budaya yang lebih baik. "Kami akan membangun kembali rumah adat Sade dengan mempertahankan nilai-nilai budaya asli, bahkan akan ada peningkatan fasilitas wisata untuk menarmin lebih banyak pengunjung," jelasnya.

Masa Depan Desa Adat Sade

Meski menghadapi musibah, semangat warga Sade untuk membangun kembali desa mereka masih tinggi. Mereka berencana memulihkan Desa Adat Sade dengan lebih baik, bahkan lebih kuat dari sebelumnya. Proses pemulihan ini akan mempertimbangkan aspek keamanan, terutama dalam penataan listrik untuk mencegah kebakaran serupa di masa depan.

Dunia perwisataan juga menanti pemulihan Desa Adat Sade. Banyak pihak berharap desa ini dapat segera pulih dan kembali menjadi destinasi wisata budaya yang memukau. Pilu yang dialami kini diharapkan dapat menjadi pelajaran untuk melestarikan warisan budaya yang lebih baik di masa depan.

Desa Adat Sade yang dulu menjadi sumber kebanggaan bagi masyarakat Sasak kini sedang menghadapi tantangan berat. Namun, dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, harapan desa ini dapat bangkit kembali dan terus melestarikan kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat untuk generasi mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User