Persib vs Persebaya Final Piala Presiden 2026: Skor, Statistik, dan Alur Laga
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menjadi saksi pertarungan sengit antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di partai final Piala Presiden 2026. Laga yang berlangsung dengan intensitas ...
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, menjadi saksi pertarungan sengit antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di partai final Piala Presiden 2026. Laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi ini berakhir dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan Persib Bandung. Sejak menit pertama, kedua tim langsung menampilkan permainan agresif, dan gol pertama tercipta pada menit ke-23 melalui aksi brilian pemain sayap Persib, Ciro Alves, yang memanfaatkan assist dari David da Silva. Statistik penguasaan bola menunjukkan Persib unggul tipis dengan 52% berbanding 48%, sementara shots on target tercatat 6 berbanding 4 untuk keunggulan Persib. Laga ini benar-benar menghadirkan drama hingga peluit panjang berbunyi, dengan Persebaya sempat menyamakan kedudukan di babak kedua sebelum akhirnya Persib memastikan gelar juara lewat gol penentu di menit-menit akhir.
Babak Pertama: Dominasi Persib dan Gol Cepat di Menit ke-23
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menurunkan formasi 4-3-3 dengan starting XI yang mengandalkan trio lini depan Ciro Alves, David da Silva, dan Febri Hariyadi. Sementara itu, Persebaya di bawah arahan Paul Munster tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang lebih defensif, dengan Bruno Moreira sebagai ujung tombak tunggal. Sejak kick-off, Persib langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-5, tendangan voli dari Beckham Putra masih melebar tipis di sisi kiri gawang Persebaya yang dijaga oleh Ernando Ari. Namun, tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23. Berawal dari skema serangan balik cepat, David da Silva melepaskan umpang terobosan menusuk pertahanan Persebaya, dan Ciro Alves dengan tenang menaklukkan kiper lawan melalui tembakan kaki kiri ke pojok kanan bawah. Gol ini menjadi momentum bagi Persib untuk semakin percaya diri. Mereka terus menggempur pertahanan Persebaya, dan pada menit ke-38, peluang emas kembali didapat melalui sundulan Nick Kuipers yang sayangnya masih bisa ditepis oleh Ernando Ari. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Persib, dengan catatan penguasaan bola 55% untuk tuan rumah dan 45% untuk Persebaya.
Babak Kedua: Perlawanan Persebaya dan Drama VAR di Menit ke-70
Memasuki babak kedua, Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Paul Munster melakukan dua pergantian pemain sekaligus pada menit ke-55, memasukkan Muhammad Hidayat dan Rizky Ridho untuk menambah daya gedor. Perubahan ini langsung terlihat, dan pada menit ke-63, Persebaya berhasil menyamakan kedudukan. Gol tersebut berawal dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Ze Valente, dan bek tengah Persebaya, Kadek Raditya, melompat tinggi untuk menyundul bola masuk ke gawang Persib. Skor menjadi 1-1, dan stadion pun bergemuruh. Namun, keunggulan Persebaya tidak bertahan lama. Pada menit ke-70, terjadi insiden kontroversial di kotak penalti Persebaya. Wasit awalnya tidak memberikan hadiah penalti, tetapi setelah melakukan review VAR, ia memutuskan bahwa bek Persebaya, Arief Catur, melakukan pelanggaran terhadap David da Silva. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain Persebaya, dan wasit mengeluarkan kartu kuning untuk Arief Catur. David da Silva yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, menempatkan bola ke sisi kiri gawang yang tidak mampu dijangkau Ernando Ari. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Persib pada menit ke-72.
Analisis Taktik dan Kunci Kemenangan Persib
Kemenangan Persib tidak lepas dari disiplin taktik yang diterapkan oleh Bojan Hodak. Formasi 4-3-3 yang digunakan mampu menekan lini tengah Persebaya, dengan trio gelandang yaitu Marc Klok, Dedi Kusnandar, dan Beckham Putra yang bekerja keras memutus aliran bola lawan. Statistik mencatat bahwa Persib memenangkan 58% duel udara dan melakukan 14 teksesan sukses dibandingkan 9 teksesan dari Persebaya. Selain itu, efektivitas serangan balik menjadi senjata utama Persib. Gol pertama Ciro Alves adalah bukti nyata bagaimana transisi cepat dari bertahan ke menyerang mampu membongkar pertahanan lawan. Di sisi lain, Persebaya sebenarnya tampil lebih baik di babak kedua, dengan catatan 6 tembakan total dan 3 shots on target, tetapi penyelesaian akhir yang kurang klinis menjadi faktor pembeda. Pelatih Persebaya, Paul Munster, mengakui keunggulan lawan dalam konferensi pers setelah pertandingan. "Kami bermain dengan baik di babak kedua, tetapi sayangnya kami tidak mampu memanfaatkan peluang. Persib layak menang karena mereka lebih efektif di depan gawang," ujarnya. Sementara itu, Bojan Hodak memuji kerja keras anak asuhnya. "Ini adalah hasil kerja tim yang luar biasa. Kami bermain dengan disiplin dan semangat juang tinggi. Gelar ini untuk seluruh suporter Persib yang selalu setia mendukung kami."
Kemenangan ini menandai gelar juara Piala Presiden keempat bagi Persib Bandung, sekaligus menjadi modal berharga menjelang kompetisi Liga 1 musim depan. Dengan catatan skor akhir 2-1, Persib membuktikan diri sebagai tim yang tangguh di laga final. Statistik akhir pertandingan menunjukkan Persib unggul dalam penguasaan bola (52%), shots on target (6-4), dan akurasi umpan (84% berbanding 80%). Kartu kuning tercatat tiga untuk Persib dan dua untuk Persebaya, tanpa kartu merah sepanjang laga. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta ini akan dikenang sebagai salah satu final terbaik dalam sejarah Piala Presiden, dengan tensi tinggi, drama VAR, dan kualitas permainan yang memukau dari kedua tim.
Comments (0)