Persib vs Persebaya Final Piala Presiden: Skor 2-1, Drama VAR Warnai Laga

Skor akhir 2-1! Persib Bandung keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persebaya Surabaya dalam laga final yang berlangsung dramatis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, M...

Aug 07, 2026 - 03:08
0 0
Persib vs Persebaya Final Piala Presiden: Skor 2-1, Drama VAR Warnai Laga

Skor akhir 2-1! Persib Bandung keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persebaya Surabaya dalam laga final yang berlangsung dramatis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu malam. Pertandingan yang disaksikan puluhan ribu penonton ini berjalan sengit sejak menit pertama, dengan tensi tinggi dan keputusan VAR yang mengubah jalannya laga.

Babak Pertama: Persib Dominan, Persebaya Bertahan

Sejak kick-off, Persib langsung mengambil inisiatif serangan dengan formasi 4-3-3 yang agresif. Pelatih Persib, Bojan Hodak, menurunkan starting XI terbaiknya dengan trio lini depan David da Silva, Ciro Alves, dan Dimas Drajad. Sementara itu, Persebaya di bawah arahan Paul Munster memilih formasi 5-4-1 yang lebih bertahan, mengandalkan serangan balik cepat melalui sayap.

Menit ke-23, peluang emas pertama datang dari Persib. Tendangan bebas Beckham Putra dari sisi kanan disambut sundulan Nick Kuipers, namun kiper Persebaya, Ernando Ari, melakukan penyelamatan gemilang dengan refleks cepat. Penguasaan bola di babak pertama mencapai 65% untuk Persib, sementara Persebaya hanya 35%. Namun, shots on target masih imbang 2-2 karena pertahanan rapat Bajul Ijo mampu memblokir banyak percobaan.

Menit ke-38, kejutan terjadi. Serangan balik cepat Persebaya melalui Bruno Moreira dan Malik Risaldi membuahkan gol. Umpan terobosan dari Andre Oktaviansyah berhasil dituntaskan oleh Bruno Moreira dengan tendangan kaki kiri ke pojok gawang. Skor 1-0 untuk Persebaya. Gol ini membuat para pemain Persib terkejut dan sempat kehilangan ritme permainan hingga turun minum.

Babak Kedua: Kebangkitan Persib dan Kontroversi VAR

Memasuki babak kedua, Bojan Hodak melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Ezra Walian dan Febri Hariyadi untuk menambah daya gedor. Formasi diubah menjadi 4-2-4, dan Persib langsung menekan pertahanan Persebaya. Menit ke-55, tendangan keras Ciro Alves dari luar kotak penalti masih melambung tipis di atas mistar gawang.

Menit ke-67, gol penyama kedudukan akhirnya datang. Umpan silang dari Febri Hariyadi disambut sundulan David da Silva yang tak mampu dihalau Ernando Ari. Skor menjadi 1-1. Stadion langsung bergemuruh, dan Persib semakin percaya diri. Namun, di menit ke-78, kontroversi terjadi. Gol Persebaya yang dicetak oleh Malik Risaldi dianulir setelah VAR meninjau dan menemukan posisi offside pada awal serangan. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain dan ofisial Persebaya, namun wasit tetap pada keputusannya.

Menit ke-85, puncak drama terjadi. Tendangan pojok dari Beckham Putra disambut dengan sepakan voli oleh Nick Kuipers. Bola sempat mengenai tiang gawang, namun rebound langsung disambar oleh Dimas Drajad yang berada di posisi bebas. Gol! Skor berubah menjadi 2-1 untuk Persib. Persebaya mencoba bangkit di sisa waktu, namun pertahanan solid Persib dan penampilan apik kiper Teja Paku Alam mampu mengamankan keunggulan tersebut.

Statistik Kunci dan Analisis Taktik

Sepanjang pertandingan, Persib mencatatkan penguasaan bola 62% berbanding 38% untuk Persebaya. Shots on target: Persib 7, Persebaya 4. Kartu kuning: Persib 2, Persebaya 3. Tidak ada kartu merah dalam laga ini. Persib juga unggul dalam umpan sukses, dengan akurasi 87% dibandingkan 79% milik Persebaya.

Kunci kemenangan Persib terletak pada perubahan formasi di babak kedua dan keberanian mengambil risiko. Bojan Hodak berhasil membaca kelemahan sayap Persebaya yang mulai kelelahan. Sementara itu, Persebaya terlalu bertahan di babak pertama dan kehilangan stamina di akhir laga. Paul Munster mengakui keunggulan lawan, "Kami sempat memimpin, tapi Persib lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Keputusan VAR memang pahit, tapi itu bagian dari permainan. Kami bangga dengan perjuangan pemain."

Dengan kemenangan ini, Persib mengamankan trofi Piala Presiden kedua mereka setelah sebelumnya menjuarai edisi 2015. Clean sheet tidak tercapai, namun performa Teja Paku Alam yang melakukan 4 penyelamatan penting layak diapresiasi. Bagi Persebaya, kekalahan ini menjadi pembelajaran berharga untuk kompetisi Liga 1 mendatang. Pertandingan ini membuktikan bahwa final Piala Presiden 2026 menjadi salah satu laga terbaik dalam sejarah turnamen, dengan drama, kualitas, dan tensi yang luar biasa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User